Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Hossam Hassan benar-benar bermaksud menggunakan gestur itu sebagai laporan dugaan rasisme.
Tidak ada laporan resmi yang menyebut adanya insiden rasial selama pertandingan Mesir kontra Argentina.
Baca Juga:
Fakta itu membuat makna gestur Hossam Hassan menjadi bahan spekulasi. Banyak pengamat menilai isyarat tersebut lebih berkaitan dengan kemarahan terhadap keputusan wasit dibanding dugaan diskriminasi.
Selain identik dengan protokol anti-rasisme FIFA, gestur menyilangkan tangan juga memiliki sejarah panjang sebagai simbol protes terhadap wasit.
Baca Juga:
Salah satu momen paling terkenal terjadi pada 2010 ketika José Mourinho melakukannya saat melatih Inter Milan.
Kala itu Mourinho menyilangkan kedua tangannya menyerupai simbol borgol sebagai bentuk sindiran bahwa timnya "dibelenggu" keputusan wasit.
Aksi tersebut dianggap menghina perangkat pertandingan sehingga pelatih asal Portugal itu dijatuhi hukuman larangan mendampingi tim selama tiga pertandingan.
Karena memiliki kemiripan, banyak pihak menduga Hossam Hassan sebenarnya sedang mengulang bentuk protes ala Mourinho.
Dugaan itu semakin menguat karena gestur tersebut dilakukan tepat setelah ketegangan memuncak di bangku cadangan Mesir akibat sejumlah keputusan kontroversial wasit.
Beberapa pemain cadangan Mesir bahkan terlihat berusaha menenangkan situasi.
Tags
beritaTerkait
komentar