Selasa, 30 Juni 2026

Pagi Nanti: Prancis vs Swedia, Hati-hati The Les Bleus!

Faliruddin Lubis - Selasa, 30 Juni 2026 18:34 WIB
Pagi Nanti: Prancis vs Swedia, Hati-hati The Les Bleus!
X@FIFAWC26Updates
Grafis

POSMETRO MEDAN,East Rutherford - Prancis akan menghadapi Swedia pada pertandingan babak 32 besarPiala Dunia 2026 yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Duel ini diprediksi berlangsung menarik karena mempertemukan salah satu kandidat juara dengan tim yang lolos ke fase gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Les Bleus datang ke pertandingan ini dengan modal yang sangat meyakinkan. Tim asuhan Didier Deschamps berhasil menyapu bersih tiga laga di fase grup dan mengoleksi sembilan poin sempurna. Prancis juga tampil produktif dengan mencetak 10 gol serta hanya kebobolan dua kali.

Baca Juga:

Pada pertandingan terakhir fase grup, Prancis menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Norwegia 4-1.

Ousmane Dembele tampil sebagai bintang lewat torehan hattrick, sementara lini serang Prancis kembali memperlihatkan bahwa mereka tidak hanya bergantung pada Kylian Mbappe.

Baca Juga:

Produktivitas tersebut menjadi sinyal bahaya bagi Swedia. Selain memiliki Mbappe sebagai ujung tombak, Prancis juga mempunyai banyak pemain kreatif seperti Michael Olise, Desire Doue, hingga Dembele yang sedang berada dalam performa terbaiknya. Kedalaman skuad menjadi salah satu keunggulan terbesar Les Bleus dibandingkan tim peserta lainnya.

Di lini tengah, kombinasi Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot diperkirakan kembali menjadi pilihan utama. Keduanya berperan penting dalam menjaga keseimbangan permainan sekaligus membantu transisi dari bertahan ke menyerang.

Sementara itu, sektor pertahanan Prancis juga diprediksi semakin solid dengan kembalinya William Saliba.

Bek Arsenal tersebut sebelumnya sempat diistirahatkan karena mengalami masalah pada punggung, namun kini diperkirakan sudah siap berduet bersama Dayot Upamecano di jantung pertahanan.

Berbeda dengan lawannya, perjalanan Swedia menuju fase gugur tidak berjalan mulus. Tim besutan Graham Potter hanya mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan.

Mereka menang atas Tunisia, bermain imbang melawan Jepang, dan menelan kekalahan telak 1-5 dari Belanda. Catatan tujuh gol dan tujuh kali kebobolan menunjukkan bahwa Swedia masih belum menemukan keseimbangan permainan.

Lini depan memang mampu tampil cukup tajam, tetapi sektor pertahanan beberapa kali kehilangan konsentrasi ketika menghadapi tim dengan kualitas tinggi.

Meski demikian, Swedia tetap memiliki sejumlah pemain yang patut diwaspadai. Alexander Isak masih menjadi andalan di lini depan bersama Viktor Gyokeres dan Anthony Elanga.

Ketiganya dikenal memiliki kecepatan, kemampuan individu, dan penyelesaian akhir yang cukup baik. Strategi serangan balik kemungkinan kembali menjadi pilihan Graham Potter saat menghadapi Prancis.

Elanga diperkirakan akan memanfaatkan kecepatannya di sisi sayap untuk membuka ruang, sementara Isak dan Gyokeres menjadi target utama di kotak penalti.

Namun, Swedia juga menghadapi persoalan di lini belakang setelah Isak Hien mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat Graham Potter harus melakukan perubahan komposisi pemain bertahan agar mampu meredam agresivitas lini depan Prancis.

Jika melihat rekor pertemuan kedua tim, Prancis juga memiliki catatan yang lebih baik. Dalam lima pertemuan terakhir, Les Bleus berhasil meraih empat kemenangan, sedangkan Swedia hanya mampu menang sekali. Hasil itu menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Prancis menjelang pertandingan penting ini.

Performa lima pertandingan terakhir juga memperlihatkan perbedaan yang cukup mencolok. Prancis sukses meraih empat kemenangan dalam lima laga terakhirnya dan hanya sekali kalah saat menghadapi Pantai Gading pada laga uji coba.

Sebaliknya, Swedia hanya mencatat satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir dengan dua hasil imbang dan dua kekalahan. Melihat kualitas pemain, konsistensi permainan, hingga kedalaman skuad, Prancis memang lebih layak diunggulkan.

Mereka memiliki variasi serangan yang sulit dihentikan serta pengalaman bertanding di laga-laga besar yang menjadi modal penting pada fase gugur.

Swedia tentu tidak akan menyerah begitu saja. Tim asal Skandinavia itu masih memiliki peluang jika mampu tampil disiplin dan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang melalui serangan balik cepat.

Namun, mereka harus bermain nyaris tanpa kesalahan jika ingin menghentikan laju Prancis. Didier Deschamps diperkirakan akan tetap menginstruksikan timnya bermain agresif sejak menit awal.

Menguasai bola, menekan pertahanan lawan, serta memanfaatkan kecepatan para pemain depan menjadi skema yang kemungkinan kembali diterapkan.

Di sisi lain, Graham Potter kemungkinan memilih pendekatan yang lebih hati-hati dengan memperkuat lini tengah sebelum mencoba menyerang melalui transisi cepat.

Strategi tersebut bisa menjadi satu-satunya cara untuk mengimbangi dominasi permainan Prancis.

Pertandingan ini diperkirakan berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal. Prancis berpeluang mendominasi penguasaan bola, sedangkan Swedia akan menunggu peluang melalui serangan balik yang mengandalkan kecepatan para penyerangnya.

Apabila mampu mempertahankan performa seperti di fase grup, Les Bleus memiliki peluang besar untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Kombinasi pengalaman, kualitas individu, serta efektivitas lini serang membuat Prancis berada di atas angin menjelang pertandingan ini.

Prediksi skor akhir mengarah pada kemenangan Prancis.

Les Bleus dinilai memiliki cukup kualitas untuk mengatasi perlawanan Swedia dan melanjutkan langkah mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil meyakinkan.

Prediksi skor: Prancis 2-0 Swedia.(JawaPos)

Tags
beritaTerkait
Pagi Nanti: Meksiko vs Ekuador, Hidup Mati!
Dini Hari Nanti: Pantai Gading vs Norwegia, Ayo Erling Haaland Pulangkan Gajah ke Afrika!
Ismael Saibari dan Yassine Bounou Jadi Malapetaka De Oranje
Lagi, Tim Unggulan Belanda Masuk Kotak, Dihajar Maroko Lewat Adu Penalti
Gol Injury Time Selamatkan Brasil Dari Ngototnya Jepang
Kejutan! Paraguay Pulangkan Jerman Lewat Adu Penalti
komentar
beritaTerbaru