Senam Lansia di Desa Simatorkis Jadi Ruang Sehat dan Ceria
POSMETRO MEDAN, Padang Lawas Utara Semangat untuk tetap sehat dan aktif ditunjukkan oleh 15 orang lansia di Desa Simatorkis melalui kegiat
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan- Manajemen RSUD dr Pirngadi Medan membantah tudingan mengusir pasien korban penembakan dan pembacokan bernama Guntur Sugoro.
Rumah sakit menegaskan pasien telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, termasuk tindakan WSD Emergency proyektil peluru dari tubuh korban.
Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan, mengatakan Guntur masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 12 Mei 2026 pukul 23.45 WIB dalam kondisi sadar dengan luka tembak di punggung bawah sebelah kanan .Baca Juga:
"Pasien langsung mendapatkan tindakan medis. Pada 13 Mei 2026 pukul 00.05 WIB dilakukan pemasangan chest tube di kamar bedah COT," ujar Mardohar menjawab wartawan, Minggu (24/5).
Setelah penanganan awal, pasien dipindahkan ke Ruang Tulip 2A sekitar pukul 02.15 WIB dalam kondisi compos mentis dan menggunakan oksigen tiga liter.
Baca Juga:
Menurut Mardohar, dokter kemudian menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis Bedah BTKV atau vaskuler. Namun proses rujukan tidak langsung dilakukan karena pihak keluarga disebut masih mempertimbangkannya.
"Pasien itu sebelumnya dari RS Haji Medan . Kebetulan dokter spesialis kami untuk itu sudah tidak ada , maka kami rujuk ke rumah sakit lain sesuai regulasi terbaru yang diterbitkan Wali Kota Medan," katanya.
Ia menjelaskan, pihak rumah sakit telah menyiapkan surat rujukan ke rumah sakit mitra, termasuk ke RS Bhayangkara, karena RSUD Pirngadi tidak memiliki dokter spesialis bedah vaskuler untuk menangani proyektil peluru yang masih bersarang di tubuh korban.
Mardohar juga menegaskan bahwa pembiayaan pasien korban penembakan tidak dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Karena itu, penanganan menggunakan dasar hukum Peraturan Wali Kota Medan Nomor 26 Tahun 2026.
"BPJS memang tidak mengakomodir pasien yang terkena tembakan peluru. Maka pengobatannya menggunakan Perwal Nomor 26 Tahun 2026," ungkapnya.
Pihak rumah sakit, lanjut dia, telah berulang kali mengedukasi pasien terkait bahaya proyektil peluru yang masih berada di tubuhnya dan pentingnya tindakan operasi lanjutan. Namun pasien disebut beberapa kali menolak rujukan maupun tindakan medis yang disarankan.
"Surat penolakan pasien itu ada dibuatnya. Berulang kali begitu, lalu mau bagaimana lagi kami lakukan," katanya. Meski demikian, pihak rumah sakit tetap menyarankan agar Guntur menjalani rawat jalan agar perkembangan kondisinya dapat dipantau secara berkala.
Pasien akhirnya pulang berobat jalan pada 19 Mei 2026 pukul 14.00 WIB dalam kondisi stabil. Dokter juga telah mengingatkan agar pasien segera kembali apabila muncul gejala lanjutan. Namun pada Minggu (24/5), pasien disebut kembali menyatakan kesediaannya untuk menjalani operasi.
"Tapi sebelum sampai ke rumah sakit, ternyata pasien balik lagi dan tidak jadi datang. seraya menegaskan bahwa RSUD Pirngadi tidak pernah mengusir pasien tersebut.
Guntur Sugoro sebelumnya mengaku menjadi korban percobaan perampokan di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada 11 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 WIB. Selain mengalami luka tembak, korban juga mengaku mengalami pembacokan. (REL/*)
POSMETRO MEDAN, Padang Lawas Utara Semangat untuk tetap sehat dan aktif ditunjukkan oleh 15 orang lansia di Desa Simatorkis melalui kegiat
Sumut 9 jam lalu
Nyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Pengedar Ekstasi di Tanjungbalai.
Kriminal 9 jam lalu
Golfrid Lubis Sebut Rico Waas Gagal 2 Tahun Pimpin Kota Meden.
Medan 9 jam lalu
Video mesra dua ASN viral di media sosial ternyata Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Sumbar.
Inter-Nasional 10 jam lalu
Masjid Tua di Tengah Hutan Pegunungan Huta Pagaran Dolok, Saksi Bisu Generasi yang Telah Berlalu.
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Putusan terhadap Fadly Lukman Simanjuntak (19), terdakwa perkara tawuran maut di Belawan, kembali tertunda. Sidang y
Peristiwa 10 jam lalu
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti temuan indikasi titik api (hotspot) yang terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning
Sumut 12 jam lalu
Pria ini harus berurusan dengan pihak kepolisian usai diduga kuat melarikan sepeda motor milik seorang mahasiswi asal Aceh Besar..
Peristiwa 12 jam lalu
Klarifikasi Tarif Parkir Rp20 Ribu di Deleng Singkut, Pengusaha Warung Minta Maaf.
Sumut 13 jam lalu
Jagat maya kembali dihebohkan oleh "drama kantor" yang episodenya sangat salah tempat. Duh!
Viral 13 jam lalu