Nasib Mohammad Arifin yang Kini Melawan Penyakit dan Beban Hidup
Harapan di Tengah Keterbatasan, Perjuangan Mohammad Arifin Melawan Penyakit dan Beban Hidup
Medan 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan-Kita berada di sebuah era, di mana seorang pemimpin, selain dituntut harus bekerja keras, harus pula siap untuk sering berdiri di depan sorot kamera, fasih merangkai kalimat, dan pandai mengemas kesan.
Sebenarnya, itu tak selalu karena keinginan memoles citra, tetapi karena zaman memang menuntut siapa pun untuk terbuka kepada publik.
Akan tetapi, ada juga yang bersikukuh memilih jalan berbeda: tetap lebih fokus bekerja, hemat berbicara. Tipe kedua inilah yang terasa melekat pada sosok Irjen Whisnu Hermawan Februanto, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Baca Juga:
Lahir di Bandung 54 tahun silam, ia tak pernah tampak sebagai figur yang mengejar sorot lampu. Dalam berbagai kesempatan, kalimatnya pendek-pendek, seperlunya. Tak bertele-tele. Selebihnya, ia membiarkan kerja yang berbicara.
Di tubuh Kepolisian Daerah Sumatera Utara, gaya kepemimpinan seperti ini bukan perkara mudah. Sumatera Utara adalah panggung dengan banyak lapis persoalan: kriminalitas perkotaan, peredaran narkotika, konflik agraria, hingga dinamika sosial yang tak pernah benar-benar sunyi.
Baca Juga:
Di ruang yang bergemuruh itu, Whisnu justru memilih irama yang tenang. Ia dikenal sebagai pekerja keras. Bukan sekadar hadir dalam agenda resmi, melainkan turun memeriksa detail, memastikan instruksi berjalan, dan menagih akuntabilitas. Mereka yang bekerja dekat dengannya paham, standar yang ia pasang tidak rendah. Disiplin bukan jargon, melainkan kebiasaan.
Yang menarik, semua itu dilakukan tanpa kegaduhan. Ia tak gemar membangun citra melalui retorika berlebihan. Tidak ada gunanya kita berharap dia akan mengeluarkan komentar yang bombastis.
Dalam banyak situasi, ia membiarkan hasil kerja kolektif jajarannya tampil sebagai wajah institusi.
Bekerja dalam senyap bukan berarti bekerja tanpa arah. Justru di sanalah letak kepemimpinannya: konsisten, terukur, dan penuh kepedulian. Kepedulian itu tampak dalam cara ia merespons persoalan-persoalan sosial, dari penanganan kasus-kasus yang menyentuh rasa keadilan publik, hingga perhatian terhadap kesejahteraan internal anggota.
Ia memahami bahwa institusi yang kuat lahir dari dua hal: ketegasan ke luar dan empati ke dalam.
Harapan di Tengah Keterbatasan, Perjuangan Mohammad Arifin Melawan Penyakit dan Beban Hidup
Medan 6 menit lalu
Pemprov Sumut Buka Penjaringan Calon Anggota Komisi Informasi 20262030.
Sumut 41 menit lalu
Upaya Penyelundupan PMI Ilegal Digagalkan Tim Operasi Gabungan TNI AL dan Imigrasi.
Sumut 51 menit lalu
Ini Keterangan Polisi Terkait Dugaan Tahanan Tewas Misterius di Mapolres Labuhanbatu.
Sumut satu jam lalu
Pengesahan pembentukan Pansus tersebut dipimpin oleh Erni Ariyanti Sitorus. Tiga Pansus yang dibentuk meliputi Pansus LKPJ, Pendapatan Asli
Sumut 2 jam lalu
Pihak SMA Negeri Lahug, tempatnya menuntut ilmu, memberi "Penghargaan Keunggulan Khusus" atas tekad dan komitmennya untuk terus belajar.
Lifestyle 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Langkat Pelayanan pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Langkat kembali mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Salah
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Percepatan sertipikasi terhadap tanah wakaf dilakukan untuk memperkuat legalitas aset keagamaan di berbagai daerah
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Humbahas Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan,
Sumut 4 jam lalu
Membasuh Luka di Balik Layar Senyum Fauzan Kembali Rekah Lewat Trauma Healing Polres Labuhanbatu.
Sumut 4 jam lalu