Selasa, 23 Juni 2026

Kondisi Terkini Wanita Korban Penganiayaan-Penyekapan Selama 3 Tahun di Bandung

Administrator - Selasa, 23 Juni 2026 13:21 WIB
Kondisi Terkini Wanita Korban Penganiayaan-Penyekapan Selama 3 Tahun di Bandung
Istimewa
YTR (29), korban penganiayaan dan penyekapan selama tiga tahun oleh kekasihnya berinisial TH (30), kini mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

POSMETRO MEDAN,Bandung - YTR (29), korban penganiayaan dan penyekapan selama tiga tahun oleh kekasihnya berinisial TH (30), kini mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar Siska Gerfianti mengatakan korban sudah bisa berkomunikasi dengan baik.

"Sudah, tapi tidak banyak, ya. Sekarang kita harapkan banyak beristirahat dulu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikisnya," kata Siska, Senin (22/6/2026).

Baca Juga:

Menilik kondisi luka korban yang mengalami kerusakan struktur wajah, bibir sobek, hingga penurunan fungsi penglihatan, Siska menyebut kerusakan struktur wajah tersebut dapat diperbaiki melalui operasi.

"Ya, kalau dengan kemajuan teknologi ilmu kedokteran, bisa, ya. Nanti bedah plastik rekonstruktif namanya," ujarnya.

Baca Juga:

Meski demikian, menurut Siska, hal itu membutuhkan waktu.

"Tapi mungkin perlu waktu dan tidak langsung sekali operasi, ya. Sebelum ke sana pasti ada pemulihan-pemulihan dulu. Nanti pada saatnya sudah siap, baru dilaksanakan rekonstruksinya," jelasnya.

Siska menyebutkan, meski korban sudah bisa berkomunikasi, pihaknya masih membatasi interaksi dan berharap korban bisa beristirahat dengan nyaman.

Menkes: Korban Akan Direkonstruksi

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin prihatin terhadap wanita korban penganiayaan dan penyekapan di Bandung. Ia memastikan tim medis fokus melakukan penanganan maksimal, termasuk tindakan rekonstruksi wajah korban.

Budi menjelaskan bahwa saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Seluruh proses medis akan dikawal langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Untuk yang korban kekerasan yang di Bandung ya, dari sisi kesehatan yang bersangkutan sekarang sudah dirawat di rumah sakit Kementerian Kesehatan di Bandung, RS Hasan Sadikin (RSHS)," kata Budi Gunadi kepada wartawan di Sespolwan Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Budi menekankan, penanganan medis tidak hanya sebatas pengobatan luka luar, tetapi juga mencakup tindakan bedah rekonstruksi untuk mengembalikan kondisi fisik korban.

"Dan kita akan merawat sampai rekonstruksi karena ini kan terjadi juga wajahnya harus direkonstruksi," ungkapnya.

Dalam menangani kasus ini, Menkes menyebutkan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk memastikan pemulihan korban secara menyeluruh dari berbagai aspek.

"Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPA dan kita bertiga sudah berkoordinasi," tutur Budi.

Budi mengaku sedih dengan adanya kejadian penganiayaan tersebut. Dia berharap aksi kekerasan serupa tidak terulang di Tanah Air.

"Saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan merasa sangat sedih, harusnya hal-hal ini tidak terjadilah di Indonesia. Jadi terima kasih juga atas masukannya dan kita berjanji akan merawat sebaik mungkin yang bersangkutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin," pungkasnya.

KDM Tanggung Biaya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menunjukkan kepedulian mendalam terhadap kasus tragis yang menimpa YTR (29).

YTR menjadi korban penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat alias TH (30) selama tiga tahun sejak 2023.

KDM mendatangi langsung mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk memantau kondisi perempuan asal Rancaekek yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan sadis tersebut, Senin (22/6/2026).

Namun, ia mengaku tidak tega melihat langsung kondisi fisik korban yang mengalami luka parah di wajah.

"Kondisinya semakin membaik walau saya jujur saja, lihatnya pun enggak berani, enggak tega. Tadi Bu Siska yang berkomunikasi dan saya mendengarkan. Karena saya itu laki-laki tapi hatinya Rinto, jadi enggak tega," ujar KDM saat keluar dari gedung rumah sakit.

Menyikapi penderitaan yang dialami korban dan keluarganya, KDM menegaskan ada dua hal krusial yang harus segera dituntaskan.

Pertama adalah fokus penanganan medis secara maksimal oleh tim dokter RSHS.

Kedua berkaitan dengan seluruh biaya pengobatan korban.

Secara tegas, KDM menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil alih dan menjamin seluruh biaya perawatan YTR hingga benar-benar pulih.

Ia meminta pihak keluarga tidak perlu lagi mencemaskan masalah finansial maupun administrasi.

"Enggak usah lagi mencari ke BPJS atau ke mana-mana. Saya tanggung (Pemprov Jabar). Jadi, enggak usah sibuk lagi keluarganya untuk mencari donasi ke mana-mana. Tadi, saya juga bekali buat keluarganya selama menunggu anaknya agar tak pusing mengurus kebutuhan di rumah," tegasnya.

Belajar dari tragedi memilukan yang menimpa YTR, KDM memberikan imbauan keras kepada seluruh perempuan di Jawa Barat dan Indonesia.

Ia mengingatkan pentingnya aspek kewaspadaan dan melibatkan keluarga dalam hubungan pertemanan.

"Itu penting ditemani keluarga kalau bepergian dengan seorang laki-laki," pesan KDM mengingatkan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Terkait proses hukum terhadap pelaku penganiayaan, Taufik Hidayat, yang saat ini masih buron, KDM memastikan pihak pemerintah daerah terus mengawal kasus ini.

Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian dan optimis pelarian pelaku akan segera berakhir.

(wan/bbs)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Dedi Mulyadi Janjikan Rp250 Juta untuk Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan di Bandung
Taufik Hidayat Penyekap Wanita di Bandung Selama 3 Tahun Resmi Jadi DPO
DPRD Setujui Penyempurnaan APBD 2026, Pemprov Sumut Bersiap Tetapkan Pergub
komentar
beritaTerbaru