Dugaan Pembunuhan Nenek di Deli Serdang Libatkan Oknum Polisi Terungkap, Cuma Gegara Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Dugaan pembunuhan nenek di Tanjung Morawa Libatkan Oknum Polisi Terungkap, cuma Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Peristiwa 6 menit lalu
Dalam 36 jam pertama konflik, serangan Iran menyasar berbagai wilayah di Timur Tengah dengan target utama infrastruktur militer dan sipil. Namun dalam beberapa hari terakhir, sasaran mulai bergeser ke fasilitas energi penting yang berpotensi semakin mengganggu rantai pasok minyak global.
Sejak Selasa, sejumlah fasilitas energi dilaporkan terdampak. Kilang Bapco Energies di Bahrain dilaporkan diserang. Sementara itu, kilang Ras Tanura di Arab Saudi menghentikan operasi, dan kompleks LNG Ras Laffan di Qatar menyatakan force majeure.
Selain itu, beberapa kapal tanker di Teluk Persia juga dilaporkan terkena serangan rudal dan drone. Garda Revolusi Iran juga mengancam akan menyerang kapal mana pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz, meski secara formal menyatakan jalur tersebut masih "terbuka".
"Pasar saat ini sangat volatil, dan reaksi para trader cukup bisa dipahami melihat eskalasi konflik yang terjadi," ujar kepala riset Timur Tengah dan Afrika Utara Rystad Energy, Aditya Saraswat.
Situasi tersebut membuat pasar menghadapi potensi kekurangan pasokan minyak yang signifikan. Beberapa negara, termasuk China, dilaporkan mulai menimbun cadangan minyak untuk mengantisipasi gangguan pasokan.
Akibatnya, harga kontrak minyak untuk pengiriman jangka pendek melonjak tajam di pasar perdagangan. Meski demikian, tidak semua analis di Wall Street memperkirakan harga minyak akan langsung menembus 100 dollar AS per barel.
Goldman Sachs, misalnya, mematok proyeksi harga minyak pada kuartal II 2026 di sekitar 76 dollar AS per barel. Namun bank investasi tersebut mengakui harga kemungkinan tetap bertahan di kisaran 80 dollar AS sepanjang Maret.
Kepala riset minyak Goldman Sachs, Daan Struyven, mengatakan risiko kenaikan harga masih terbuka lebar. "Risiko terhadap proyeksi harga minyak kami saat ini cenderung lebih besar ke arah kenaikan," ujarnya.
Para analis menilai faktor paling menentukan adalah berapa lama Selat Hormuz tetap tertutup. Dwivedi menilai pasar saat ini masih belum sepenuhnya memperhitungkan potensi kehilangan pasokan minyak akibat penutupan jalur tersebut. Menurut dia, jika Selat Hormuz tertutup selama beberapa pekan, dampaknya bisa memicu efek domino di pasar energi global.
"Dalam analisis kami, penutupan Hormuz selama beberapa pekan bisa mendorong harga minyak mentah hingga 150 dollar AS per barel atau bahkan lebih tinggi," kata Dwivedi.
Dugaan pembunuhan nenek di Tanjung Morawa Libatkan Oknum Polisi Terungkap, cuma Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Peristiwa 6 menit lalu
Jelang HUT Ke81 RI, Babinsa Kodim 0207/Simalungun Turun Langsung Ajak Warga Kibarkan Merah Putih
Sumut 19 menit lalu
Betty Bromage, 97 tahun, pecahkan rekor dunia sendiri sebagai perempuan tertua yang melakukan wing walk, setahun setelah stroke.
Inter-Nasional satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI. Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mengatakan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Sumut 2 jam lalu
Ratusan Senjata dan Amunisi Ditemukan di Ruang Eks Ketua Yayasan Sekolah Jakarta.
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, langsung mengambil langkah cepat membantu pro
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, kembali menjalankan program berkantor di Kepu
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Korban Penipuan dan Penggelapan, May Mulyana, melalui Penasihat Hukumnya, M.Hendra S.H.,M.H. mempertanyakan profes
Peristiwa 2 jam lalu
Duta Genre Harus Jadi Penggerak Remaja, Rico Waas Jangan Hanya Aktif Saat Ada Acara.
Medan 3 jam lalu
Ungkap Hasil Operasi Pekat dan Kasus Narkoba.
Medan 3 jam lalu