Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sibabangun, Disita 25,85 Gram dan Buku Catatan Bon
Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sibabangun, Disita 25,85 Gram Sabu dan Buku Catatan Bon.
Sumut 10 menit lalu
Senada dengan Dafa, Nadrah, siswi kelas VIII lainnya, mengungkapkan bahwa KBC telah memperluas cakrawala pandangnya mengenai esensi kemanusiaan.
"Kurikulum ini menuntun kami untuk memahami cara mencintai sesama manusia dan merawat lingkungan, sekaligus bergerak bersama untuk mewujudkan cita-cita," ucapnya.
Baca Juga:
Perubahan paradigma ini juga dirasakan sebagai angin segar oleh para guru. Maimunah, salah satu guru di MTsN 2 Medan, mengakui bahwa pendekatan humanis dalam KBC telah mengikis sekat kaku antara guru dan murid. Ruang kelas tidak lagi mencekam, melainkan berubah menjadi hangat, inklusif, dan menyenangkan. Guru bertransformasi tidak hanya sebagai pengajar yang mentransfer ilmu, tetapi juga sebagai sahabat, mentor, dan pembimbing spiritual.
"Kami ditantang untuk menyelami dan memahami kebutuhan psikologis siswa secara personal. Ketika hubungan emosional guru dan siswa semakin erat, proses transfer ilmu menjadi jauh lebih nyaman, organik, dan efektif," jelas Guru Maimunah.
KBC: Laksana Air di Tengah Gurun Pasir
Secara historis, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan paradigma pendidikan transformatif yang diluncurkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 24 Juli 2025 di Makassar. Kehadiran KBC dirancang sebagai respons taktis dan strategis Kemenag terhadap situasi global saat ini dan juga bagaimana penerapan kurikulum klasik yang berbasis nilai belajar saja.
Selama bertahun-tahun, kurikulum konvensional dinilai terlalu menitikberatkan pada capaian akademik dan angka-angka kognitif mutlak. Dampaknya, dimensi afektif, empati, dan spiritualitas yang sejatinya merupakan ruh (jiwa) dari pendidikan Islam sering kali terabaikan. Proses pendidikan kerap terjebak dalam rutinitas administratif yang gersang akan makna kasih sayang, kehilangan orientasi transendental (kedekatan dengan Tuhan), serta kurang menyentuh kodrat kemanusiaan peserta didik secara utuh.
Melalui Kemenag, implementasi KBC di madrasah-madrasah kini diintegrasikan melalui rekonstruksi materi ajar, penguatan moderasi beragama yang inklusif, serta metode experiential learning (belajar berbasis pengalaman langsung). Kemenag berkomitmen menjadikan madrasah bukan sekadar pabrik kelulusan, melainkan ekosistem persemaian karakter mulia yang berbasis pada nilai Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi semesta alam).
Kepala MTsN 2 Medan, Pesta Berampu, menegaskan bahwa denyut nadi nilai-nilai cinta dalam KBC tidak boleh mandek di balik dinding-dinding ruang kelas. Kurikulum ini dirancang untuk mendobrak batas madrasah guna melahirkan budaya gotong royong, kepekaan sosial, dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar.
Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sibabangun, Disita 25,85 Gram Sabu dan Buku Catatan Bon.
Sumut 10 menit lalu
5 Kali Beraksi, Spesialis Curanmor Diciduk Tim Reskrim Polsek Medan Tembung Saat Tidur Pulas.
Medan 42 menit lalu
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikenal memiliki latar belakang dan rekam jejak kehidupan yang sederhana sejak masa muda.
Profil satu jam lalu
POSMETRO MEDAN DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menunjukkan kepedulian nyatanya kepada masyarakat. Ber
Medan 2 jam lalu
Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sibabangun, Amankan 1,36 Gram Barang Bukti
Peristiwa 2 jam lalu
Toba Caldera Culture Festival Dimulai, Ribuan Peserta Samosir International Choir Competition Hadir di Samosir.
Sumut 2 jam lalu
Wali Kota Wesly Terima Penghargaan Tokoh Toleransi dari FKUB Kota Pematangsiantar.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Bertempat di salah satu hotel di Bogor, Jawa Barat, Badan pemulihan asset (BPA) Kejaksaan Republik Indonesia menggela
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kajati Sumatera Utara Muhibuddin, SH.,MH diwakili Koordinator Bidang Tindak Pidana, Dr.Ricky Syaputra, turut hadir pa
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Wakajati Sumut), Eko Adhyaksono, SH.,MH, hadir sebagai penguji pada sem
Medan 4 jam lalu