Sabtu, 20 Juni 2026
Sepenggal Kisah MTsN 2 Medan

Merawat Kemanusiaan Lewat Kurikulum Berbasis Cinta

Evi Tanjung - Jumat, 19 Juni 2026 22:03 WIB
Merawat Kemanusiaan Lewat Kurikulum Berbasis Cinta
ist
Kurikulum berbasis cinta menyapa MTsN 2 Medan

Senada dengan Dafa, Nadrah, siswi kelas VIII lainnya, mengungkapkan bahwa KBC telah memperluas cakrawala pandangnya mengenai esensi kemanusiaan.

"Kurikulum ini menuntun kami untuk memahami cara mencintai sesama manusia dan merawat lingkungan, sekaligus bergerak bersama untuk mewujudkan cita-cita," ucapnya.

Baca Juga:

Perubahan paradigma ini juga dirasakan sebagai angin segar oleh para guru. Maimunah, salah satu guru di MTsN 2 Medan, mengakui bahwa pendekatan humanis dalam KBC telah mengikis sekat kaku antara guru dan murid. Ruang kelas tidak lagi mencekam, melainkan berubah menjadi hangat, inklusif, dan menyenangkan. Guru bertransformasi tidak hanya sebagai pengajar yang mentransfer ilmu, tetapi juga sebagai sahabat, mentor, dan pembimbing spiritual.

"Kami ditantang untuk menyelami dan memahami kebutuhan psikologis siswa secara personal. Ketika hubungan emosional guru dan siswa semakin erat, proses transfer ilmu menjadi jauh lebih nyaman, organik, dan efektif," jelas Guru Maimunah.

KBC: Laksana Air di Tengah Gurun Pasir

Secara historis, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan paradigma pendidikan transformatif yang diluncurkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 24 Juli 2025 di Makassar. Kehadiran KBC dirancang sebagai respons taktis dan strategis Kemenag terhadap situasi global saat ini dan juga bagaimana penerapan kurikulum klasik yang berbasis nilai belajar saja.

Selama bertahun-tahun, kurikulum konvensional dinilai terlalu menitikberatkan pada capaian akademik dan angka-angka kognitif mutlak. Dampaknya, dimensi afektif, empati, dan spiritualitas yang sejatinya merupakan ruh (jiwa) dari pendidikan Islam sering kali terabaikan. Proses pendidikan kerap terjebak dalam rutinitas administratif yang gersang akan makna kasih sayang, kehilangan orientasi transendental (kedekatan dengan Tuhan), serta kurang menyentuh kodrat kemanusiaan peserta didik secara utuh.

Melalui Kemenag, implementasi KBC di madrasah-madrasah kini diintegrasikan melalui rekonstruksi materi ajar, penguatan moderasi beragama yang inklusif, serta metode experiential learning (belajar berbasis pengalaman langsung). Kemenag berkomitmen menjadikan madrasah bukan sekadar pabrik kelulusan, melainkan ekosistem persemaian karakter mulia yang berbasis pada nilai Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi semesta alam).

Kepala MTsN 2 Medan, Pesta Berampu, menegaskan bahwa denyut nadi nilai-nilai cinta dalam KBC tidak boleh mandek di balik dinding-dinding ruang kelas. Kurikulum ini dirancang untuk mendobrak batas madrasah guna melahirkan budaya gotong royong, kepekaan sosial, dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar.

Tags
beritaTerkait
MTsN 2 Medan Raih Emas dan Perak pada O2SN Kota Medan
komentar
beritaTerbaru