Razia Gabungan Operasi Sadar Pajak Digelar di Berastagi, 4 Pengemudi Langsung Bayar di Tempat
Razia Gabungan Operasi Sadar Pajak Digelar di Berastagi, 4 Kendaraan Bayar Pajak di Tempat
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN- Pemerintah Kabupaten Samosir menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui dukungan terhadap Seminar Lingkungan Hidup yang diselenggarakan HKBP di Hotel Sitiotio, 30 Juli 2026.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Departemen Koinonia HKBP Donal Sinaga, Praeses HKBP Distrik VII Samosir Rintalori Sianturi, para pendeta HKBP dari berbagai daerah di Sumatera dan Aceh, perwakilan denominasi gereja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Edison Pasaribu, Kabag Kesra Try Endis Manalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta menghadirkan narasumber Pastor Walden Sitanggang, Delima Silalahi, dan Irma Simanjuntak.
Sekadar diketahui, kegiatan itu mengusung tema "Memelihara Bumi, Tugas Panggilan Kita Bersama" (Kejadian 2:15).
Baca Juga:
Kegiatan yang dirangkai dengan penanaman pohon di kawasan Geopark tersebut mendapat apresiasi penuh dari Pemkab Samosir sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam kawasan Danau Toba.
Baca Juga:
Bupati Samosir yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tunggul Sinaga, menyampaikan bahwa seminar tersebut sejalan dengan prinsip dan komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menjaga keseimbangan lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Menurut Tunggul, --seperti diwartakan dari sebuah postingan anonim facebook @Pemerintah Kabupaten Samosir yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Jumat 31 Juli 2026-- pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat.
"Agenda ini sangat penting. Pelestarian lingkungan hidup mutlak dijaga dan kami berharap tugas ini menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang," ujar Tunggul.
Tunggul juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang mencabut izin perusahaan-perusahaan yang dinilai merusak lingkungan. Kebijakan tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menjaga kelestarian kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.
Ia menambahkan, Kabupaten Samosir masih memiliki ruang terbuka hijau yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui gerakan penghijauan serta partisipasi aktif masyarakat.
Sementara itu, Ephorus HKBP Victor Tinambunan menegaskan pemeliharaan lingkungan hidup harus memadukan ortodoksi atau ajaran iman yang benar dengan ortopraksis, yakni tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, manusia dipanggil untuk menjaga ciptaan Tuhan sebagaimana rencana awal Sang Pencipta yang menyatakan bahwa seluruh ciptaan-Nya sungguh amat baik. Ia menekankan bahwa manusia bukanlah pemilik bumi, melainkan penerima mandat untuk merawat dan memeliharanya.
"Sesungguhnya, sertifikat hak milik yang dimiliki manusia adalah tanggung jawab untuk merawat alam. Krisis lingkungan hidup sejatinya menggambarkan krisis iman," kata Victor.
Ephorus HKBP juga mengajak seluruh umat untuk menjalankan gerakan 5R, yakni Repent, Reuse, Reduce, Replant, dan Recycle sebagai langkah konkret dalam memperbaiki kondisi lingkungan hidup.
Menurut dia, pemanasan global yang semakin terasa di kawasan Danau Toba menjadi peringatan bahwa manusia harus meninggalkan gaya hidup konsumtif dan keserakahan yang menjadikan alam sebagai korban eksploitasi.
"Mengasihi sesama juga berarti merawat alam demi kesejahteraan bersama. Tanggung jawab iman kita adalah mewariskan kepada generasi mendatang mata air, bukan air mata," ungkapnya
Kepala Departemen Koinonia HKBP, Donal Sinaga, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Pemerintah Kabupaten Samosir dalam berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup. Kehadiran pemerintah, menurutnya, menjadi energi positif dalam memperkuat gerakan keadilan lingkungan yang berkelanjutan.
"Persoalan lingkungan bukan hanya persoalan politik dan ekonomi, tetapi juga persoalan moral. Jika bumi rusak, maka perekonomian juga akan hancur. Karena itu, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama gereja, pemerintah, dan seluruh masyarakat," ujar Donal.
Ia berharap seminar ini semakin memperkuat komitmen moral seluruh elemen masyarakat dalam menjaga bumi sebagai ciptaan Tuhan.***
Razia Gabungan Operasi Sadar Pajak Digelar di Berastagi, 4 Kendaraan Bayar Pajak di Tempat
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Sunggal Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy, melakukan peletakan batu pertama empat proyek infrastru
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Hamparan Perak Sekretaris Daerah Deli Serdang Dedi Maswardy meletakkan batu pertama pembangunan AlunAlun Kecamatan Hampara
Sumut 2 jam lalu
Polresta Bengkulu mengungkap rangkaian kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Indo Melvi Yunadatia (24), pekerja Makan Bergizi Gratis.
Kriminal 4 jam lalu
Kawanan Curi Motor Pelajar Modus Ngaku Ibu Ditabrak di Medan, Wanita Ditangkap.
Kriminal 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memfasilitasi mediasi ter
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, MEDAN Perkara dugaan korupsi pekerjaan Pengembangan, Rehabilitasi, dan Pemeliharaan Puskesmas Mandrehe Utara, Kabupaten Ni
Peristiwa 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sumatera Utara menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Medan 4 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, para kepala daerah se
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) teru
Medan 6 jam lalu