Mantan Kepala Kas BNI Aek Nabara Sempat Kabur ke Australia, Akhirnya Tertangkap Polisi
POSMETRO MEDAN Kasus dugaan penggelapan dana nasabah yang melibatkan mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah, terus
Kriminal 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Asahan– Perjalanan hidup AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H., hingga akhirnya menjabat sebagai Kapolres Asahan, ternyata bukanlah jalan yang pernah ia rencanakan.
Lahir dari keluarga sederhana, dengan orang tua seorang guru di Tasikmalaya, Revi tumbuh sebagai remaja yang aktif dan gemar berolahraga. Saat SMA di Bandung, ia tinggal bersama saudaranya dan menjalani kehidupan layaknya pelajar pada umumnya.
Revi mengaku sejak kecil tidak pernah terpikir untuk menjadi polisi, apalagi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Cita-citanya justru menjadi guru matematika. Ia bahkan sudah merencanakan untuk melanjutkan pendidikan ke ITB setelah lulus sekolah.
Baca Juga:
Namun perjalanan hidup berubah ketika seorang teman SMA bernama Rahman memintanya untuk menemani mendaftar polisi ke Polda Jawa Barat.
Saat itu Revi menolak karena merasa tidak tertarik dan lebih memilih bermain basket. "Kita aja masih kucing-kucingan sama polisi, kamu malah mau tes polisi," cerita Revi, mengulang kembali ucapan masa SMA-nya.
Baca Juga:
Karena tidak ada teman lain yang bersedia mengantar, Rahman kembali menemui Revi di lapangan basket dan memaksanya untuk ikut, setidaknya hanya sebagai teman.
Sesampainya di Polda Jawa Barat, Revi justru melihat tujuh temannya dari sekolah yang juga sedang mendaftar. Dari situ rasa penasaran mulai muncul. Ia menanyakan persyaratan, membawa brosur, lalu memutuskan pulang untuk menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan.
Tak disangka, pada tes tahap pertama hingga berikutnya, justru ketujuh temannya gugur dan Revi seorang diri yang terus melaju ke tahap selanjutnya. Padahal awalnya ia hanya berniat "ikut-ikutan" dan tidak benar-benar ingin menjadi polisi.
Ketika panggilan tes lanjutan di Semarang tiba, Revi berada di titik bimbang. Ia ingin kuliah, terlebih ada perempuan yang ia sukai di kampus pilihannya, namun orang tuanya lebih merestui ia mengikuti panggilan tersebut.
Dengan uang saku hanya Rp150 ribu dari orang tuanya, ia berangkat ke Semarang.
Sesampainya di tempat tes, seluruh barang bawaannya ditahan. "Untung cuma uang Rp150 ribu, kalau hilang ya sudahlah," batinnya waktu itu. Pada tes akhir, penyeleksi bertanya, "Siapa orang tuamu?"
"Guru," jawab Revi.
"Berapa uangmu sampai di sini?"
"300," ujar Revi.
"300 juta?"
"Tidak, 300 ribu. 150 ribu untuk kesehatan, 150 ribu ongkos dari Bandung ke Semarang."
Setelah itu penyeleksi berkata, "Sekarang kau keluar dan teriak bahwa kau tidak lulus."
Merasa harapannya untuk kuliah akan kembali terbuka, Revi langsung keluar ruangan dan berteriak lantang, "Horeeee aku tidak lulus!"
Padahal itulah bagian dari tes mental. Karena kejujuran, spontanitas, dan keteguhan hatinya, Revi justru dinyatakan lulus sebagai taruna Akpol.
Di balik keberhasilannya itu, ternyata fisiknya telah ditempa sejak SMA. Selama tiga tahun penuh, ia berjalan kaki 3 kilometer pergi dan 3 kilometer pulang menuju sekolah setiap hari. "Fisik saya ditempa alam sendiri," ujarnya.
Tanpa pernah ia rencanakan, keputusan spontan menemani teman mendaftar polisi akhirnya mengubah seluruh jalan hidupnya. Dari sekadar ikut-ikutan, Revi menapaki karier panjang di kepolisian hingga dipercaya memimpin Polres Asahan seperti sekarang.
Biodata
AKBP Revi Nurvelani adalah seorang perwira polisi yang menjabat sebagai Kapolres Asahan sejak Juli 2025, menggantikan AKBP Afdhal Junaidi.
Perwira yang akrab dengan wartawan itu lahir di Tasikmalaya pada 13 Agustus 1982 dan merupakan lulusan Akpol 2005. Ia memiliki tiga orang anak, hasil pernikahannya dengan sang istri Rani Puspita.
Sebelum menjabat Kapolres Asahan, ia pernah bertugas sebagai Kapolres Nias.
Riwayat karier dan pendidikan
Pendidikan: Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005.
Jabatan sebelumnya:
Kapolres Nias (2024-2025).
Kapolsek Medan Kota dan Kapolsek Medan Barat (Polrestabes Medan).
Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai dan Kasat Reskrim Binjai.
Kasubdit III Jatanras dan Kanit IV Subdit III Ditresnarkoba (Polda Sumut).
Prestasi dan rekam jejak
Dikenal sebagai sosok yang tegas, profesional, dan dekat dengan masyarakat.
Terlibat dalam pengungkapan kasus pembunuhan berencana di Kabupaten Langkat pada 2 Desember 2021.
Pernah mengungkap kasus pemalsuan tiket pertandingan sepak bola di Stadion Teladan pada Juli 2019.
Pernah meraih juara lomba bongkar senjata di kalangan Kapolsek jajaran Polrestabes Medan pada tahun 2019. (DIL/BIB)
POSMETRO MEDAN Kasus dugaan penggelapan dana nasabah yang melibatkan mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah, terus
Kriminal 2 jam lalu
Skuad Garuda mengawali perjalanan dengan manis di FIFA Series 2026 hingga sukses melesat ke final. Di partai puncak, pasukan John Herdman ak
Sport 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menggelar Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M us
Medan 6 jam lalu
Silalahi Raja Sektor Medan Kota menggelar syukuran perayaan HUT ke 36 di MJ Kafe Medan.
Medan 7 jam lalu
Kata Warga soal Sosok Pria yang Tewas dalam Freezer di Bekasi.
Peristiwa 7 jam lalu
POSMETRO MEDANSemangat pengabdian dan jiwa korsa mulai ditempa sejak langkah pertama. Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan Upaca
Sumut 7 jam lalu
Crash, Buat Veda Ega Pratama Gagal Finish di Moto3 Amerika Serikat.
Sport 8 jam lalu
Marco Bezzecchi Kuasai Klasemen Usai Menang di Austin, Persaingan Ketat Aprilia Racing.
Sport 8 jam lalu
Nilai tukar Rupiah Senin, 30 Maret 2026 pagi jadi Rp16.981 per Dolar AS melemah 1 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Bisnis 9 jam lalu
cuaca kota Medan Senin 30 Maret 2026 diguyur hujan ringan seluruh kecamatan.
Medan 9 jam lalu