Kamis, 05 Maret 2026

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Kapan Puncaknya?

Administrator - Kamis, 05 Maret 2026 14:21 WIB
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Kapan Puncaknya?
Istimewa
Ilustrasi dampak musim kemarau bagi petani.

"Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua," kata Ardhasena.

Wilayah Masuk Musim Kemarau Juli-September 2026

BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026. Periode ini diperkirakan mencakup 429 zona musim atau sekitar 61,4% wilayah Indonesia.

Sementara itu, sebagian wilayah lain diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli sekitar 12,6% wilayah, serta pada September sekitar 14,3% wilayah.

Wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Juli meliputi sebagian Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta sebagian kecil wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Papua.

Memasuki Agustus, kondisi kering diperkirakan semakin meluas. Wilayah yang mengalami puncak kemarau meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Papua.

Pada September, puncak musim kemarau masih terjadi di sebagian wilayah Lampung, sebagian kecil Jawa, serta sebagian besar NTT. Selain itu, kondisi tersebut juga diperkirakan terjadi di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil wilayah Papua.

BMKG juga memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 secara umum akan berada di bawah normal atau lebih kering dari biasanya di 451 zona musim atau sekitar 64,5% wilayah Indonesia. Sementara itu, sekitar 245 zona musim atau 35,1% wilayah diprediksi mengalami kondisi normal.

Sebaliknya, hanya tiga zona musim atau sekitar 0,4% wilayah di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang diperkirakan mengalami kemarau di atas normal atau lebih basah.

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru