Diduga Bunuh Diri, Istri Polisi Ditemukan Tewas di Komplek Bumi Asri Medan
Seorang wanita ditemukan tewas di kediamannya di Komplek Bumi Asri, Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (2/8/2026) malam.
Peristiwa 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan-Sebuah surat terbuka yang ditulis oleh Herry Tjahjono (HT), seorang warga biasa yang mengaku mencintai negeri ini seperti rumahnya sendiri, beredar luas di kalangan wartawan melalui grup WhatsApp. Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan pesan utama: tegakkan keadilan dan beri perhatian serius terhadap sikap beberapa menteri yang dinilai menyakiti rasa keadilan rakyat.
Dalam suratnya, Herry menyatakan bahwa ia adalah salah satu pemilih Prabowo dalam Pemilu lalu. Namun, surat yang ditulisnya bukan berisi pujian atau sanjungan, melainkan bentuk kepedulian berupa kritik yang jujur dan terbuka sebagai bagian dari demokrasi.
"Saya mengetuk pintu hati Bapak untuk memohon satu hal: perhatikanlah kembali beberapa pembantu Bapak yang tindak-tanduknya semakin terasa seperti angin dingin yang menusuk rasa keadilan rakyat," tulis Herry.
Baca Juga:
Herry menyebut dua menteri yang dinilainya perlu mendapat perhatian khusus dari Presiden. Pertama, Menteri Kebudayaan, yang dianggap bersikukuh mempertanyakan istilah "perkosaan massal" dalam tragedi Mei 1998.
Ia menilai bahwa semestinya seorang pejabat publik menunjukkan empati terhadap luka sejarah, bukan terjebak dalam perdebatan semantik. Apalagi, menurutnya, ketika seorang anggota DPR perempuan menangis dalam sidang, menteri tersebut tetap bergeming.
Baca Juga:
"Apakah air mata tidak cukup sebagai kesaksian? Apakah penderitaan harus berlabel untuk diakui?" tulisnya dengan nada pilu.
Kritik kedua diarahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), yang dinilai memihak pelaku intoleransi. Ia merujuk pada kasus penangguhan penahanan terhadap tersangka perusakan vila retret di Cidahu. Herry menilai sikap kementerian tersebut justru melemahkan penegakan hukum dan menyakiti rasa keadilan korban.
"Yang dibutuhkan masyarakat bukan belas kasihan untuk pelaku, tapi keberanian untuk berdiri bersama korban," tegasnya.
Herry menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo adalah pemimpin yang tulus mencintai bangsa ini. Ia mengutip pernyataan almarhum Gus Dur yang menyebut Prabowo sebagai sosok yang paling tulus untuk Indonesia. Karena itu, ia menaruh harapan agar Presiden tidak membiarkan para pembantunya mencederai martabat kepemimpinan.
"Jangan biarkan pembantu Bapak mencederai martabat kepemimpinan Bapak sendiri. Hanya Bapak yang bisa menegur, bahkan memecat mereka. Karena bagi seorang menteri, kata presiden lebih nyaring dari jeritan rakyat," tulis Herry.
Seorang wanita ditemukan tewas di kediamannya di Komplek Bumi Asri, Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (2/8/2026) malam.
Peristiwa 7 jam lalu
CFD Pertama di Medan Belawan, Rico Waas Bahagia dan Sehat Harus Menjangkau Seluruh Sudut Kota Medan.
Medan 12 jam lalu
Timnas Indonesia benarbenar harus menaruh kewaspadaan tinggi jelang laga ketiga babak Fase Grup ASEAN Hyundai Cup atau Piala AFF 2026.
Sport 12 jam lalu
POSMETRO MEDANSatresnarkoba Polrestabes Medan membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika modus baru yang dikemas dalam bentuk cartridge
Medan 13 jam lalu
Patroli Siskamling Koramil 14/Raya yang memperkuat Sinergi dengan Warga, Ciptakan Malam yang Aman dan Kondusif.
Sumut 14 jam lalu
Polres Batu Bara Ungkap Kasus Peredaran Narkotika, Tiga Orang Diamankan
Peristiwa 15 jam lalu
Bupati Karo Dorong Kemitraan Strategis Melalui Business Matching Festival Bunga dan Buah Tahun 2026.
Bisnis 16 jam lalu
Tim Gabungan Polrestabes Medan Razia Helens Night Market, 3 Positif 1 Terciduk Bawa Cartridge Vape.
Medan 16 jam lalu
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Labuhanbatu, Penry Patartua Nababan SH MH Desak Pemkab Jalankan Perda Nomor 7 Tahun 2024
Sumut 16 jam lalu
MPK Wilayah I SumutAceh Gelar Lomba Cipta Lagu Rohani Guru dan Siswa Kristen, Wesly Silalahi Sebut Momentum Bangun Karakter melalui Karya.
Sumut 17 jam lalu