Dugaan Pembunuhan Nenek di Deli Serdang Libatkan Oknum Polisi Terungkap, Cuma Gegara Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Dugaan pembunuhan nenek di Tanjung Morawa Libatkan Oknum Polisi Terungkap, cuma Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Peristiwa 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Harga minyak dunia melonjak tajam dalam sepekan terakhir seiring memanasnya perang Iran yang mengganggu jalur pengiriman energi global di Selat Hormuz.
Harga minyak Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan mingguan terbesar setidaknya sejak 1985 pada Jumat (7/3/2026). Lonjakan ini terjadi karena konflik yang telah berlangsung hampir sepekan membuat Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi dunia, praktis tertutup bagi lalu lintas kapal.
Harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), melonjak lebih dari 38 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelum konflik pecah. Harganya sempat menembus 92 dollar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak Brent sebagai acuan harga global naik sekitar 30 persen hingga diperdagangkan di atas 94 dollar AS per barel. Kenaikan ini menjadi lonjakan mingguan terbesar Brent sejak April 2020. Kedua acuan minyak tersebut kini berada pada level harga yang terakhir terlihat pada April 2024 untuk Brent dan setidaknya sejak Oktober 2023 untuk WTI.
Kenaikan harga minyak ini dipicu salah satu gangguan pasokan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Para analis menilai harga minyak masih berpotensi naik lebih tinggi apabila konflik terus berlanjut.
"Tanpa adanya kesepakatan dan penghentian cepat aktivitas militer, pasar minyak mentah bisa mulai mengalami gangguan besar dalam hitungan hari, bukan minggu atau bulan," ujar analis strategi energi global Macquarie, Vikas Dwivedi, dikutip dari Yahoo Finance.
Pengiriman minyak terganggu Sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang dikirim melalui laut biasanya melewati Selat Hormuz. Namun, jalur tersebut kini praktis berhenti beroperasi.
Data Vortexa menunjukkan sekitar 16 juta barel minyak saat ini tertahan di kawasan Teluk Persia karena kapal tanker tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju pembeli.
Kondisi ini memaksa produsen minyak mengurangi produksi karena tidak tersedia jalur pengiriman. Irak pada Selasa lalu mengumumkan pemangkasan produksi sebesar 1,5 juta barel per hari.
Laporan Wall Street Journal juga menyebut Kuwait kemungkinan akan mengambil langkah serupa. Analis JPMorgan Chase memperkirakan jika Selat Hormuz tetap tidak dapat dilalui, pemangkasan produksi bisa meningkat menjadi 3,3 juta barel per hari pada hari ke-8 konflik, 3,8 juta barel per hari pada hari ke-15, dan 4,7 juta barel per hari pada hari ke-18.
Dugaan pembunuhan nenek di Tanjung Morawa Libatkan Oknum Polisi Terungkap, cuma Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Peristiwa 6 menit lalu
Jelang HUT Ke81 RI, Babinsa Kodim 0207/Simalungun Turun Langsung Ajak Warga Kibarkan Merah Putih
Sumut 19 menit lalu
Betty Bromage, 97 tahun, pecahkan rekor dunia sendiri sebagai perempuan tertua yang melakukan wing walk, setahun setelah stroke.
Inter-Nasional satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI. Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mengatakan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Sumut 2 jam lalu
Ratusan Senjata dan Amunisi Ditemukan di Ruang Eks Ketua Yayasan Sekolah Jakarta.
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, langsung mengambil langkah cepat membantu pro
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, kembali menjalankan program berkantor di Kepu
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Korban Penipuan dan Penggelapan, May Mulyana, melalui Penasihat Hukumnya, M.Hendra S.H.,M.H. mempertanyakan profes
Peristiwa 2 jam lalu
Duta Genre Harus Jadi Penggerak Remaja, Rico Waas Jangan Hanya Aktif Saat Ada Acara.
Medan 3 jam lalu
Ungkap Hasil Operasi Pekat dan Kasus Narkoba.
Medan 3 jam lalu