Rabu, 08 Juli 2026

Isyarat Silang Tangan Hossam Hassan ke Wasit di Piala Dunia 2026! Protes ala Mourinho atau Sinyal Rasisme?

Faliruddin Lubis - Rabu, 08 Juli 2026 09:52 WIB
Isyarat Silang Tangan Hossam Hassan ke Wasit di Piala Dunia 2026! Protes ala Mourinho atau Sinyal Rasisme?
X@_iYasser99
Pelatih Mesir, Hossam Hassan kena kartu oleh wasit saat menyilangkan tangannya.

POSMETRO MEDAN,Amerika Serikat — Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, menjadi sorotan usai membuat isyarat menyilangkan tangan berbentuk huruf X kepada wasit Francois Litxer saat Mesir kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Gestur yang dilakukan pada menit-menit akhir laga itu langsung memicu perdebatan karena memiliki dua makna berbeda dalam dunia sepak bola.

Kekalahan Mesir terasa sangat menyakitkan setelah sempat unggul dua gol lebih dulu melalui Yasser Ibrahim dan Mustafa Zico hingga menit ke-67.

Baca Juga:

Namun, Argentina berhasil bangkit lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández yang memastikan kemenangan pada menit kedua masa injury time.

Sejak peluit akhir dibunyikan, perhatian publik tak hanya tertuju pada kebangkitan Argentina, tetapi juga pada gestur kontroversial Hossam Hassan yang diarahkan kepada wasit asal Prancis tersebut.

Baca Juga:

Banyak pihak mempertanyakan apakah isyarat itu merupakan tuduhan serius atau sekadar bentuk protes terhadap kepemimpinan pertandingan.

Gestur menyilangkan kedua tangan di pergelangan tangan atau membentuk huruf X kini menjadi bagian resmi dari protokol FIFA untuk melaporkan dugaan tindakan rasisme dalam pertandingan.

Isyarat itu diperkenalkan setelah Kongres FIFA ke-74 di Bangkok, Thailand, pada 17 Mei 2024 sebagai bagian dari kebijakan tanpa toleransi terhadap diskriminasi.

Protokol tersebut dirancang agar pemain, pelatih, staf, maupun ofisial pertandingan memiliki cara yang mudah dikenali untuk melaporkan dugaan pelecehan rasial di lapangan.

Ketika isyarat itu digunakan, wasit dapat menghentikan pertandingan dan menjalankan prosedur investigasi sesuai regulasi FIFA.

Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Hossam Hassan benar-benar bermaksud menggunakan gestur itu sebagai laporan dugaan rasisme.

Tidak ada laporan resmi yang menyebut adanya insiden rasial selama pertandingan Mesir kontra Argentina.

Fakta itu membuat makna gestur Hossam Hassan menjadi bahan spekulasi. Banyak pengamat menilai isyarat tersebut lebih berkaitan dengan kemarahan terhadap keputusan wasit dibanding dugaan diskriminasi.

Selain identik dengan protokol anti-rasisme FIFA, gestur menyilangkan tangan juga memiliki sejarah panjang sebagai simbol protes terhadap wasit.

Salah satu momen paling terkenal terjadi pada 2010 ketika José Mourinho melakukannya saat melatih Inter Milan.

Kala itu Mourinho menyilangkan kedua tangannya menyerupai simbol borgol sebagai bentuk sindiran bahwa timnya "dibelenggu" keputusan wasit.

Aksi tersebut dianggap menghina perangkat pertandingan sehingga pelatih asal Portugal itu dijatuhi hukuman larangan mendampingi tim selama tiga pertandingan.

Karena memiliki kemiripan, banyak pihak menduga Hossam Hassan sebenarnya sedang mengulang bentuk protes ala Mourinho.

Dugaan itu semakin menguat karena gestur tersebut dilakukan tepat setelah ketegangan memuncak di bangku cadangan Mesir akibat sejumlah keputusan kontroversial wasit.

Beberapa pemain cadangan Mesir bahkan terlihat berusaha menenangkan situasi.

Ibrahim Hassan yang menjabat sebagai manajer tim juga langsung menghampiri saudaranya untuk menurunkan tangannya sebelum berdialog dengan wasit sambil memberikan isyarat jempol sebagai upaya meredakan ketegangan.

Mesir Merasa Dirugikan oleh Keputusan Wasit

Kontroversi bermula saat Argentina mencetak gol penyama kedudukan melalui Lionel Messi.

Para pemain Mesir memprotes keras proses gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran yang seharusnya dihukum, sama seperti insiden sebelumnya ketika gol Mesir dianulir.

Pada menit ke-98, wasit Francois Litxer mengeluarkan kartu kuning kepada salah satu anggota staf pelatihMesir sebelum Hossam Hassan memperagakan gestur X yang menjadi pusat perhatian.

Wasit kemudian terlibat diskusi cukup panjang dengan Hossam Hassan dan Ibrahim Hassan sebelum pertandingan kembali dilanjutkan hingga peluit akhir.

Hingga kini belum diketahui apakah insiden tersebut dicantumkan dalam laporan resmi pertandingan atau akan ditindaklanjuti oleh FIFA.

Selepas pertandingan, Hossam Hassan meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Ia menilai Mesir mengalami perlakuan yang tidak adil dalam laga penting tersebut.

"Di mana keadilan dalam olahraga? Di mana keadilan dalam sepak bola? Saya tidak ingin memperindah kata-kata atau memilih ungkapan yang berbelit-belit; hari ini kami mengalami ketidakadilan yang jelas," ujar Hossam Hassan dalam konferensi pers.

Ia juga mengungkapkan Federasi Sepak Bola Mesir sebenarnya telah menyampaikan keberatan atas penunjukan wasit asal Prancis tersebut sebelum pertandingan berlangsung.

Menurutnya, kekhawatiran itu terbukti setelah laga berakhir dengan berbagai keputusan yang diprotes kubu Mesir.

Sebagai bentuk kekecewaan, Hossam Hassan mengaku tidak lagi berminat mengikuti sisa pertandingan Piala Dunia 2026.

"Inilah cara saya untuk mengungkapkan sikap saya dan membela hak saya, dan saya tidak akan menonton pertandingan lain apa pun di turnamen ini," tegasnya.

Kini perhatian tertuju pada laporan resmi pertandingan dan kemungkinan evaluasi dari FIFA.

Sampai saat ini belum ada penjelasan apakah gestur Hossam Hassan dianggap sebagai penggunaan protokol anti-rasisme, sekadar protes terhadap wasit, atau tidak akan berujung pada sanksi apa pun.(JawaPos)

Tags
beritaTerkait
Jumat Dini Hari: Prancis vs Maroko, Singa Pegunungan Bisa Makin Ganas!
Lionel Messi Pimpin Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Bisakah Pecahkan Rekor Just Fontaine?
Menang Adu Penalti Lawan Kolombia, Swiss Jumpa Messi Cees Lolos Perempat Final
Messi Catat Sejarah Gagal Penalti di Piala Dunia
Dramatis! Argentina Libas Mesir Lolos ke Perempat Final
Dini Hari Nanti: Swiss vs Kolombia, Underdog Rebutan Tiket Terakhir Perempat Final
komentar
beritaTerbaru