Jens Raven kembali menjadi ancaman untuk Timnas Vietnam, dia melepaskan tembakan namun masih bisa ditangkap dengan mudah oleh kiper Vietnam, Tran Trung Kien di menit 29.
Namun, di tengah gempuran Timnas Indonesia U-23, Vietnam justru berhasil mengejutkan. Pada menit ke-37, dari skema sepak pojok, Nguyen Cong Phuong berhasil menyambar bola liar di kotak penalti Indonesia, bola tersebut tak mampu diantisipasi Muhammad Ardiansyah. Gol tersebut membungkam seisi stadion, dan keunggulan 0-1 untuk Vietnam bertahan hingga babak pertama usai.
Baca Juga:
Memasuki babak kedua, Indonesia meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Gerard Vanenburg melakukan beberapa perubahan strategi demi mencari gol penyama kedudukan.
Namun, disiplinnya pertahanan Vietnam serta permainan pressing yang solid membuat Jens Raven dan kawan-kawan kesulitan menciptakan peluang berarti. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tidak berubah.
Baca Juga:
Kekalahan ini menjadikan Indonesia runner-up untuk kedua kalinya secara beruntun di turnamen ini, selalu dengan Vietnam sebagai batu sandungan. Bagi Vietnam, gelar ini menjadi yang ketiga secara berturut-turut, menegaskan status mereka sebagai raja sepak bola U-23 di kawasan ASEAN.
Meskipun harus menerima kenyataan pahit, perjuangan Timnas U-23 patut diapresiasi, namun dominasi Vietnam tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi sepak bola Indonesia di masa depan.(Bagas/Twitter)
Tags
beritaTerkait
komentar