Senin, 08 Juni 2026

Pansus DPRD Labuhanbatu Bongkar Borok Pendapatan Daerah, Desak Pembentukan Tim Khusus Baru

P. Silalahi - Senin, 08 Juni 2026 14:49 WIB
Pansus DPRD Labuhanbatu Bongkar Borok Pendapatan Daerah, Desak Pembentukan Tim Khusus Baru
Hbb
Juru bicara Pansus DPRD Labuhanbatu, H. Fauzi saat membongkar borok Pendapatan Daerah hingga mendesak pembentukan tim khusus baru

POSMETRO MEDAN– Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu pada Senin (8/6) mendadak panas.

Agenda penyampaian Laporan Panitia Khusus (Pansus) tentang Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sukses menghentak ruang sidang setelah juru bicara Pansus membongkar fakta mengejutkan terkait carut-marutnya pengelolaan pundi-pundi keuangan daerah.

Rapat krusial ini dihadiri Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, serta jajaran elit forkopimda, termasuk Wakapolres Labuhanbatu Kompol P.S. Simbolon. Hadir pula para Kepala Dinas (Kominfo, Perkim, Disdukcapil, Pertanahan), Direktur PUDAM Tirta Bina Rantauprapat, serta deretan pejabat penting lainnya yang menyaksikan langsung "rapor merah" pengelolaan PAD tersebut.

Baca Juga:

Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Labuhanbatu Arjan Priadi Ritonga, serta didampingi tiga Wakil Ketua, H. Andi Suhaimi Dalimunthe, Maysarah, dan Saptono, sidang berjalan tegang saat Pansus membeberkan hasil investigasi lapangan mereka.

Juru bicara Pansus DPRD Labuhanbatu, H. Fauzi, dengan lantang menegaskan bahwa pembentukan Pansus ini adalah wujud nyata fungsi pengawasan parlemen demi menyelamatkan kapasitas fiskal daerah. Menurutnya, PAD adalah urat nadi pembangunan dan harga diri kemandirian sebuah daerah.

Baca Juga:

"Pansus memandang bahwa persoalan Pendapatan Asli Daerah tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian target dan realisasi dalam APBD, melainkan juga menyangkut kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan secara berkelanjutan" tegas H. Fauzi di hadapan forum.

Bom waktu benar-benar meledak ketika H. Fauzi mengungkap hasil bedah data dan sidak lapangan yang dilakukan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pendapatan Daerah, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pansus menemukan tumpukan kendala dan tantangan berat yang selama ini menghambat aliran dana ke kas daerah.

"Pansus menemukan masih terdapat berbagai aspek yang perlu dilakukan pembenahan guna mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah secara lebih efektif dan berkelanjutan," ujarnya tajam.

Mengingat gurita masalah PAD yang teramat luas dan krusial, Pansus secara mengejutkan menyatakan bahwa proses pembahasan belum selesai secara menyeluruh. Demi membongkar habis akar masalah, Pansus DPRD Labuhanbatu langsung mengeluarkan rekomendasi radikal, membentuk Panitia Khusus baru yang lebih kuat dan komprehensif.

Langkah berani ini diambil agar seluruh rekomendasi strategis ke depan dapat dirumuskan secara terukur tanpa ada celah kebocoran sedikit pun.

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Sudah 6 Bulan Penyidikan, Kejari Belum Tetapkan Tersangka Skandal Hibah Pramuka Labuhanbatu Rp3,7 Miliar
Sengkarut LPG 3 Kg! DPRD Labuhanbatu 'Panggil Paksa' Pemkab dan Pertamina, Gelar RDP Darurat
Operasi Antik 2026: Polres Labusel Ungkap 30 Kasus Narkoba dan Bekuk 36 Tersangka
Gulung 91 Bandit Sabu, Sita Kiloan Narkoba
Pemkab Labuhanbatu Sabet Opini WTP BPK, Bukti Nyata Tata Kelola Keuangan Bersih dan Akuntabel
Mengejawantahkan Wangsit Siliwangi, AMS Labuhanbatu Salurkan Bantuan Semen untuk Korban Kebakaran
komentar
beritaTerbaru