Kamis, 14 Mei 2026

Polres Humbahas : Pencarian Korban Longsor Terus Dilanjutkan Ditengah Cuaca Ekstrem

Salamuddin Tandang - Kamis, 27 November 2025 20:35 WIB
Polres Humbahas : Pencarian Korban Longsor Terus Dilanjutkan Ditengah Cuaca Ekstrem
Ist
Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty S.I.K melalui Wakapolres Kompol Manson Nainggolan, S.H., M.Si., mengatakan bahwa meskipun hujan deras dan kabut tebal terus menyelimuti lokasi, tim tetap melanjutkan pencarian dengan penuh kehati-hatian.

POSMETRO MEDAN, Humbahas -Pencarian korban tanah longsor yang terjadi di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), hingga Kamis (27/11/2025) pukul 15.00 WIB masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Upaya evakuasi dan pencarian dilakukan tanpa henti meski cuaca di lokasi masih sangat ekstrem dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari Polres Humbahas, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Basarnas, BPBD, instansi terkait, serta pemerintah desa, dengan total sebanyak 62 personel. Seluruh tim bekerja secara terpadu di lapangan untuk mempercepat pencarian para korban yang masih belum ditemukan.

Pencarian dilakukan hingga radius satu kilometer ke arah bawah dari titik pusat longsor, dibantu dua unit alat berat yang digunakan untuk menggeser material tanah, bongkahan kayu, serta membersihkan jalur evakuasi. Alat berat tersebut juga difungsikan untuk memperluas area pencarian yang saat ini masih dipenuhi lumpur tebal dan material longsor.

Baca Juga:

Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty S.I.K melalui Wakapolres Kompol Manson Nainggolan, S.H., M.Si., mengatakan bahwa meskipun hujan deras dan kabut tebal terus menyelimuti lokasi, tim tetap melanjutkan pencarian dengan penuh kehati-hatian.

"Situasi di lapangan masih sangat ekstrem. Hujan turun hampir tanpa jeda dan kabut tebal membuat jarak pandang pendek. Namun demikian, pencarian korban tetap kami lakukan. Keselamatan petugas tetap menjadi prioritas, tetapi kami juga berupaya semaksimal mungkin agar seluruh korban dapat segera ditemukan," ujar Wakapolres.

Baca Juga:

Sebelumnya dilaporkan bahwa jumlah korban dalam peristiwa tanah longsor ini sebanyak 14 orang. Enam orang ditemukan selamat dengan kondisi luka berat, empat orang meninggal dunia, dan empat orang lainnya masih dalam pencarian hingga saat ini. Tim terus berupaya memperluas area penyisiran untuk menemukan para korban yang belum ditemukan tersebut.

Di lokasi bencana, telah berdiri satu posko utama milik Basarnas dan satu dapur umum dari Kementerian Sosial. Sementara itu, masyarakat yang rumahnya rusak atau berada di zona rawan longsor telah diungsikan ke rumah keluarga atau kerabat yang berada di lokasi aman.

Selain menelan korban jiwa, longsor juga merusak puluhan hektare lahan sawah milik masyarakat yang telah ditanami padi berusia dua bulan. Kerusakan lahan pertanian ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya ketahanan pangan warga dalam beberapa bulan ke depan.

Wakapolres Kompol Manson Nainggolan juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi imbauan dari petugas terkait potensi longsor susulan.

"Kami meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Jangan berada di sekitar tebing atau aliran sungai yang berpotensi terjadi pergerakan tanah. Utamakan keselamatan dan segera laporkan jika melihat tanda-tanda longsor."

Tags
beritaTerkait
Diduga Jual Nama APH, Sosok Berinisial "Mbeng" Kuasai Proyek Meubelair Puluhan Miliar di Disdik Sumut
Rumah Zakat  Salurkan Kado Lebaran Yatim untuk 15 Siswa SMP Al Washliyah 8 Medan
Rico Waas Buka Peluang Kolaborasi Global, UNDP Siap Dukung Pengelolaan Sampah Dan Digitalisasi
Rico Waas Ajak Australia Investasi dan Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Ketua DPD Partai Hanura Sumut Tekankan Pentingnya Peran Media Untuk Pembangunan
Kodim 0204/DS Gerebek Sarang Judi dan Narkoba di Kutalimbaru, 2 Pengedar 4 Pembeli Dan Barang Bukti Narkoba Diamankan
komentar
beritaTerbaru