"Ini menjadi atensi pribadi saya. Vape ini beredar secara terbuka. Anak-anak SMP, SMA, hingga mahasiswa bisa saja terkecoh atau terjebak. Kalau sabu mungkin butuh alat khusus, tapi kalau liquid ini bisa dikonsumsi di mana saja tanpa mengundang kecurigaan. Ini sangat berbahaya bagi masa depan anak bangsa," tegas Rico dengan raut wajah serius.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemko Medan ini memuji sikap proaktif Kapolrestabes Medan dan jajaran yang tidak menunggu bola. Keberhasilan pengungkapan yang terjadi secara berkala termasuk pemusnahan 50-60 kg narkoba beberapa waktu lalu adalah bukti bahwa kepolisian bergerak cepat merespons laporan masyarakat dan informasi dari media online.
Baca Juga:
"Kalau Polres pasif, barang-barang haram ini pasti sudah beredar luas. Ini bisa terungkap karena Polres reaktif terhadap laporan sekitar. Kami dari Pemerintah Kota Medan siap berkoordinasi penuh melalui tingkat kewilayahan Kecamatan dan Kelurahan untuk menyambungkan informasi warga ke pihak Kepolisian," tambahnya.
Menutup pernyataannya, Rico Waas juga menyinggung soal pengawasan tempat hiburan malam yang sering menjadi titik rawan peredaran. Ia menegaskan bahwa Pemko Medan siap mendukung langkah tegas Kapolrestabes dalam menindak lokasi-lokasi yang terbukti menjadi sarang peredaran narkoba.
Baca Juga:
"Kerja ini harus detail dan komprehensif. Kami terus bersiap membantu Polrestabes Medan demi memastikan kota ini aman dan generasi muda kita terlindungi dari jerat narkoba," pungkasnya
Tags
beritaTerkait
komentar