PJS Simalungun Tanam 1.000 Pohon Buah di Kawasan Danau Toba
POSMETRO MEDAN, Simalungun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Kabupaten Simalungun menggelar aksi sosial penanaman
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Beberapa orang mengalami nyeri dada yang bisa sangat menyakitkan. Misalnya, rasa nyeri itu menjalar hingga ke lengan kiri dan punggungnya, membuatnya sulit bernapas dan berkeringat dingin. Dalam kondisi panik, penderita dapat diliputi kecemasan karena tak tahu pasti apakah ini gejala serangan jantung yang mematikan atau hanya akibat asam lambung yang kambuh.
Ketidakpastian itu membuatnya ragu untuk segera mencari pertolongan medis. Padahal, nyeri dada seperti ini bisa menjadi tanda kondisi serius yang memerlukan penanganan cepat.
Lalu, apa perbedaan antara nyeri dada yang disebabkan oleh asam lambung dengan serangan jantung?
Baca Juga:
Dokter gastroneterologi di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Hasan Maulahela, SpPD, Subsp. G.E.H (K) menjelaskan bahwa perbedaan kentara antara nyeri dada akibat asam lambung dan serangan jantung adalah berdasarkan dampak dari aktivitas yang dilakukan. "Nyeri dada yang memberat pada saat aktivitas bisa merupakan gangguan jantung," ujar Hasan saat dikutip dari kompas.com, Kamis (29/5/2025).
Ia menambahkan, untuk nyeri dada karena asam lambung, akan disertai dengan rasa terbakar di dada yang biasanya timbul setelah makan. "Nyeri dada karena asam lambung (GERD), biasanya timbul setelah makan, terutama ketika berbaring atau membungkuk," lanjut dia.
Baca Juga:
Hasan menambahkan, gejala ini disebabkan oleh refluks asam lambung ke kerongkongan (esofagus), yang merupakan gejala utama GERD.
Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus dekan di Fakulkas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM mengatakan, perbedaan antara nyeri dada ini terletak pada lokasi rasa sakitnya.
"Nyeri jantung itu biasanya ada di sebelah kiri dan menjalar ke tangan kiri," ujar Ari saat dihubungi secara terpisah oleh Kompas.com, Kamis (29/5/2025).
"Kalau asam lambung biasanya nyerinya dada disertai mulut pahit dan rasa asam," lanjut dia.
Meski sudah mengetahui perbedaan dari nyeri dada akibat asam lambung atau gangguan jantung, Ari mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memeriksakannya ke dokter jika terjadi nyeri dada. Sebab, dengan pemeriksaan yang tepat, maka diagnosa bisa ditegakkan untuk dilakukan tindakan pertolongan atau pengobatan yang sesuai. (wan/kcm)
POSMETRO MEDAN, Simalungun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Kabupaten Simalungun menggelar aksi sosial penanaman
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Kutalimbaru Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS melakukan panen cabai
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDANRuang sidang tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, Jumat, (24/04/2026) menjadi saksi bergulirnya perkara dugaan
Kriminal 10 jam lalu
Posmetro Medan, BINJAI Keluarga pasien mengaku kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit Latersia Binjai, setelah merasa dipaksa menjalani tin
Kriminal 12 jam lalu
Jual Beli Terselubung Narkoba di Tengah Aktivitas Pasar Tradisional,Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus Penjual
Kriminal 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Car Free Day (CFD) Pemkab Deli Serdang kembali digelar memasuki pekan kedua, Rabu (22/4/2026). Kegiatan i
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Penataan kabel utilitas mulai dilaksanakan di sejumlah ruas jalan utama di Kecamatan Lubuk Pakam. Ada lima ruas
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana K
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Ketua Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur, Muslim Simbolon, meyakini Gubernur Sumatera Utara Bobby Nas
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan Mobilitas masyarakat antarwilayah kepulauan kini semakin mudah dan praktis. PT Bank Sumut menghadirkan inovasi layan
Bisnis 15 jam lalu