Rumah Ketua Ormas di Tanjung Morawa Diserang Puluhan OTK
Rumah Ketua Ormas di Tanjung Morawa Diserang Puluhan OTK, Mobil dan Jendela Hancur, Keluarga Minta Pelaku Ditangkap.
Peristiwa 2 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Sidamanik – Di perbukitan Sidamanik yang kerap diselimuti kabut pagi, aroma pucuk teh muda masih tercium lembut, mengingatkan pada sejarah panjang kerja keras, kedisiplinan, dan kemuliaan yang tumbuh dalam kesunyian. Daun-daun teh yang dipetik dengan jemari para petani bukan sekadar menjadi minuman penghangat, tetapi juga menyeduh jejak peradaban yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Kini, keheningan itu terancam. Lahan-lahan teh yang selama ini menjadi ikon Sidamanik mulai digeser oleh langkah konversi menuju perkebunan kelapa sawit yang menjanjikan pertumbuhan cepat.
Dampak Ekologis dan Hilangnya Identitas
Baca Juga:
Alih fungsi lahan teh ke sawit bukan hanya soal keuntungan ekonomi. Perubahan ini berisiko mengikis identitas lokal, merusak ekosistem, dan memicu bencana ekologis secara perlahan.
Air yang sebelumnya diserap akar-akar teh dengan sabar berpotensi berubah menjadi aliran banjir. Tanah yang dulunya kokoh kini rentan longsor. Sungai yang selama ini jernih bisa menjadi keruh, sementara sumber air warga yang telah mengalir sejak masa kolonial perlahan mengering.
Baca Juga:
Tak hanya itu, berbagai satwa – mulai dari serangga penyerbuk, kupu-kupu, hingga hewan langka seperti trenggiling, kukang, dan kucing hutan – kehilangan habitatnya. Banyak yang mati, tersesat, atau bermigrasi tanpa arah. Ekosistem yang rapuh itu runtuh dalam diam, tanpa jeritan.
Warisan Planters dan Jiwa yang Menjaga Tanah
Dalam tulisan seorang Direktur Utama PTPN IV, tergambar kisah yang hampir terlupakan tentang para planters – pengelola kebun teh sejak masa kolonial hingga pasca-kemerdekaan – yang membangun fondasi ekonomi Indonesia melalui kerja keras dan kesunyian.
Buku *Jejak di Tanah Deli* menegaskan bahwa sektor perkebunan bukan sekadar penyumbang devisa, tetapi pembentuk watak bangsa. Loyalitas, kerja keras, dan dedikasi lahir dari mimpi besar, bukan sekadar perhitungan untung-rugi.
Bahkan dalam gejolak PRRI tahun 1958, beberapa planters menjadi korban kekerasan. Namun, mereka tetap bertahan, menjaga kebun sekaligus martabat bangsa.
Rumah Ketua Ormas di Tanjung Morawa Diserang Puluhan OTK, Mobil dan Jendela Hancur, Keluarga Minta Pelaku Ditangkap.
Peristiwa 2 menit lalu
Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri dan Tinjau Gebyar IVA Test Kota Pematangsiantar.
Sumut 13 menit lalu
Personel Polres Karo Berduka, Dua Bhayangkara Berpulang. Jonsen Sitanggang dan Ferdinand Sembiring
Sumut 28 menit lalu
Bursa Transfer Musim Panas, Juventus Bidik Kiper Unai Simon.
Sport 32 menit lalu
Kepala Regional SPPG Tengku Agung Kurniawan Diperiksa Kejatisu, Diduga Terlibat Jual Beli Titik Dapur MBG.
Sumut 52 menit lalu
Wali Kota Tanjungbalai Tegaskan Tidak Ada Larangan Berjualan, Jaga Kebersihan dan Estetika Kawasan Sekitar
Sumut 58 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., secara resmi mengukuhkan 10.046 mahasi
Medan satu jam lalu
Pembalap Nasional Fitra Eri Respons Kapolda Sulut Pembalap di Ajang Resmi Tak Bisa Disalahkan atas Kelalaian Mengemudi.
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didakwa merugikan negara Rp 622 miliar atas kasus korupsi pengelolaan kuo
Inter-Nasional satu jam lalu
Sat Narkoba Polres Binjai Tangkap Cewek Pelaku Pod Getar.
Peristiwa 2 jam lalu