Kepercayaan terhadap Richard Tampubolon terus berlanjut. Ia kemudian diangkat menjadi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan III) yang membawahi wilayah strategis Indonesia bagian timur, sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, salah satu posisi paling strategis di Markas Besar TNI.
Sebagai Kasum TNI, Richard Tampubolon membantu Panglima TNI dalam mengoordinasikan seluruh staf umum Mabes TNI, mulai dari perencanaan, operasi, personel, logistik, hingga kebijakan strategis yang melibatkan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Jabatan ini menempatkannya pada posisi yang memiliki pandangan menyeluruh terhadap organisasi TNI.
Baca Juga:
Menariknya, Richard Tampubolon merupakan teman seangkatan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sama-sama lulusan Akmil 1992.
Meski berasal dari angkatan serupa, keduanya meniti jalur karier yang berbeda hingga sama-sama mencapai pangkat Letnan Jenderal.
Baca Juga:
Bagi banyak pengamat, kombinasi pengalaman Richard Tampubolon di Kopassus, operasi khusus, komando teritorial, pengawasan internal TNI AD, komando gabungan, hingga jabatan strategis sebagai Kasum TNI menjadi modal penting yang membuat namanya masuk dalam bursa KSAD.
Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan menjadi KSAD berikutnya.
Penunjukan KSAD merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari rekam jejak kepemimpinan, kebutuhan organisasi, integritas, pengalaman, hingga arah kebijakan pertahanan nasional.
Yang jelas, nama Letjen TNI Richard Tampubolon kini menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan dalam dinamika bursa KSAD.
Apakah perjalanan karier dan pengalaman yang dimilikinya akan mengantarkannya memimpin TNI Angkatan Darat? Publik masih menunggu keputusan resmi Presiden.***
Tags
beritaTerkait
komentar