Rabu, 13 Mei 2026
10 Kru dan Penumpang Pegawai KKP Ada di Dalam Pesawat

Jatuh Menabrak Bukit, Begini Penampakan Puing-puing Pesawat ATR 42-500

Faliruddin Lubis - Minggu, 18 Januari 2026 15:19 WIB
Jatuh Menabrak Bukit, Begini Penampakan Puing-puing Pesawat ATR 42-500
Fajar
Puing-puing pesawat dilihat dari ketinggian saat ditemukan Tim SAR. (fajar)

Menurutnya, teknologi penerbangan saat ini memungkinkan pesawat untuk mengantisipasi dan menghindari kondisi cuaca tertentu.

"Kalau cuaca itu kan given dari yang Maha Kuasa. Manusia diberi pengetahuan bagaimana mengendalikan cuaca, mau terbang ke situ atau menghindar. Teknologinya bisa mengatasi cuaca. Jadi kalau masalah cuaca, tidak," tegasnya.

Baca Juga:

Pesawat jenis ATR 42-500 tujuan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Pesawat itu seharusnya mendarat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel.

Pesawat ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport itu diperkirakan hilang kontak sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sabtu siang ini sekitar pukul 13.17 WITA.

Baca Juga:

Basarnas Makassar menyebut Pesawat ATR 42-500 membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.

Jumlah itu diralat dari sebelumnya sebanyak 11 orang terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan tiga penumpang yang ikut terbang dalam Pesawat udara jenis ATR 42-500 merupakan pegawai kementeriannya.

Menurut Trenggono tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang melakukan misi pengawasan melalui udara (air Surveillance). Ketiganya bertugas di Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atau PSDKP.

"Kehadiran kami saat ini adalah melakukan klarifikasi terkait adanya informasi yang beredar di masyarakat mengenai logo Kementerian Kelautan dan Perikanan. Perlu kami sampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Sabtu malam (17/1/2026).

Mereka adalah, pertama, Ferry Irawan, pangkat penata muda tingkat satu, dengan jabatan analis kapal pengawas.

Tags
beritaTerkait
Rekonstruksi Pembunuhan Bukit Tujuh, Tersangka Peragakan 12 Adegan, Terancam Penjara Seumur Hidup
Sembunyikan 2 Kg Sabu di Perut dan Paha, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap di Kualanamu
Ini Baru Sultan! Sultan Hassanal Bolkiah Terbangkan Sendiri Pesawat ke KTT ASEAN di Filipina
Jemaah Haji Asal Tegal Wafat Sesak Napas saat Turun dari Pesawat
Harga Tiket Pesawat Melesat Naik, Jakarta-Medan Tembus Rp4,6 Juta
Pria Ini Terciduk Bawa Sabu dan Ineks di Bukit Lawang
komentar
beritaTerbaru