Kerahkan Personel Jaga 24 Jam, Pungli di Sidebuk-Debuk Disikat
Pungli di SidebukDebuk Disikat, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Personel Jaga 24 Jam
Sumut 16 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Sidamanik – Di perbukitan Sidamanik yang kerap diselimuti kabut pagi, aroma pucuk teh muda masih tercium lembut, mengingatkan pada sejarah panjang kerja keras, kedisiplinan, dan kemuliaan yang tumbuh dalam kesunyian. Daun-daun teh yang dipetik dengan jemari para petani bukan sekadar menjadi minuman penghangat, tetapi juga menyeduh jejak peradaban yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Kini, keheningan itu terancam. Lahan-lahan teh yang selama ini menjadi ikon Sidamanik mulai digeser oleh langkah konversi menuju perkebunan kelapa sawit yang menjanjikan pertumbuhan cepat.
Dampak Ekologis dan Hilangnya Identitas
Baca Juga:
Alih fungsi lahan teh ke sawit bukan hanya soal keuntungan ekonomi. Perubahan ini berisiko mengikis identitas lokal, merusak ekosistem, dan memicu bencana ekologis secara perlahan.
Air yang sebelumnya diserap akar-akar teh dengan sabar berpotensi berubah menjadi aliran banjir. Tanah yang dulunya kokoh kini rentan longsor. Sungai yang selama ini jernih bisa menjadi keruh, sementara sumber air warga yang telah mengalir sejak masa kolonial perlahan mengering.
Baca Juga:
Tak hanya itu, berbagai satwa – mulai dari serangga penyerbuk, kupu-kupu, hingga hewan langka seperti trenggiling, kukang, dan kucing hutan – kehilangan habitatnya. Banyak yang mati, tersesat, atau bermigrasi tanpa arah. Ekosistem yang rapuh itu runtuh dalam diam, tanpa jeritan.
Warisan Planters dan Jiwa yang Menjaga Tanah
Dalam tulisan seorang Direktur Utama PTPN IV, tergambar kisah yang hampir terlupakan tentang para planters – pengelola kebun teh sejak masa kolonial hingga pasca-kemerdekaan – yang membangun fondasi ekonomi Indonesia melalui kerja keras dan kesunyian.
Buku *Jejak di Tanah Deli* menegaskan bahwa sektor perkebunan bukan sekadar penyumbang devisa, tetapi pembentuk watak bangsa. Loyalitas, kerja keras, dan dedikasi lahir dari mimpi besar, bukan sekadar perhitungan untung-rugi.
Bahkan dalam gejolak PRRI tahun 1958, beberapa planters menjadi korban kekerasan. Namun, mereka tetap bertahan, menjaga kebun sekaligus martabat bangsa.
Pungli di SidebukDebuk Disikat, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Personel Jaga 24 Jam
Sumut 16 menit lalu
Bertambah! Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Jadi 1.430 Orang.
Inter-Nasional 34 menit lalu
Hasil Piala Dunia 2026 Imbang vs Kolombia, Portugal di Jalur Neraka.
Sport satu jam lalu
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polrestabes Medan menggelar Lomba Cipta Lagu Musisi Jalanan di Aula
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Rumah Zakat imeresmikan masjid yang telah dibangun di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapan
Sumut 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Achiruddin Hasibuan membantah melakukan pemukulan terhadap warga bernama Fauzi di Jalan Guru Sinumba, Medan Helvetia
Peristiwa 13 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kesempatan kerja bagi masyarakat terus menjadi perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Melalui berbagai
Medan 14 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, mendampingi Wali
Medan 14 jam lalu
Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M. adalah seorang tokoh masyarakat, pengusaha, dan politisi senior asal Sumatera Utara .
Profil 17 jam lalu