Sabtu, 16 Mei 2026

Cewek Pejalan Kaki Kritis Ditabrak 3 Oknum Polisi di THM Merak Jingga Meninggal Dunia

Faliruddin Lubis - Sabtu, 16 Mei 2026 09:48 WIB
Cewek Pejalan Kaki Kritis Ditabrak 3 Oknum Polisi di THM Merak Jingga Meninggal Dunia
IST/Posmetro Medan
7 Bulan Dirawat, Cewek yang Ditabrak Oknum Polisi Meninggal.

POSMETRO MEDAN,Medan - Tiga oknum personel Polda Sumut menabrak seorang cewek pejalan kaki bernama Elida Delviana (26) hingga kritis di Kota Medan pada Oktober 2025. Setelah menjalani perawatan yang cukup lama, korban dilaporkan meninggal dunia.

Abang korban, Yogie Tamin mengatakan adiknya meninggal saat menjalani rawat jalan di rumahnya di Jalan Pendidikan, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (13/5/2026) malam. Adiknya dimakamkan di sekitar rumah pada Kamis (14/5).

"Iya (meninggal) pada malam Kamis," kata Yogie saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/5).

Baca Juga:

Yogie menyebut setelah kecelakaan, korban mengalami kritis karena kondisinya yang sangat parah. Dia menjelaskan 7 rusuk sebelah kanan dan 2 rusuk kiri adiknya patah.

Bahkan, tulang rusuk yang patah itu menusuk paru-paru korban hingga mengalami kebocoran. Selain itu, saraf otak korban rusak dan pembuluh darahnya pecah. Akibatnya, korban harus menjalani operasi.

Baca Juga:

Dia menyebut adiknya dirawat hampir sebulan di RS Columbia Medan. Setelah itu, korban dipindahkan ke RS Bhayangkara Medan.

Yogie mengatakan adiknya dirawat di RS Polri itu sekitar sebulan. Lalu, korban disarankan untuk pulang dan menjalani rawat jalan pada 12 Januari 2026.

"Disarankan rawat jalan. Kondisinya terbaring gitu. Kalau dibilang siuman, gimana ya, nggak bisa apa-apa. Jadi, dia cuma bisa buka matanya. Di rumah rawat jalan, 2 minggu sekali kontrol ke Bhayangkara," jelasnya.

Yogie mengatakan sesaat sebelum adiknya meninggal, mereka tengah mengadakan kumpul keluarga di rumah Yogie. Sekira jam 21.00 WIB, seluruh kerabat pulang ke rumah masing-masing.

Sekira pukul 21.30 WIB, Yogie keluar sebentar untuk membeli barang. Lalu, tiba-tiba dia ditelepon istrinya agar segera pulang karena korban muntah-muntah

Yogie pun pulang. Setelah melihat kondisi adiknya, Yogie bergegas mencari dokter.

Setibanya di rumah, dokter pun mengecek kondisi korban. Saat itu, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

"Balik lagi sama dokter klinik, sudah nggak ada lagi (sudah meninggal)," sebutnya.

Dia menyebut adiknya merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Adiknya sebelumnya bekerja sebagai freelance. Yogie mengenang adiknya adalah sosok yang bertanggungjawab kepada keluarga.

Yogie mengatakan antara keluarganya dengan 3 personel Polda Sumut itu sudah sepakat berdamai sebelumnya. Pihak Polda Sumut juga menanggung perobatan korban selama di rumah sakit.

"Kalau untuk kasusnya kan sudah damai," jelasnya.

Untuk diketahui, kecelakaan itu awalnya viral di media sosial. Awalnya, disebutkan ada empat personel polisi yang terlibat dalam kecelakaan itu.

Belakangan, Polda Sumut mengklarifikasinya dan menyatakan hanya ada tiga personel polisi yang berada di dalam mobil. Ketiganya, yakni Bripda VPA, Bripda ST dan Bripda BI.

"Polisinya tiga orang di dalam mobil itu," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut saat itu, AKBP Siti Rohani Tampubolon, Rabu (29/10/2025).

Siti mengatakan peristiwa itu terjadi, Minggu (26/10) sekira pukul 04.15 WIB. Saat kejadian, ketiga oknum polisi tersebut tengah menaiki mobil Honda Mobilio.

Mobil tersebut datang dari arah Jalan Putri Hijau dengan melintas di Jalan Putri Merak Jingga menuju Jalan Perintis Kemerdekaan.

Setibanya di depan salah satu THM di Jalan Putri Merak Jingga, mobil menyenggol korban. Setelah menabrak korban, mobil lalu menabrak trotoar.

Propam pun memeriksa ketiga personel polisi tersebut. Setelah diperiksa, ketiganya dimasukkan ke tahanan patsus.

"Sudah dipatsus," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (30/10).

Dari hasil pemeriksaan, ketiga polisi tersebut mengaku baru saja dari THM, sebelum kecelakaan.

"Mereka dari salah satu tempat hiburan malam yang ada di Medan. (THM) sekitaran Jalan Putri Merak Jingga," kata Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Sumut saat itu, Kompol Chandra saat konferensi pers di Satlantas Polrestabes Medan.

Chandra mengatakan ketiga oknum polisi tersebut memang sempat meminum minuman beralkohol. Namun, dirinya belum mengetahui pasti apakah ketiganya sampai mabuk atau tidak.

Setelah menabrak korban, ternyata ketiganya pergi melarikan diri dari lokasi menuju Satlantas Polrestabes Medan. Para oknum polisi itu berdalih bahwa mereka takut diamuk massa usai menabrak korban.

"Setelah dia (polisi) menabrak dia memang pergi, tapi setelah itu dia menyerahkan diri ke sini karena dia takut diamuk massa saat itu. Jadi, dia pergi kemudian dia langsung menyerahkan diri ke kantor Satlantas," kata Kompol Chandra.(DetikSumut)

Tags
beritaTerkait
Dar...Der...Dor! Eksekutor Penembak Polisi di Lampung Tewas Ditembak Saat Penggerebekan
Viral! Ibu di Labusel Curhat Pilu Anaknya Meninggal Dunia, Diduga Diabaikan Oknum Perawat
Vidio Viral : Aksi Polisi di Medan Bantu Ibu Lansia yang tak Dapat Berjalan Pulang ke  Rumah, Diongkosi lagi
Tahanan Titipan Polsek Air Batu Meninggal di Lapas Labuhan Ruku
Diduga Telantarkan Anak dan Istri, Oknum Ketua Bawaslu Labuhanbatu Dipolisikan
Banjir Bandang di Aek Singagang Humbahas Telan Korban Jiwa, Siswi SMA Meninggal Dunia
komentar
beritaTerbaru