Ini Pesan Wesly Silalahi untuk Pengurus Pusat GPI
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menggelar temu ramah dengan pengurus pusat GPI.
Berita 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan-Sebuah surat terbuka yang ditulis oleh Herry Tjahjono (HT), seorang warga biasa yang mengaku mencintai negeri ini seperti rumahnya sendiri, beredar luas di kalangan wartawan melalui grup WhatsApp. Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan pesan utama: tegakkan keadilan dan beri perhatian serius terhadap sikap beberapa menteri yang dinilai menyakiti rasa keadilan rakyat.
Dalam suratnya, Herry menyatakan bahwa ia adalah salah satu pemilih Prabowo dalam Pemilu lalu. Namun, surat yang ditulisnya bukan berisi pujian atau sanjungan, melainkan bentuk kepedulian berupa kritik yang jujur dan terbuka sebagai bagian dari demokrasi.
"Saya mengetuk pintu hati Bapak untuk memohon satu hal: perhatikanlah kembali beberapa pembantu Bapak yang tindak-tanduknya semakin terasa seperti angin dingin yang menusuk rasa keadilan rakyat," tulis Herry.
Baca Juga:
Herry menyebut dua menteri yang dinilainya perlu mendapat perhatian khusus dari Presiden. Pertama, Menteri Kebudayaan, yang dianggap bersikukuh mempertanyakan istilah "perkosaan massal" dalam tragedi Mei 1998.
Ia menilai bahwa semestinya seorang pejabat publik menunjukkan empati terhadap luka sejarah, bukan terjebak dalam perdebatan semantik. Apalagi, menurutnya, ketika seorang anggota DPR perempuan menangis dalam sidang, menteri tersebut tetap bergeming.
Baca Juga:
"Apakah air mata tidak cukup sebagai kesaksian? Apakah penderitaan harus berlabel untuk diakui?" tulisnya dengan nada pilu.
Kritik kedua diarahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), yang dinilai memihak pelaku intoleransi. Ia merujuk pada kasus penangguhan penahanan terhadap tersangka perusakan vila retret di Cidahu. Herry menilai sikap kementerian tersebut justru melemahkan penegakan hukum dan menyakiti rasa keadilan korban.
"Yang dibutuhkan masyarakat bukan belas kasihan untuk pelaku, tapi keberanian untuk berdiri bersama korban," tegasnya.
Herry menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo adalah pemimpin yang tulus mencintai bangsa ini. Ia mengutip pernyataan almarhum Gus Dur yang menyebut Prabowo sebagai sosok yang paling tulus untuk Indonesia. Karena itu, ia menaruh harapan agar Presiden tidak membiarkan para pembantunya mencederai martabat kepemimpinan.
"Jangan biarkan pembantu Bapak mencederai martabat kepemimpinan Bapak sendiri. Hanya Bapak yang bisa menegur, bahkan memecat mereka. Karena bagi seorang menteri, kata presiden lebih nyaring dari jeritan rakyat," tulis Herry.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menggelar temu ramah dengan pengurus pusat GPI.
Berita 3 jam lalu
Sekda Binjai Ikuti Raker Komisi II DPR RI, Bahas Penataan PPPK dan Relaksasi Belanja Pegawai Daerah.
Sumut 3 jam lalu
Bupati Karo, Antonius Ginting, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (8/6/2026).
Sumut 3 jam lalu
Ny. Neni Angelina JTP Hutabarat Dukung Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Pengembangan Agens Hayati.
Sumut 3 jam lalu
Badan Narkotika Nasional (BNN) dikabarkan menangkap 20 orang lebih atas dugaan penyalahgunaan narkoba.
Inter-Nasional 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Semangat membangun jejaring internasional dan memperkuat kapasitas jurnalis perempuan menjadi sasar utama audiensi
Medan 4 jam lalu
Timnas Indonesia Sikat Mozambik di GBK! Ole Romeny Jadi Pahlawan, Garuda Catat Kemenangan Kedua FIFA Matchday.
Sport 4 jam lalu
Isu dugaan praktik makelar proyek dan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, yang belakangan terus menjadi perbincangan publik
Medan 5 jam lalu
Sinergi Pencegahan Narkoba, Fokus RNI dan Winner Putera Puteri Pemulihan Sumut Audiensi ke BNNK Deli Serdang
Sumut 5 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Mengasah kemampuan dalam menembak tentunya sangat diperlukan sebagai bentuk melatih diri dalam keterampilan menemb
Sumut 7 jam lalu