Sabtu, 05 September 2026
Ledakan di Rumah Mewah Grand Polonia Medan

Temuan Labfor: Pusat Ledakan di Dapur, Dinding Roboh Hingga Kompor Tanam Terangkat

Faliruddin Lubis - Rabu, 22 Juli 2026 01:38 WIB
Temuan Labfor: Pusat Ledakan di Dapur, Dinding Roboh Hingga Kompor Tanam Terangkat
Raden Armand
Evakuasi korban ledakan rumah mewah di Grand Polonia Medan.

Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian bersama Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak. (Adam Wizard)

POSMETRO MEDAN,Medan- Tim gabungan dari Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Sumatera Utara masih terus melakukan investigasi mendalam terkait insiden ledakan dahsyat, yang merusak rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan.

Baca Juga:

Berdasarkan data terkini dari kepolisian, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Insiden tragis ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya selamat namun harus menjalani perawatan akibat luka-luka yang diderita.

Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, mengungkapkan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kuat dugaan pusat ledakan berasal dari bagian dalam rumah, tepatnya di area dapur.

Baca Juga:

"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan pola kerusakan dengan ciri khas tekanan yang berasal dari dalam rumah. Tekanan yang sangat kuat ini menyebabkan dinding bangunan hingga barang-barang di dalamnya roboh," ujar Roy kepada awak media,Selasa (21/7/2026).

Roy menjelaskan, fokus penyelidikan kini mengarah kuat pada salah satu ruangan, yakni area dapur. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah petunjuk fisik yang memperkuat indikasi terjadinya ledakan akibat akumulasi gas.

"Di area dapur, kami menemukan kompor tanam dalam kondisi terangkat ke atas serta beberapa pintu kabinet yang terbuka. Di titik itu juga terdapat terminal gas yang biasa digunakan untuk memasak," terangnya.

Ia menambahkan, kondisi fisik di lokasi mengindikasikan kuat telah terjadi kebakaran gas yang memicu peningkatkan tekanan secara mendadak.

Pemeriksaan teknis menggunakan alat gas detector di area dapur juga memperlihatkan adanya konsentrasi gas yang berpotensi memicu ledakan (detonation).

"Kami menemukan adanya konsentrasi gas bervariasi, setidaknya mencapai 10 persen Lower Explosive Limit (LEL). Dalam tingkat konsentrasi tersebut, gas memang sangat rentan terdetonasi," lanjut Roy.

Sejauh ini, tim Labfor tidak menemukan adanya indikasi keberadaan konsentrasi gas berbahaya di area atau ruangan lain selain dapur.

Menutup keterangannya, Roy menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penanganan dan penelusuran secara komprehensif guna memastikan penyebab pasti insiden yang menelan korban jiwa tersebut.(DAM)

Tags
beritaTerkait
Kompol Dedi Kurniawan Kena Sanksi PTDH, Langsung Ajukan Banding
Saya Bilang Jangan Keluar Nggak Ada Sewa, Tapi Dia Pergi Lagi...
Kedua Tersangka Baru Pertama Melakukan, Korban Dibuang Masih Hidup
Ssstt...Tersangka Ledakan di Grand Polonia Sudah Ada
Dari Sumatera Utara untuk Nusa Tenggara Timur, Kepedulian tak Mengenal Jarak
Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta Raih  Dua Penghargaan dari Kapolri
komentar
beritaTerbaru