POSMETRO MEDAN,Medan – Dua birokrat karir Sumatera Utara, Faisal Hasrimy dan Moettaqien Hasrimi, kini menjadi sorotan publik. Nama kakak-beradik itu mencuat dalam dugaan korupsi pengadaan smartboard di dua daerah: Langkat dan Tebing Tinggi.
Di Langkat, proyek pengadaan papan pintar dengan nilai jumbo menyeret nama Faisal Hasrimy, mantan Penjabat Bupati Langkat yang kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Sumut.
Kejaksaan Negeri Langkat sudah menggeledah dokumen, memeriksa sejumlah saksi, dan menegaskan kasus ini ditangani serius. Meski disebut-sebut dalam lingkaran proyek, Faisal hingga kini belum dipanggil penyidik.
Baca Juga:
Sementara di Tebing Tinggi, giliran Moettaqien Hasrimi yang disorot. Ia menjabat Pj Wali Kota saat pengadaan smartboard senilai Rp14 miliar digulirkan.
Dasar proyek ini adalah surat pengalihan anggaran bertanggal 31 Januari 2025, yang dinilai sebagai celah percepatan sekaligus pintu permainan harga. Sejumlah sekolah penerima bahkan mengeluh: papan pintar yang mereka terima tak sebanding dengan harga fantastis yang tercatat di anggaran.
Baca Juga:
Kasus smartboard ini menjadi tamparan bagi dunia pendidikan di Sumut. Alih-alih mencerdaskan murid, proyek itu justru membuka babak baru dugaan praktik korupsi yang melibatkan pejabat daerah.(Rez)
Tags
beritaTerkait
komentar