Rabu, 10 Juni 2026

Ketua TP PKK Taput Dukung Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Pengembangan Agens Hayati

Faliruddin Lubis - Selasa, 09 Juni 2026 23:37 WIB
Ketua TP PKK Taput Dukung Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Pengembangan Agens Hayati
IST
Ny. Neni Angelina JTP Hutabarat Dukung Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Pengembangan Agens Hayati.

POSMETRO MEDAN, Taput- Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neni Angelina JTP Hutabarat, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan agens hayati saat menghadiri Pelatihan Pembuatan dan Pengembangan Produk Agens Hayati Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara di Desa Pancur Napitu, Kecamatan Siatas Barita, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Ketua TP PKK Kecamatan Siatas Barita, Ketua TP PKK Desa Pancur Napitu Evi Tulus Panggabean, serta kelompok tani dan Bora Boru ni Raja.

Dalam kesempatan itu, Ny. Neni mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilai mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi agens hayati secara mandiri.

Baca Juga:

Menurutnya, penggunaan agens hayati menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan.

"Pelatihan seperti ini sangat penting agar kelompok tani bisa memproduksi agens hayati secara mandiri. Ini langkah nyata menekan biaya produksi sekaligus menjaga kesuburan tanah untuk jangka panjang. Saya melihat perempuan-perempuan tangguh di sini adalah pembawa perubahan untuk pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan," ujar Ny. Neni.

Baca Juga:

Ia juga menekankan bahwa sektor pertanian membutuhkan keseriusan dan komitmen yang kuat dari para pelakunya agar mampu memberikan hasil yang maksimal.

"Kalau sudah memilih menjadi petani, harus betul-betul bertani, jangan setengah-setengah dan jangan tanggung-tanggung. Pertanian membutuhkan ketekunan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi seperti agens hayati, saya yakin petani kita akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera," tegasnya.

Ny. Neni menambahkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Melalui keterlibatan aktif perempuan dalam kelompok tani dan kegiatan pemberdayaan masyarakat, berbagai perubahan positif dapat diwujudkan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat desa.

Pada pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi teori dan praktik mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga teknik aplikasi agens hayati di lahan pertanian.

Penggunaan agens hayati dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, sekaligus mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Anggaran 2026 yang menargetkan semakin banyak kelompok tani mampu memproduksi agens hayati secara mandiri di tingkat desa.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap terwujud pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan memiliki daya saing tinggi. (HCS)

Tags
beritaTerkait
UINSU Medan Gelar SSE UM-PTKIN 2026,2.960 Peserta Bersaingi Ketat
DPC Pro-Gibran Tapanuli Utara Resmi Dikukuhkan
Gemuruh Proyek PLTP Sarulla Guncang Silangkitang-Sigurunggurung, Ratusan Warga Dilanda Panik dan Trauma Berulang
Wakil Bupati Taput Dorong Penataan Guru dan Inovasi Pembelajaran
Taput Rancang Masa Depan Daerah, FGD RIPD 2027–2045 Resmi Digelar
Maruli Siahaan Bantu Pembangunan Lampu Penerangan Jalan di Taput
komentar
beritaTerbaru