Jumat, 03 April 2026
Tim SAR Gabungan Cari Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Jasad Kedua Berjenis Kelamin Perempuan Ditemukan di Lokasi Terjal dan Curam

Faliruddin Lubis - Senin, 19 Januari 2026 18:43 WIB
Jasad Kedua Berjenis Kelamin Perempuan Ditemukan di Lokasi Terjal dan Curam
Fajar
Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat dan korban.

POSMETRO MEDAN, Pangkep — Tim SAR kembali menemukan korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Berdasarkan informasi yang didapatkan wartawan, korban yang terbaru ditemukan diketahui berjenis kelamin perempuan dan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Senin (19/1/2026).

Baca Juga:

"Telah ditemukan satu korban," kata Syafii kepada awak media.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim Disaster Victim Identification (DVI).

Baca Juga:

"Nanti mungkin (identitas korban) persisnya dari DVI, tapi dari informasi awal bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan," bebernya.

Syafii menjelaskan, korban ditemukan di medan yang sangat ekstrem. Lokasi penemuan berada di area tebing Gunung Bulusaraung yang dikenal terjal dan curam.

Korban kedua tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung, sehingga proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian ekstra serta keterlibatan personel dengan keahlian khusus.

Sebelumnya, Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, melepas tim gabungan yang bakal mengevakuasi satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng gunung Bulusaraung, Pangkep, Senin (19/1/2026).

Bersama dengan Asrem Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, Andi Sultan memberikan pembekalan terlebih dahulu kepada tim yang dipimpin warga bernama Arman (38).

Pembekalan itu diberikan Andi Sultan dalam apel pagi sekaligus pengecekan jumlah personel gabungan sekitar pukul 07.30 Wita.

Dikatakan Andi Sultan, sesuai hasil rapat pada Minggu (18/1/206) malam, kali ini pihaknya akan menempuh jalur darat dalam melakukan evakuasi.

Fokusnya, jasad korban yang ditemukan Arman bersama dua rekannya pada Minggu kemarin.

"Jalur ini (sesuai) petunjuk dari masyarakat. Yang bisa mengakses tempat ditemukannya korban kemarin," ujar Andi Sultan kepada awak media di posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci.

Lanjut dia, 34 personel gabungan yang diberangkatkan (mengalami tambahan empat orang), akan kembali mencoba mengangkat korban.

"Jadi kita mengambil opsi melakukan evakuasi melalui jalur masyarakat, jalur darat. Ada 34 orang yang berangkatkan," Andi Sultan menuturkan.

"Selain melakukan pencarian (korban lain), juga melakukan evakuasi," tambahnya.

Andi Sultan bilang, hingga saat ini karena kondisi cuaca masih ekstrem, baru satu korban yang berhasil ditemukan.

(Kondisi medan) Ini memang jarang dilalui masyarakat dan tidak ada perkebunan di situ. Maka dari itu jalur yang kita ambil ini memang cukup ekstrem untuk melakukan evakuasi," kuncinya.(fajar)

Tags
beritaTerkait
Nyawa Melayang di Proyek Islamic Center Medan, Fakta BPJS Tak Aktif Bongkar Dugaan Pelanggaran
Diumbang Dapat Podium, Eh...Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat
Pilot-Kopilot Tewas Usai Pesawat Tabrak Truk Damkar di Bandara New York
Jelang Lebaran, Gubsu Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng
Harga Tiket Pesawat Mahal saat Lebaran Tak Langgar Aturan, Ini Alasan Kemenhub
Rahmadani Siagian Dimakamkan di Labura, Di Medan Tinggal Bersama Orangtua Sambung
komentar
beritaTerbaru