Senin, 03 Agustus 2026

Dituduh Pungli, Kapus Tanjung Haloban Polisikan Oknum Nakes Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Faliruddin Lubis - Senin, 03 Agustus 2026 11:21 WIB
Dituduh Pungli, Kapus Tanjung Haloban Polisikan Oknum Nakes Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Ist
Kapus Tanjung Haloban, Susyani Didampingi Pengacara, Yarham Dalimunthe, SH Beserta Tim di Mapolres Labuhanbatu/ Sumber foto : Habibi/Posmetro Medan.

POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu – Dinamika polemik di Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu memasuki babak baru.

Setelah sempat diguncang isu pemotongan dana dan dugaan intimidasi, Kepala Puskesmas (Kapus) Tanjung Haloban, Susyani Purba, SKM, MKM, resmi menempuh jalur hukum.

​Didampingi tim kuasa hukumnya, Susyani mendatangi Polres Labuhanbatu pada Minggu (2/8/2026) untuk melaporkan oknum tenaga kesehatan (nakes) berinisial JS atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.

Baca Juga:

​Juru bicara tim kuasa hukum, Yarham Dalimunthe, S.H, menyatakan bahwa langkah hukum ini diambil menyusul maraknya tuduhan tak berdasar serta narasi viral di media sosial yang menyudutkan kliennya selama kurun waktu Juli 2026.

​"Hari ini, 2 Agustus 2026, kami mendampingi klien kami mendatangi Polres Labuhanbatu untuk melaporkan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh oknum nakes berinisial JS," tegas Yarham, sembari memperlihatkan selembar kertas Laporan Polisi Nomor: LP/B//1066/VIII/2026/SPKT/Polres Labuhanbatu/Polda Sumatera Utara

Baca Juga:

kepada sejumlah wartawan di Mapolres Labuhanbatu, Minggu (2/8/2026).

​Menjawab tuduhan mengenai potongan dana JKN dan Biaya Operasional Kesehatan (BOK), pihak kuasa hukum secara tegas membantahnya.

Menurut Yarham, tuduhan pemotongan atau pungutan liar (pungli) tersebut timbul akibat salah paham atas mekanisme penyesuaian hak jasa pelayanan (jaspel).

​"Seluruh tuduhan pemotongan itu tidak benar. Yang terjadi bukanlah pemotongan liar, melainkan penyesuaian periodik berdasarkan tingkat kehadiran (absensi) dan kinerja nakes yang terhubung ke sistem BPJS Kesehatan. Jika ada staf yang absen atau kinerjanya kurang, alokasi haknya secara otomatis beralih kepada nakes yang rajin dan menjalankan tugas," jelas Yarham.

​Terkait isu ketidakjelasan dana jasa persalinan, tim hukum menerangkan bahwa kendala pencairan terjadi dari pihak BPJS Kesehatan akibat adanya ketidakcocokan data administrasi pasien, seperti nomor identitas atau kontak, dan saat ini sedang dalam proses perbaikan dokumen.

Tags
beritaTerkait
Propam Selidiki Motif Istri Oknum Polisi Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi
Istri Oknum Polisi Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Milik Suami
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Labuhanbatu, Penry Patartua Nababan SH MH Desak Pemkab Jalankan Perda Nomor 7 Tahun 2024
Mengenal Lebih Dekat Wakapolda Sumut Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak
Tipu 15 Orang Modus Proyek Fiktif hingga Rp 1 M, Sekdis Peternakan Labuhanbatu Diciduk
Polsek Kotapinang Gerebek Lokasi Diduga Sarang Narkoba di Sisumut, Polisi Ajak Warga Terus Berani Melapor
komentar
beritaTerbaru