Kamis, 21 Mei 2026

Arisha Bertarungan Melawan Penyakit, Dua Tahun Hidup dengan Jantung Bocor dan Sesak Napas

Faliruddin Lubis - Kamis, 21 Mei 2026 09:24 WIB
Arisha Bertarungan Melawan Penyakit, Dua Tahun Hidup dengan Jantung Bocor dan Sesak Napas
IST
Arisha Zainabba Nasution.

POSMETRO MEDAN, Medan- Di sebuah rumah sederhana di Dusun II Desa Lantasan, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, tangis kecil Arisha Zainabba Nasution nyaris tak pernah berhenti.

Bocah perempuan berusia dua tahun itu kini sedang bertarung dengan waktu demi melawan penyakit kebocoran jantung bawaan yang sejak lahir menggerogoti tubuh mungilnya.

Setiap malam, kedua orangtuanya harus berjaga. Bukan sekadar menenangkan anak yang rewel, melainkan memastikan Arisha tetap bisa bernapas.

Baca Juga:

Tabung oksigen menjadi benda yang nyaris tak pernah jauh dari tempat tidurnya. Anak pasangan Zulfikar Nasution, 32 tahun, dan Rohana Boru Barus, 30 tahun, itu didiagnosis menderita ventricular septal defect (VSD) perimembran inlet-outlet disertai hipertensi pulmonal ringan hingga sedang.

Kondisi tersebut menyebabkan adanya lubang pada sekat jantung yang membuat aliran darah tidak normal dan berdampak pada paru-paru.

Baca Juga:

Akibat gangguan itu, Arisha kerap mengalami sesak napas, terutama saat tidur malam. Cairan dalam tubuhnya terus menumpuk dan kondisi paru-parunya mulai terdampak serius.

"Selama hampir dua tahun ini kami sudah berupaya untuk pengobatannya dan baru saat ini bisa dibawa ke Jakarta," ujar Zulfikar saat dikonfirmasi, Kamis, (21/5/2026).

Perjuangan keluarga kecil itu tidak mudah. Zulfikar hanya bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik sabun di kawasan Patumbak dengan penghasilan setara upah minimum.

Sementara sang istri memilih fokus merawat Arisha yang membutuhkan pengawasan penuh hampir selama 24 jam.

Tak hanya bergantung pada oksigen, Arisha juga harus menggunakan selang nasogastric tube (NGT) untuk menyalurkan susu nutrisi khusus ke tubuhnya.

Hampir setiap makanan atau minuman yang masuk sering dimuntahkan kembali. Akibatnya, berat badan Arisha sulit bertambah seperti anak seusianya.

Dokter spesialis jantung anak di RSUP Haji Adam Malik Medan bersama tim medis di Rumah Sakit Jantung Jakarta menyarankan tindakan operasi penutupan kebocoran jantung dilakukan sebelum usia Arisha melewati dua tahun.

Namun keterbatasan ekonomi membuat keluarga itu baru mampu membawa Arisha menjalani pengobatan lanjutan ke Jakarta dalam waktu dekat.

BPJS Kesehatan memang menanggung biaya utama pengobatan dan operasi. Akan tetapi, kebutuhan lain di luar pembiayaan medis justru menjadi persoalan besar bagi keluarga tersebut.

Mulai dari biaya tempat tinggal sementara di Jakarta, kebutuhan hidup pendamping, susu nutrisi khusus, pampers, vitamin, obat tambahan penguras cairan, hingga persediaan oksigen darurat menjadi beban yang tidak sedikit.

Bahkan tiket keberangkatan menuju Jakarta pun diperoleh dari bantuan kerabat dan para dermawan yang tergerak melihat kondisi Arisha.

Dalam proses pengobatan yang diperkirakan berlangsung hingga tiga bulan, keluarga itu juga masih harus menyiapkan biaya kontrol rutin, serta ongkos kepulangan kembali ke Sumatera Utara setelah operasi selesai dilakukan.

Di tengah keterbatasan itu, harapan keluarga sederhana tersebut kini hanya satu, operasi berjalan lancar dan Arisha dapat tumbuh seperti anak-anak lain seusianya.

Bagi Zulfikar dan Rohana, setiap napas yang berhasil dihirup putri kecil mereka adalah perjuangan panjang yang tak pernah selesai.(erni)

Tags
beritaTerkait
Nasib Mohammad Arifin yang Kini Melawan Penyakit dan Beban Hidup
Kereta Api Putri Deli Tabrak Fortuner, 2 Bocah Meninggal Dunia
10 Manfaat Puasa bagi Kesehatan, baik Fisik maupun Mental
Cabuli Belasan Bocah Kakek 65 Tahun Ditahan, Modusnya Kasih Uang Recehan
Pemicunya Gaya Hidup tak Sehat, Stres, dan Kurang Gerak
Perhatikan ! Ini Jenis Penyakit Jantung dan Namanya
komentar
beritaTerbaru