Maknai Muharam dengan 3 Momentum ; Muhasabah, Hijrah dan Tajdid
POSMETRO MEDAN, Medan Wakil Menteri Agama RI H. Romo Muhammad Syafii mengajak seluruh Umat Islam, khususnya di Sumatera Utara untuk memakn
Medan 11 menit lalu
Dalam 36 jam pertama konflik, serangan Iran menyasar berbagai wilayah di Timur Tengah dengan target utama infrastruktur militer dan sipil. Namun dalam beberapa hari terakhir, sasaran mulai bergeser ke fasilitas energi penting yang berpotensi semakin mengganggu rantai pasok minyak global.
Sejak Selasa, sejumlah fasilitas energi dilaporkan terdampak. Kilang Bapco Energies di Bahrain dilaporkan diserang. Sementara itu, kilang Ras Tanura di Arab Saudi menghentikan operasi, dan kompleks LNG Ras Laffan di Qatar menyatakan force majeure.
Selain itu, beberapa kapal tanker di Teluk Persia juga dilaporkan terkena serangan rudal dan drone. Garda Revolusi Iran juga mengancam akan menyerang kapal mana pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz, meski secara formal menyatakan jalur tersebut masih "terbuka".
"Pasar saat ini sangat volatil, dan reaksi para trader cukup bisa dipahami melihat eskalasi konflik yang terjadi," ujar kepala riset Timur Tengah dan Afrika Utara Rystad Energy, Aditya Saraswat.
Situasi tersebut membuat pasar menghadapi potensi kekurangan pasokan minyak yang signifikan. Beberapa negara, termasuk China, dilaporkan mulai menimbun cadangan minyak untuk mengantisipasi gangguan pasokan.
Akibatnya, harga kontrak minyak untuk pengiriman jangka pendek melonjak tajam di pasar perdagangan. Meski demikian, tidak semua analis di Wall Street memperkirakan harga minyak akan langsung menembus 100 dollar AS per barel.
Goldman Sachs, misalnya, mematok proyeksi harga minyak pada kuartal II 2026 di sekitar 76 dollar AS per barel. Namun bank investasi tersebut mengakui harga kemungkinan tetap bertahan di kisaran 80 dollar AS sepanjang Maret.
Kepala riset minyak Goldman Sachs, Daan Struyven, mengatakan risiko kenaikan harga masih terbuka lebar. "Risiko terhadap proyeksi harga minyak kami saat ini cenderung lebih besar ke arah kenaikan," ujarnya.
Para analis menilai faktor paling menentukan adalah berapa lama Selat Hormuz tetap tertutup. Dwivedi menilai pasar saat ini masih belum sepenuhnya memperhitungkan potensi kehilangan pasokan minyak akibat penutupan jalur tersebut. Menurut dia, jika Selat Hormuz tertutup selama beberapa pekan, dampaknya bisa memicu efek domino di pasar energi global.
"Dalam analisis kami, penutupan Hormuz selama beberapa pekan bisa mendorong harga minyak mentah hingga 150 dollar AS per barel atau bahkan lebih tinggi," kata Dwivedi.
POSMETRO MEDAN, Medan Wakil Menteri Agama RI H. Romo Muhammad Syafii mengajak seluruh Umat Islam, khususnya di Sumatera Utara untuk memakn
Medan 11 menit lalu
PT DPM membeli lahan warga tapi diminta untuk meneken surat agar tak ribut di medsos (media sosial).
Sumut 49 menit lalu
kegiatan Pembekalan dan Uji Sertifikasi Fasilitator Teknis Rabu (17/6) resmi dibuka Sekdin SDABMBK.
Medan 58 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) mengeklaim mulai menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih
Inter-Nasional satu jam lalu
Nilai Tukar Rupiah dibuka melemah terhadap Dolar AS pada Rabu, 17 Juni 2026.
Bisnis 2 jam lalu
Polres Pematangsiantar membekuk seorang pria yang diduga sebagai pemilik ganja seberat 12,36 gram.
Kriminal 2 jam lalu
Prediksi Timnas Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026 Duel Klasik Eropa yang Siap Sajikan Drama Besar.
Sport 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Badan Gizi Nasional (BGN) merombak total target penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027. Demi e
Medan 2 jam lalu
Integrasi Kawasan Hutan dan Tata Ruang Dinilai Penting untuk Atasi Konflik Lahan dan Perkuat Kepastian Hukum.
Medan 2 jam lalu
Prediksi Skor Timnas Portugal vs Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026 Last Dance Cristiano Ronaldo.
Sport 4 jam lalu