Selama perjalanan, bus disebut beberapa kali mengalami kendala teknis, mulai dari radiator yang sempat kering hingga kebocoran oli.
Namun perjalanan tetap dilanjutkan hingga akhirnya tragedi tak terhindarkan.
Baca Juga:
Puncak kejadian terjadi ketika terdengar benturan keras yang disusul kobaran api.
Bus yang ditumpangi bertabrakan dengan truk tangki BBM, lalu api dengan cepat membesar.
Baca Juga:
"Saya dengar benturan keras, lalu api sudah membesar. Saya dan istri langsung lompat keluar lewat jendela," tutur Ngadiono.
Keputusan itu menjadi penyelamat nyawa. Tak lama kemudian, seorang penumpang lain juga berhasil keluar dengan cara yang sama. Namun bagi sebagian besar penumpang lain, kesempatan itu tidak datang.
Setelah berhasil keluar, Ngadiono hanya bisa menyaksikan kobaran api yang semakin membesar disertai suara ledakan yang terus terdengar.
"Kami hanya bisa melihat penumpang lain terjebak di dalam bus. Kami tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya dengan nada getir.
Akibat insiden tersebut, Ngadiono mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan.
Sementara istrinya, Jumiatun, serta satu korban selamat lainnya mengalami luka bakar serius dan kini dirawat intensif di ruang ICU RSUD Rupit.
Tags
beritaTerkait
komentar