Skandal Moral Bongkar Jabatan! Terbukti Plesiran Mesra, Ketua Bawaslu Labuhanbatu Wahyudi Resmi Dicopot DKPP RI
Skandal Moral Bongkar Jabatan! Terbukti Plesiran Mesra, Ketua Bawaslu Labuhanbatu Wahyudi Resmi Dicopot DKPP RI.
Peristiwa 55 detik lalu
POSMETRO MEDAN,Sidoarjo -- Evakuasi Nur Ahmad, salah satu santri yang terjebak reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo pada Senin (29/9/2025) berlangsung dramatis. Tenaga kesehatan harus mengambil langkah untuk mengamputasi lengan kirinya di lokasi kejadian.
Dokter Aaron Franklyn Suaduon Simatupang, salah satu dokter yang bertugas saat itu, mempertaruhkan nyawanya untuk membantu evakuasi. Bagi Aaron, saat itu tidak ada misi lain kecuali membawa keluar Ahmad dan menyelamatkan nyawanya dalam kondisi hidup, atau justru ikut tertimpa bangunan yang sewaktu-waktu berpotensi ambruk lagi.
"Pikiran saya, saya udah siap mati sama pasien kalau bangunan itu runtuh. Karena itu sangat berbahaya, salah gerak sedikit ambruk," ujar Aaron, Jumat (3/10/2025).
Dalam misi tersebut, dirinya berada di bawah supervisi Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RSUD R T Notopuro Sidoarjo, Dokter Larona Hydravianto, langsung memutuskan untuk menyelamatkan Ahmad.
Saat itu, Ahmad terancam kehilangan banyak darah lantaran siku lengan kirinya tertindih habis oleh beton bangunan yang ambruk. Menurut Aaron, ada dua pilihan, yakni menunggu beton diangkat, lalu korban dievakuasi atau opsi kedua, langsung melakukan tindakan anestesi dan amputasi di lokasi.
"Sepertinya tidak memungkinkan untuk yang opsi pertama karena risikonya adalah pasien kehilangan darah lebih banyak lagi, kemudian oksigen yang ada menipis, sehingga pasien kemungkinan bisa hipoksia yang berujung pada hal yang tidak kita inginkan," bebernya.
Aaron saat itu pun harus merayap sekitar 10 meter dengan ruang yang cukup terbatas. Ketinggian maksimalnya 50 sentimeter dan langsung melakukan pembiusan.
"Saya suntikkan obat bius, kalau sakit maaf ya," ujarnya ke Ahmad yang saat itu dalam posisi tengkurap.
Ia lalu berhasil menuntaskan amputasi di lokasi sekitar 10 menit, kemudian dirinya kembali merayap keluar sembari menarik korban. Sampai di luar reruntuhan, dokter yang siaga langsung melakukan stabilisasi terhadap kondisi Ahmad.
"Ya memang di dalam itu sangat terbatas ruangnya. Jadi, enggak mungkin semua bisa masuk sebagai tim, tapi kami di pos masing-masing," ungkapnya.
Skandal Moral Bongkar Jabatan! Terbukti Plesiran Mesra, Ketua Bawaslu Labuhanbatu Wahyudi Resmi Dicopot DKPP RI.
Peristiwa 55 detik lalu
Polres Humbahas Gerebek Judi Tembak Ikan di Desa Hutajulu, Tiga Pelaku Diamankan.
Sumut 30 menit lalu
2 Terduga Pelaku Pencurian di Binjai Ditangkap Polisi.
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDANAkrobat penegakan hukum di wilayah Kejaksaan Negeri Langkat meyeruak hingga puncak. Eksekusi Alexander Halim alias Lim
Medan 3 jam lalu
2 terduga pembunuh Wakil Rektor IT&B Indonesia Kabanjahe Ditangkap.
Peristiwa 3 jam lalu
Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Jadi Sempat Viral Karena Mengejek Massa Pendemo.
Peristiwa 5 jam lalu
Sembunyikan Sabu di Bawah Bunga, Lansia di Pegajahan Diringkus Polres Sergai
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Kain tenun Deli Serdang tampil dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota pada Kriyanus
Inter-Nasional 16 jam lalu
POSMETRO MEDANMEDAN Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi menuntut terdakwa dugaan suap proyek jaringan internet Dinas K
Sumut 17 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi menin
Medan 17 jam lalu