Mobil PLN Hantam Tiang Listrik di Jalan Suprapto, Bagian Depan Hancur
Mobil PLN Hantam Tiang Listrik di Jalan Suprapto, Bagian Depan Hancur.
Medan 31 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Pada awal abad ke-20, Sumatera Timur menjelma menjadi laboratorium raksasa bagi para investor Eropa yang tengah bereksperimen dengan berbagai tanaman tropis bernilai ekonomi tinggi.
Dari tanah subur inilah lahir kisah panjang tentang kelapa sawit dan teh, dua komoditas yang kelak mengubah wajah ekonomi dan sosial di Tanah Deli hingga ke Simalungun.
Sejumlah perusahaan besar seperti Handels Vereeniging Amsterdam (HVA), Asahan Cultuur Maatschappij, dan Deli Maatschappij menjadi pionir dalam membuka lahan perkebunan berskala besar.
Baca Juga:
Mereka membawa bibit kelapa sawit dari Afrika Barat dan mulai menanamnya di kawasan pesisir Asahan dan Batubara. Catatan sejarah mencatat, pada tahun 1913 berdirilah pabrik pengolahan minyak sawit mentah (CPO) pertama di dunia di Tanah Itam Ulu, yang mulai berproduksi tiga tahun kemudian, menjadi tonggak penting dalam sejarah industri minyak nabati global.
Dalam waktu singkat, kelapa sawit menjelma menjadi "bintang baru" setelah tembakau dan karet. Komoditas ini menawarkan produktivitas tinggi, biaya produksi rendah, serta pasar global yang terus berkembang berkat kebutuhan bahan baku industri seperti margarin, sabun, dan lilin.
Baca Juga:
Namun, kisah tentang teh di Sumatera Timur bermula lebih sederhana, sebuah eksperimen kecil di perkebunan Rimbun, Deli Hulu, pada tahun 1898. Percobaan itu sempat dianggap gagal karena kondisi tanah dan iklim dinilai kurang cocok.
Hingga akhirnya muncul seorang planter asal Swiss bernama A. Ris, yang dengan ketekunan luar biasa membuktikan bahwa teh dapat tumbuh subur di dataran tinggi sekitar Pematang Siantar.
Temuan A. Ris membuka mata para investor asing. Pada tahun 1910, pemodal dari Inggris dan Jerman mulai menanamkan investasi besar-besaran untuk mengembangkan perkebunan teh di kaki Pegunungan Simalungun, wilayah yang kini dikenal dengan nama Sidamanik dan Bah Butong.
Beberapa perusahaan seperti HVA dan NHM menjadi pelopor kebun teh modern di kawasan itu sejak 1918. Bahkan, perusahaan-perusahaan Inggris yang tergabung dalam Rubber Plantation Investment Trust memperoleh hak konsesi langsung dari raja-raja Simalungun dan Tanah Jawa untuk memperluas areal tanam hingga ke sekitar Danau Toba.
Penaklukan Belanda atas kerajaan-kerajaan kecil di Simalungun pada tahun 1907 membuka akses legal dan logistik bagi ekspansi besar-besaran industri teh.
Para ahli perkebunan kala itu memahami satu prinsip penting: semakin tinggi letak kebun dari permukaan laut, semakin harum dan kuat karakter teh yang dihasilkan. Wilayah Marjandi, Bah Butong,dan Sidamanik pun menjadi kawasan unggulan.
Teh dari dataran tinggi ini dikenal memiliki aroma khas dan cita rasa yang digemari pasar Eropa. Sebuah foto lawas yang tersimpan di Tropen Museum memperlihatkan pabrik teh Pagar Jawa pada awal abad ke-20, simbol kejayaan industri teh di masa kolonial.
Menurut catatan Pelzer (1985), pada tahun 1915 luas kebun teh di Sumatera Timur hanya sekitar 3.200 hektare, sebagian besar berada di Kabupaten Simalungun.
Namun, tiga dekade kemudian, luasnya melonjak hingga lebih dari 21 ribu hektare, merambah hingga dataran tinggi Toba dan Dairi. Pertumbuhan pesat itu menjadikan teh bukan sekadar komoditas ekspor, tetapi juga warisan sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat.
Para pekerja lokal menjadi bagian dari sistem perkebunan global yang diatur dengan disiplin khas Belanda, sekaligus meninggalkan jejak panjang dalam sejarah budaya kerja masyarakat Simalungun. (erni/Bersambung...)
Mobil PLN Hantam Tiang Listrik di Jalan Suprapto, Bagian Depan Hancur.
Medan 31 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan. Dua siswa MAN 1 Medan, Rafa Ruzain Ahmad dan Nazla Shakira Siregar, mendapat kesempatan untuk mengikuti Program Pertu
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Prestasi membanggakan kembali diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan di tingkat nasional melalui inovasi di b
Inter-Nasional 3 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Kasus pencurian disertai kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Kabanjahe, Aspri
Peristiwa 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPC GRIB) Jaya Kota Medan menerima bantuan logistik berupa beras dar
Medan 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menggelar Job Fair 2026 dengan melibatkan 30 perusahaan, sebagai up
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Sandra D
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Warga Dusun XVIII Persil, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menyambut penuh s
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Aliansi Masyarakat dan Kontraktor Kabupaten Langkat bersama Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi N
Peristiwa 16 jam lalu
Polisi Bekuk Maling Kabel anti petir milik Stasiun Radio Pantai Sibolga.
Sumut 17 jam lalu