Selasa, 01 September 2026

PSG Pertahankan Juara Liga Champions, Untung Ada Dembele

Faliruddin Lubis - Minggu, 31 Mei 2026 09:52 WIB
PSG Pertahankan Juara Liga Champions, Untung Ada Dembele
X@PSG_inside
Paris Saint Germain (PSG) berhasil keluar sebagai juara Liga Champions Eropa musim 2025/2026.

POSMETRO MEDAN, Jakarta- Paris Saint Germain (PSG) berhasil keluar sebagai juaraLiga Champions Eropa musim 2025/2026. Keberhasilan ini didapatkan PSG usai menaklukkan Arsenal di babak final lewat laga sengit hingga babak adu pinalti.

Kedua tim yang bermain imbang di dua babak dan dua babak extra tim memaksa laga harus dilanjutkan ke babak adu pinalti.

Laga final yang berlangsung di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) berakhir sama kuat 1-1 selama 90 menit plus 30 menit babak extra time

Baca Juga:

Dan di babak adu pinalti PSG sukses meraih gelar juara usai sepakan Gabriel melambung tinggi sehingga skor di babak adu pinalti berakhir 4-3.

Raihan ini sekaligus jadi kemenangan back to back PSG di kompetisi Liga Champions dalam dua musim beruntun. Gol-gol yang tercipta di lahir dari gol cepat yang diciptakan oleh Kai Havertz di menit keenam.

Baca Juga:

Dan kedua berhasil dibalas oleh PSG di babak kedua melalui eksekusi pinalti tenang dari Ousmane Dembele di menit ke-64.

Arsenal tampil mengejutkan di menit-menit awal babak pertama dengan berhasil nenciptakan gol cepat.

Pada menit keenam Arsenal sudah mampu mencetak gol ke gawang dari PSG melalui sepakan keras dari Kai Havertz yang gagal dibendung kiper lawan.

Kecolongan di menit awal PSG coba menebar ancaman. Di menit ke-11 upaya yang dilakukan Fabian Ruiz masih gagal usai sepakannya masih melebar.

Arsenal juga masih berusaha menggandakan keunggulannya. Di menit ke-26 umpan silang dari Buyako Saka masih mampu dihalau oleh kiper PSG.

Sampai menit ke-35 PSG yang tertinggal satu gol terus mendominasi penguasaan bola dan menekan lini pertahanan dari Arsenal.

Di menit ke-43 PSG kembali mendapatkan peluang, sayangnya sundulan dari Fabian Ruiz di dalam kotak pinalti masih melambung di atas mistar gawang.

Semenit berselang PSG lagi-lagi memberikan ancaman ke gawang David Raya, namun upaya dari Dembele masih jauh dari sasaran.

Di menit ke-45+3 Arsenal punya peluang emas untuk menggandakan keunggulan, upaya dari Havertz yang lepas di dalam kotak pinalti masih mampu dihalau oleh lini belakang PSG.

Sampai peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan tidak ada lagi gol yang tercipta skor sementara 1-0 untuk keunggulan Arsenal.

Masuk babak kedua, Arsenal dan PSG sama-sama mulai bermain terbuka dan menekan pertahanan lawannya masing-masing.

Peluang pertama bagi PSG didapatkan di menit ke-55 melalui bola mati sayang peluang ini gagal dimanfaatkan setelah sepakan Hakimi masih tepat ditangkapan Raya.

Pada menit ke-62 wasit yang memimpin laga menunjuk titik putih usai Kvaratskhelia dijatuhkan oleh Bukayo Saka. Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor dengan sepaka keras sukses menyamakan kedudukan di menit ke-64.

Di menit ke-72 PSG yang sedang membara usai menyamakan skor kembali dapat peluang. Kali melalui Dembele yanf sepakannya masih melebar tipis dari gawang Arsenal.

PSG melalui aksi dari Kvaratskhelia hampir berbalik unggul di menit ke-77 andai sepakannya tidak membentur tiang gawang.

Di menit ke-84 giliran Arsenal yang memberikan ancaman. Lewat skema throw in bola yang dilambung langsung ke kotak pinalti hampir saja terjadi gol andai tidak ada Joao Neves.

PSG kembali hampir mencetak gol keduanya di laga ini, pada menit ke-89 sepakan dari luar pinalti dari Vitinha berada tipis di atas mistar gawang.

Sampai peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua dibunyikan tidak ada lagi gol yang tercipta skor imbang 1-1 membuat kedua tim harus lanjut ke babak extra time.

Di dua babak extra time, baik PSG maupun Arsenal kembali gagal menciptakan satu gol pun untuk menentukan kemenangan.

Beberapa peluang memang tercipta melalui Desire Doue yang masih mampu digagalkan oleh David Raya.

Begitu juga dengan Arsenal yang mengancam melalui Timber dan Gyokeres namun tidak ada yang berhasil berbuah gol dan memaksa kedua tim lanjut hingga babak adu pinalti.

Dua eksekutor pertama Ramos dan Gyokeres sukses menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Untuk eksekusi kedua Doue sukses dengan baik dan berbanding terbalik dengan Eze yang gagal karena sepakannya melebar.

Kemudian untuk eksekutor ketiga dan keempat hanya ada Nuno Mendes yang gagal sehingga skor kembali sama kuat 3-3.

Dan untuk tendangan penentu Gabriel yang maju sebagai eksekutor gagal usai sepakannya melambung tinggi. Hasil ini sekaligus membuat PGS sukses menang Liga Champions secara back to back.(fajar)

Tags
beritaTerkait
Kena Serangan ke Ulu Hati, Ammarul Robohkan Jeka Saragih
Saling Pepet Sama Bezzecchi, Marquez Juara MotoGP Aragon
Rumah Vokasi Juara Desa Suka Maju Hadirkan Kelas Buket Khas Melayu
Aldeguer Gabung Tim Valentino Rossi, Ini Prestasinya di Lintasan Adu Gaspol
Tujuh Siswa MAN Dairi Ukir Prestasi Membanggakan di Kejuaraan Pencak Silat Sumut Open 2026
FC Polres Asahan Juara Piala Dandim 0208 Asahan
komentar
beritaTerbaru