Kamis, 01 Oktober 2026

Banjir dan Longsor Tapteng Tewaskan 47 Orang, Akses Wilayah Terputus Total Namun Upaya Penanganan Terus Dimaksimalkan

Salamuddin Tandang - Jumat, 28 November 2025 19:00 WIB
Banjir dan Longsor Tapteng Tewaskan 47 Orang, Akses Wilayah Terputus Total Namun Upaya Penanganan Terus Dimaksimalkan
Ist
Sejak Selasa (25/11) telah menyebabkan korban jiwa mencapai 47 orang meninggal dunia. Selain itu, tercatat 507 orang luka-luka dan 51 orang dinyatakan hilang

POSMETRO MEDANTapanuli Tengah – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak Selasa (25/11) telah menyebabkan korban jiwa mencapai 47 orang meninggal dunia. Selain itu, tercatat 507 orang luka-luka dan 51 orang dinyatakan hilang. Data sementara ini merupakan laporan terbaru per Jumat (28/11/2025) pukul 12.00 WIB.

Menurut keterangan dari Humas Polres Tapteng dan BPBD Tapteng, daerah ini mengalami kelumpuhan total selama 72 jam terakhir. Listrik padam, air mati, dan jaringan internet terputus di Tapteng dan sekitarnya, termasuk Kota Sibolga, membuat proses penanganan terkendala.

Akses Bantuan Terisolasi

Baca Juga:

Akses menuju ibu kota Pandan, Tapteng, terhambat karena rusaknya infrastruktur vital di tiga jalur utama:

1. Akses Selatan (dari Tapanuli Selatan/Padangsidimpuan): Terputus total akibat ambruknya Jembatan Kalangan dan Jembatan Anggoli.

Baca Juga:

2. Akses Utara (dari Tapanuli Utara/Tarutung): Lumpuh karena banyak titik tanah longsor yang menutupi badan jalan, terutama di Kecamatan Sitahuis.

3. Akses Barat (dari Aceh Singkil): Terkendala oleh banjir di Kecamatan Kolang dan terputusnya Jembatan Sorkam.

Bencana ini berdampak paling parah di lima kecamatan, dengan jumlah korban yang masih terus bertambah:

1. Kecamatan Pandan: Tercatat 11 orang meninggal dunia, 2 orang luka parah, dan 6 orang hilang. Wilayah terdampak mencapai 100%. Pengungsi di wilayah ini mencapai 665 orang.

2. Kecamatan Tukka: Merupakan wilayah dengan korban terbanyak, yaitu 26 orang meninggal dunia, 505 orang luka parah, dan 33 orang hilang. Wilayah ini juga terdampak 100%. Data pengungsi dari Tukka masih belum dilaporkan.

Tags
beritaTerkait
DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
Kemendagri: Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar di Deli Serdang tak Cacat Hukum
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Naekoba
P-APBD Pemkab Deliserdang TA 2026 Gagal Disahkan, Muhri Fauzi: Ketua DPRD Layak Diganti Gerindra
Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran
Bhabinkamtibmas Hadir Mendukung Ekonomi Kerakyatan
komentar
beritaTerbaru