Sabtu, 06 Juni 2026

Makam Dibongkar, Apakah Boy Simamora Meninggal Karena Diterkam Buaya?

P. Silalahi - Sabtu, 06 Juni 2026 13:43 WIB
Makam Dibongkar, Apakah Boy Simamora Meninggal Karena Diterkam Buaya?
Facebook @polres tapanuli tengah
Makam Boy Simamora yang dibongkar personel Polres Tapanuli Tengah bekerjasama dengan Tim Forensik Polda Sumut.

POSMETRO MEDAN– Penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Tengah bersama Polsek Manduamas membongkar makam (ekshumasi) terhadap jenazah Boy Simamora (20).

Peristiwa pembongkaran makam itu terjadi di Pemakaman Umum Dusun II, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (4/6/2026).

Langkah hukum ini diambil berdasarkan permohonan resmi pihak keluarga yang mencabut surat penolakan otopsi sebelumnya.

Baca Juga:

Keluarga berharap proses ini dapat memberikan kejelasan terkait penyebab pasti kematian korban yang dinilai mengalami kejanggalan.

Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel seperti disampaikan Humas Polres Tapanuli Tengah yang dimuat dipostingan anonim Facebook@ Polres Tapanuli Tengah seperti terlihat POSMETRO MEDAN Sabtu 6 Juni 2026 mengonfirmasi bahwa proses ekshumasi berjalan aman dan kondusif dengan pengamanan ketat dari personel gabungan Polres Tapteng dan Polsek Manduamas yang dipimpin Kapolsek Manduamas, AKP Marulitua Simanjorang.

Baca Juga:

Peristiwa bermula saat Kepala Desa Sampang Maruhur, Master Rudi Sigalingging, melaporkan ada warga yang belum kembali ke rumah pada Rabu 27 Mei 2026 sore.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, korban bersama beberapa rekannya diketahui masuk ke area perkebunan PT Nauli Sawit Blok 41.A pada Rabu dini hari sekira pukul 01.00 WIB diduga untuk melakukan pencurian buah kelapa sawit. Namun, sekira pukul 02.00 WIB, petugas keamanan perusahaan yang sedang berpatroli memergoki aksi tersebut.

Saat hendak diamankan, para pelaku melarikan diri dengan cara melompati parit pembatas keluar dari lahan perkebunan.

Saat pelarian berlangsung, salah satu rekan korban sempat mendengar suara benda jatuh ke dalam Sungai Saga Matua.

Petani Lihat Seekor Buaya

Setelah situasi kondusif, pihak rekan dan keluarga yang menyadari korban belum kembali kemudian melakukan pencarian di sekitar area sungai.

Titik terang keberadaan korban mulai terungkap pada pukul 11.00 WIB, ketika seorang petani di seberang sungai melihat seekor buaya melintas sambil membawa tubuh manusia.

Pengurus gereja setempat langsung membunyikan lonceng sebagai tanda agar masyarakat berkumpul membantu pencarian.

Warga akhirnya berhasil menemukan jasad korban dan mengevakuasinya ke daratan pada dini hari berikutnya, sekira pukul 01.30 WIB.

Awalnya, orang tua korban, Lamsehat Simamora sempat membuat surat pernyataan menolak tindakan visum luar maupun autopsi, sehingga jenazah langsung dimakamkan.

Ditemukan Bekas Luka yang tak Wajar

Namun, saat proses pemandian jenazah, pihak keluarga menemukan sejumlah kondisi fisik yang dinilai tidak wajar pada jasad korban.

Setelah bermusyawarah, pihak keluarga memutuskan untuk mencabut surat penolakan autopsi dan resmi membuat laporan ke Polsek Manduamas pada 1 Juni 2026 agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Proses pemeriksaan jenazah berlangsung selama kurang lebih 3 jam, dipimpin Ahli Kedokteran Kehakiman dan Forensik dari RSUD Pandan, dr. Binsar Halomoan Lubis, Sp.FM.

Guna memperkuat bukti ilmiah, Tim Forensik bersama Unit Reskrim Polsek Manduamas mengamankan sampel organ korban untuk diuji di laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara di Medan.

Hingga kini tim kedokteran forensik bersama penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Tengah masih melakukan serangkaian prosedur ilmiah demi memastikan penyebab utama kematian korban.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Kepolisian menegaskan untuk terus menyelidiki hingga tabir kematian pemuda itu terungkap secara nyata.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Sikat 25 Janjang Sawit Warga jadi Buronan, 'Embek' Tak Berkutik Diringkus
Sindikat Pencuri Sawit Disikat, 3 Pelaku dan Mobil Pick-Up Diringkus, Penadah Dikejar
Kapolsek Kampung Rakyat Ultimatum Pelaku dan Penadah Sawit
Geger! Pencari Rumput Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kebun Sawit
Unik! Pria di Thailand Wasiatkan Pemakaman Dimeriahkan Tarian Coyote Dancers untuk Hibur Pelayat
Dugaan Akibat Pelanggaran SOP Hingga Polusi Asap yang Dirasakan Warga
komentar
beritaTerbaru