RSUD dr. Djasamen Saragih Buka Kembali Layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan
RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Buka Kembali Layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan
Sumut 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta— Kader PKB, Umar Hasibuan mengungkap fakta menarik terkait kasus dugaan suap perbaikan jalan di Sumatera Utara (Sumut).
Lewat cuitan diakun media sosial X pribadinya, Umar mengatakan OTT dari KPK tidak bakal dilakukan sampai ke Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
OTT oleh KPK disebut hanya sampai ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara (Sumut), Topan Obaja Ginting.
Baca Juga:
Hal itu sesuai pernyataan yang disampaikan Eks Penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap.
"Kata @yudiharahap46 KPK OTT cuma sampai Topan Ginting saja gak sampai Bobby," tulisnya dikutip Selasa (1/7/2025).
Baca Juga:
Lanjut Umar mengatakan, hal ini sama seperti kejadian di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dimana KPK tidak berani untuk melakukan OTT sampai ke Gubernur yang saat itu menjabat.
Ia pun dengan tegas meminta untuk tidak ada harapan OTT KPK bakal sampai ke menantu Jokowi Widodo itu.
"Sama seperti OTT @KPK_RI di Kalimantan Selatan tak berani sampai ke gubernurnya. Jadi jangan berharap banyak OTT KPK sampai ke Bobby dan seterusnya," tuturnya.
"Sederhana saja sampai sekarang KPK gak berani geledah kantor dan rumah Bobby," terangnya.
Sebelumnya, Yudi Purnomo menilai peran Topan Ginting dapat menjadi pintu masuk bagi KPK untuk mengembangkan kasus.
"Kuncinya ada di Topan. Dia kunci yang, bisa jadi, apa yang dilakukan dia on behalf-nya Mas Bobby bisa juga, tetapi sekali lagi, KPK tidak berhasil menemukan itu di proses penyelidikan KPK," kata Yudi dalam program Sapa Indonesia Pagi, Senin (30/6/2025).
Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kronologi dugaan suap proyek jalan milik Dinas PUPR Sumatera Utara dan Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 BBPJN Sumut Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Hal ini terkait informasi dari masyarakat ihwal infrastruktur di Sumut yang tak memadai sejak beberapa bulan lalu.
"Sehingga diduga ada tindak-tindak korupsi pada saat pembangunannya," kata Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung KPK.
Ini berkaitan dengan dugaan suap proyek jalan milik Dinas PUPR Sumatera Utara dan Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 BBPJN Sumut Kementerian Pekerjaan Umum (PU). (fajar)
RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Buka Kembali Layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan
Sumut 3 menit lalu
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk hadir di puncak Pesta Bolon Punguan Sagala Raja Boru Bere Ibebere (PSBBI) se dunia di Desa Sagala.
Sumut satu jam lalu
Selundupkan Sabu 1 Kg di Bandara Silangit, Kurir Asal Aceh Ditangkap.
Sumut 2 jam lalu
Diduga Mangkrak, Proyek Rp9,4 Miliar di RSJ Prof Dr Ildrem Minta Diusut Kejati Sumut.
Medan 2 jam lalu
Pilu Aipda Jhon Meydianto Sinaga dikabarkan meninggal di kamar mandi kontrakannya.
Peristiwa 2 jam lalu
Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pecahkan Rekor Dunia Permainan Kulcapi.
Medan 2 jam lalu
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026 Selecao Lebih Diunggulkan, Haaland Bisa Jadi Ancaman Besar.
Sport 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan berhasil mengukir pre
Medan 6 jam lalu
Timnas Maroko akan duel melawan Prancis di babak perempat final Piala Dunia 2026.
Sport 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Ketua Umum PWI Pusat Drs H Akhmad Munir mengingatkan seluruh anggota PWI untuk tidak terlibat bisnis narkoba dan ju
Inter-Nasional 6 jam lalu