Fabio Quartararo Meledak Usai Yamaha Melempem di MotoGP Spanyol 2026: Saya Tidak Bodoh!
Kontras performa ini terasa sangat menyakitkan bagi sang juara dunia 2021. Musim lalu di lintasan yang sama, ia berhasil meraih pole positi
Sport 15 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Harga minyak dunia melonjak tajam dalam sepekan terakhir seiring memanasnya perang Iran yang mengganggu jalur pengiriman energi global di Selat Hormuz.
Harga minyak Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan mingguan terbesar setidaknya sejak 1985 pada Jumat (7/3/2026). Lonjakan ini terjadi karena konflik yang telah berlangsung hampir sepekan membuat Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi dunia, praktis tertutup bagi lalu lintas kapal.
Harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), melonjak lebih dari 38 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelum konflik pecah. Harganya sempat menembus 92 dollar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak Brent sebagai acuan harga global naik sekitar 30 persen hingga diperdagangkan di atas 94 dollar AS per barel. Kenaikan ini menjadi lonjakan mingguan terbesar Brent sejak April 2020. Kedua acuan minyak tersebut kini berada pada level harga yang terakhir terlihat pada April 2024 untuk Brent dan setidaknya sejak Oktober 2023 untuk WTI.
Kenaikan harga minyak ini dipicu salah satu gangguan pasokan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Para analis menilai harga minyak masih berpotensi naik lebih tinggi apabila konflik terus berlanjut.
"Tanpa adanya kesepakatan dan penghentian cepat aktivitas militer, pasar minyak mentah bisa mulai mengalami gangguan besar dalam hitungan hari, bukan minggu atau bulan," ujar analis strategi energi global Macquarie, Vikas Dwivedi, dikutip dari Yahoo Finance.
Pengiriman minyak terganggu Sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang dikirim melalui laut biasanya melewati Selat Hormuz. Namun, jalur tersebut kini praktis berhenti beroperasi.
Data Vortexa menunjukkan sekitar 16 juta barel minyak saat ini tertahan di kawasan Teluk Persia karena kapal tanker tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju pembeli.
Kondisi ini memaksa produsen minyak mengurangi produksi karena tidak tersedia jalur pengiriman. Irak pada Selasa lalu mengumumkan pemangkasan produksi sebesar 1,5 juta barel per hari.
Laporan Wall Street Journal juga menyebut Kuwait kemungkinan akan mengambil langkah serupa. Analis JPMorgan Chase memperkirakan jika Selat Hormuz tetap tidak dapat dilalui, pemangkasan produksi bisa meningkat menjadi 3,3 juta barel per hari pada hari ke-8 konflik, 3,8 juta barel per hari pada hari ke-15, dan 4,7 juta barel per hari pada hari ke-18.
Kontras performa ini terasa sangat menyakitkan bagi sang juara dunia 2021. Musim lalu di lintasan yang sama, ia berhasil meraih pole positi
Sport 15 menit lalu
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) atau Kabasarnas, M Syafii, menyatakan seluruh korban yang berhasil dievakuasi be
Peristiwa 42 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Pematang Siantar Organisasi Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar cek harga minya
Bisnis satu jam lalu
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan seluruh korban dalam insiden tersebut mendapatkan penanganan maksimal.
Peristiwa satu jam lalu
Sejauh ini, perjalanan Indonesia di fase grup terbilang cukup impresif. Fajar Alfian dan kolega sukses mengantongi kemenangan sempurna 50
Sport satu jam lalu
Tes di Sirkuit Jerez digelar pada Senin (27/4/2026). Marc Marquez menempati posisi keempat dalam tes itu dengan catatan waktu satu menit 36
Sport satu jam lalu
Kemenangan itu memantapkan posisi MU di urutan ketiga klasemen sementara dengan 61 poin dari 34 laga, unggul tiga poin dari Liverpool dan A
Sport 2 jam lalu
Nilai tukar Rupiah pada Selasa 28 April 2026 kembali melemah 0,07 persen.
Bisnis 4 jam lalu
Harga Ayam Broiler di Labuhanbatu Turun jadi Rp30 ribu/Kg
Sumut 5 jam lalu
Ramalan cuaca di Sumut hari ini didominasi kondisi hujan ringan.
Sumut 5 jam lalu