Jumat, 31 Juli 2026

Pemkab Samosir Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan Hidup

Seminar Digelar HKBP
P. Silalahi - Jumat, 31 Juli 2026 16:30 WIB
Pemkab Samosir Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan Hidup
Facebook @Pemerintah Kabupaten Samosir
Seminar Lingkungan Hidup yang diselenggarakan HKBP di Hotel Sitiotio.

POSMETRO MEDAN- Pemerintah Kabupaten Samosir menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui dukungan terhadap Seminar Lingkungan Hidup yang diselenggarakan HKBP di Hotel Sitiotio, 30 Juli 2026.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Departemen Koinonia HKBP Donal Sinaga, Praeses HKBP Distrik VII Samosir Rintalori Sianturi, para pendeta HKBP dari berbagai daerah di Sumatera dan Aceh, perwakilan denominasi gereja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Edison Pasaribu, Kabag Kesra Try Endis Manalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta menghadirkan narasumber Pastor Walden Sitanggang, Delima Silalahi, dan Irma Simanjuntak.

Sekadar diketahui, kegiatan itu mengusung tema "Memelihara Bumi, Tugas Panggilan Kita Bersama" (Kejadian 2:15).

Baca Juga:

Kegiatan yang dirangkai dengan penanaman pohon di kawasan Geopark tersebut mendapat apresiasi penuh dari Pemkab Samosir sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam kawasan Danau Toba.

Baca Juga:

Bupati Samosir yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tunggul Sinaga, menyampaikan bahwa seminar tersebut sejalan dengan prinsip dan komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menjaga keseimbangan lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Menurut Tunggul, --seperti diwartakan dari sebuah postingan anonim facebook @Pemerintah Kabupaten Samosir yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Jumat 31 Juli 2026-- pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat.

"Agenda ini sangat penting. Pelestarian lingkungan hidup mutlak dijaga dan kami berharap tugas ini menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang," ujar Tunggul.

Tunggul juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang mencabut izin perusahaan-perusahaan yang dinilai merusak lingkungan. Kebijakan tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menjaga kelestarian kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.

Ia menambahkan, Kabupaten Samosir masih memiliki ruang terbuka hijau yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui gerakan penghijauan serta partisipasi aktif masyarakat.

Sementara itu, Ephorus HKBP Victor Tinambunan menegaskan pemeliharaan lingkungan hidup harus memadukan ortodoksi atau ajaran iman yang benar dengan ortopraksis, yakni tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, manusia dipanggil untuk menjaga ciptaan Tuhan sebagaimana rencana awal Sang Pencipta yang menyatakan bahwa seluruh ciptaan-Nya sungguh amat baik. Ia menekankan bahwa manusia bukanlah pemilik bumi, melainkan penerima mandat untuk merawat dan memeliharanya.

"Sesungguhnya, sertifikat hak milik yang dimiliki manusia adalah tanggung jawab untuk merawat alam. Krisis lingkungan hidup sejatinya menggambarkan krisis iman," kata Victor.

Ephorus HKBP juga mengajak seluruh umat untuk menjalankan gerakan 5R, yakni Repent, Reuse, Reduce, Replant, dan Recycle sebagai langkah konkret dalam memperbaiki kondisi lingkungan hidup.

Menurut dia, pemanasan global yang semakin terasa di kawasan Danau Toba menjadi peringatan bahwa manusia harus meninggalkan gaya hidup konsumtif dan keserakahan yang menjadikan alam sebagai korban eksploitasi.

"Mengasihi sesama juga berarti merawat alam demi kesejahteraan bersama. Tanggung jawab iman kita adalah mewariskan kepada generasi mendatang mata air, bukan air mata," ungkapnya

Kepala Departemen Koinonia HKBP, Donal Sinaga, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Pemerintah Kabupaten Samosir dalam berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup. Kehadiran pemerintah, menurutnya, menjadi energi positif dalam memperkuat gerakan keadilan lingkungan yang berkelanjutan.

"Persoalan lingkungan bukan hanya persoalan politik dan ekonomi, tetapi juga persoalan moral. Jika bumi rusak, maka perekonomian juga akan hancur. Karena itu, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama gereja, pemerintah, dan seluruh masyarakat," ujar Donal.

Ia berharap seminar ini semakin memperkuat komitmen moral seluruh elemen masyarakat dalam menjaga bumi sebagai ciptaan Tuhan.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
2 Saksi Bersaksi di Sidang Waterfront City Samosir, Penasihat Hukum Tegaskan Pekerjaan Sudah Clear
Deli Serdang Mantapkan Kesiapan Menuju Program LSDP Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Mengenal Lebih Dekat Sosok Pdt. Dr. S.A.E. Nababan
Peningkatan Ruas Jalan Gonting–Janji di Samosir Sepanjang 5 Km Dimulai
Saksi Sebut Sudah Tuntas Sesuai Kontrak
Babinsa Koramil Tanah Jawa Latih Paskibra SMA HKBP Huta Bayu Raja
komentar
beritaTerbaru