Kamis, 24 September 2026

Polsek Pahae Jae Dituding 'Lamban', Polres Taput Didesak Ambil Alih Kasus Dugaan Pengeroyokan Wartawan JP

P. Silalahi - Selasa, 09 Juni 2026 14:41 WIB
Polsek Pahae Jae Dituding 'Lamban', Polres Taput Didesak Ambil Alih Kasus Dugaan Pengeroyokan Wartawan JP
ist
Kasus pengeroyokan wartawan JP yang ditangani Polsek Pahae Jae dinilai 'Lamban' hingga Polres Taput didesak mengambil ambil kasus itu.

POSMETRO MEDAN-Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang wartawan berinisial JP oleh Unit Reskrim Polsek Pahae Jae menuai sorotan dari pihak korban.

Proses hukum yang dinilai lamban serta adanya perubahan pasal dalam penyidikan memicu desakan agar perkara itu ditarik dan ditangani langsung Polres Tapanuli Utara (Taput).

Kekecewaan pihak korban mencuat setelah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor: B/12/V/2026/Reskrim tertanggal 5 Mei 2026 yang diterbitkan Polsek Pahae Jae.

Baca Juga:

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan polisi terkait peristiwa tersebut telah resmi terdaftar sejak 12 April 2026 dengan Nomor: LP/B/6/IV/2026/SPKT/POLSEK PAHAE JAE/POLRES TAPANULI UTARA/POLDA SUMATERA UTARA.

Meski status perkara telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan sejak awal Mei 2026, hingga kini belum terdapat perkembangan signifikan, termasuk penetapan tersangka.

Baca Juga:

Selain lambatnya proses penanganan, pihak korban juga mempertanyakan perubahan pasal yang digunakan dalam penyidikan.

Pada laporan awal, peristiwa yang dialami JP dilaporkan sebagai dugaan tindak pidana pengeroyokan secara bersama-sama di muka umum.

Namun dalam perkembangan penyidikan, perkara itu disebut menggunakan pasal dugaan penganiayaan.

Perubahan itu menimbulkan pertanyaan dari pihak korban karena Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan memiliki unsur hukum serta ancaman pidana yang berbeda.

"Kami melihat adanya ketidakjelasan dalam penanganan kasus ini. Demi kepastian hukum yang transparan dan akuntabel, kami berharap Kapolres Tapanuli Utara dapat mempertimbangkan untuk menarik kasus ini agar ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Taput," ujar salah seorang kerabat korban yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Senin (8/6/2026).

Dokumen SP2HP ini diketahui ditembuskan ke sejumlah institusi terkait, antara lain Kapolda Sumatera Utara, Ketua Pengadilan Negeri Tarutung, dan Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara.

Pihak keluarga korban juga berharap komitmen pelayanan yang tercantum dalam surat dinas kepolisian, yakni pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel, dapat diwujudkan dalam penanganan perkara tersebut.

Sementara itu, pihak Polsek Pahae Jae memberikan penjelasan terkait belum ditetapkannya tersangka dalam kasus itu.

Penyidik yang menangani perkara mengaku menghadapi kendala keterbatasan personel di tingkat Polsek.

"Banyak laporan yang masuk ke Polsek Pahae Jae, sementara yang menangani cukup banyak perkara hanya saya sendiri. Namun saya tetap berupaya maksimal agar kasus ini dapat segera diselesaikan," ujar penyidik dalam keterangannya.

Menurutnya, tingginya beban kerja yang tidak sebanding dengan jumlah personel menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kecepatan penanganan sejumlah perkara, termasuk kasus yang dilaporkan JP.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak korban masih menunggu langkah konkret Kapolres Tapanuli Utara terkait permintaan pengambilalihan penanganan perkara itu guna menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan bagi semua pihak. (Hendra Christian Siregar)

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Tingkatkan Kualitas Data Pembangunan, Pemkab Taput Gelar Sosialisasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral ‎
Diduga Dikeroyok 3 Orang, Pria di Sumbul Dairi Menderita Luka Serius
Jaga Orangutan, Harangan Tapanuli dan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Taput Tegaskan Komitmen Konservasi Berkelanjutan
Syukur Nikmat di Usia 72 Tahun, Menengok Kembali Suka Duka Menjadi Wartawan
Bupati Jonius Taripar Hutabarat Tegaskan Komitmen Pembangunan Taput yang Maju, Berbudaya dan Berkelanjutan
Pemkab Buka Festival Drumband Piala Bupati Taput
komentar
beritaTerbaru