Sabtu, 20 Juni 2026
Sepenggal Kisah MTsN 2 Medan

Merawat Kemanusiaan Lewat Kurikulum Berbasis Cinta

Evi Tanjung - Jumat, 19 Juni 2026 22:03 WIB
Merawat Kemanusiaan Lewat Kurikulum Berbasis Cinta
ist
Kurikulum berbasis cinta menyapa MTsN 2 Medan

POSMETRO MEDAN, Medan - Suasana di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Medan siang itu tampak begitu hidup. Riuh rendah tawa dan selebrasi siswa memecah atmosfer madrasah pascapelaksanaan ujian akhir semester.

Di lapangan terbuka, sebagian siswa tampak asyik beradu ketangkasan dalam pertandingan badminton, futsal, dan kasti dalam gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Di sudut lain, sayup-sayup terdengar harmoni alat musik seperti suara gitar yang dipetik oleh guru dan siswa. Begitu juga langkah kaki yang ritmis dari siswa yang tengah berlatih tari.

Sementara itu, ketenangan justru merajai ruang perpustakaan dan keheningan yang khusyuk menyelimuti Masjid, tempat jemari dan bibir para siswa lincah melakukan murajaah hafalan Al-Qur'an. Di antara riuhnya aktivitas, beberapa kelompok siswa tampak asyik berguyon sembari menikmati program makanan bergizi gratis.

Baca Juga:

Di taman mini, guru pendamping dan siswa "Duta Lingkungan Hidup" sedang asyik merawat tanaman-tanaman "Apotek Hidup". Sebagian membersihkan batang dan daun usang, ada yang menyiram air, ada yang berdiskusi betapa berartinya tanaman bagi manusia.

Di bulan Juni 2026 ini, atmosfer MTsN 2 Medan seolah menjelma bait-bait puitis mahakarya Sapardi Djoko Darmono: Hujan Bulan Juni. Seperti siklus tahunan yang tak terelakkan, Juni selalu menjadi panggung tempat bertemunya rasa cinta dan getirnya perpisahan. Ada cinta yang mendalam karena mereka telah berhasil mengukir memori belajar, berproses, dan menorehkan prestasi bersama. Namun, ada pula perpisahan yang harus dihadapi karena gerbang kenaikan kelas telah melambaikan tangan—memaksa mereka meninggalkan ruang kelas lama demi menapaki anak tangga yang lebih tinggi.

Sejak madrasah ini mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pertemuan dan perpisahan tak lagi dipandang sebagai akhir, melainkan dua sisi mata uang yang saling menggenapi. Output dari proses humanis ini mulai berbuah manis; para siswa kini tampil jauh lebih percaya diri dalam mengeksplorasi potensi diri mereka masing-masing.

Manifestasi KBC: Saat Kognitif dan Afektif Melebur di Ruang Kelas

Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta terbukti membawa lompatan kualitas yang signifikan, baik bagi lini pendidik maupun peserta didik di MTsN 2 Medan. Kurikulum ini berhasil mengawinkan aspek kognitif (kecerdasan intelektual) dan afektif (kecerdasan emosional) menjadi sebuah kolaborasi pembelajaran yang memikat.

Dafa, seorang siswa kelas VIII, merasakan betul transformasi spiritual dan emosional tersebut. Bagi Dafa, dinamika belajar di kelas VIII saat ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan pengalamannya di kelas VII dahulu.

"Melalui Kurikulum Cinta, nilai kasih sayang, toleransi, dan kepedulian ditanamkan dalam setiap aktivitas pembelajaran," ucap Dafa saat diwawancarai di kelasnya, Rabu (17/06/2026).

Halaman:
Tags
beritaTerkait
MTsN 2 Medan Raih Emas dan Perak pada O2SN Kota Medan
komentar
beritaTerbaru