Sabtu, 28 Maret 2026

Unimed Tuan Rumah Pelepasan 10.000 Mahasiswa Relawan Bencana Sumatera

Evi Tanjung - Kamis, 29 Januari 2026 15:25 WIB
Unimed Tuan Rumah Pelepasan 10.000 Mahasiswa Relawan Bencana Sumatera
ist
Unimed jadi tuan rumah pelepasan 10.000 relawan yang siap diterjunkan ke daerah terdampak bencana.

Dalam sektor pangan, mahasiswa mendorong ketahanan pangan berkelanjutan melalui diversifikasi pangan lokal, pertanian pascabencana, hingga pengembangan sistem hidroponik. Sementara di bidang energi dan layanan dasar, mahasiswa mengimplementasikan teknologi penyediaan air bersih, pencahayaan tenaga surya, serta pemulihan akses listrik untuk fasilitas vital masyarakat.

Sektor kesehatan juga menjadi perhatian, termasuk layanan kesehatan dasar, pendampingan psikososial, dan trauma healing bagi kelompok rentan.

Baca Juga:

"Program ini mengadopsi pendekatan social impact challenge, yaitu pemberdayaan masyarakat berbasis tantangan nyata di lapangan yang diselesaikan melalui kolaborasi lintas disiplin mahasiswa dan dosen," tambahnya.

Program ini juga selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta menjadi bagian dari prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam mendorong peran generasi muda membawa perubahan nyata bagi bangsa.

Baca Juga:

Sementara itu, Rektor Unimed Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., menyampaikan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan ini sejalan dengan komitmen Unimed sebagai kampus berdampak.

"Bagi Universitas Negeri Medan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari Tridarma Perguruan Tinggi," ujarnya.

Pada tahun 2026, program Mahasiswa Berdampak melibatkan 18 perguruan tinggi di Sumatera Utara dengan sekitar 2.000 mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Keterlibatan perguruan tinggi negeri, swasta, politeknik, dan institusi kesehatan menunjukkan pentingnya kolaborasi multidisipliner dalam pemulihan bencana.

Prof. Baharuddin juga berpesan kepada para mahasiswa agar menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar kehidupan dengan mengedepankan empati, kerendahan hati, dan kerja kolaboratif.

"Hadirlah di tengah masyarakat dengan semangat pengabdian, sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar memberi arti dan harapan bagi proses pemulihan," pungkasnya. (rel)

Tags
beritaTerkait
Aktivis Mahasiswa Asahan Kutuk Aksi Penyerangan Terhadap Aktivis Andrie Yunus
Rumah Zakat Salurkan Fidyah  di Desa Batu Hula, Tapanuli Selatan
Buka Puasa Bersama Relawan, Rico Waas Ajak Satukan Tekad Majukan Kota Medan
Kemlu Evakuasi 32 WNI dari Iran Secara Bertahap, Mayoritas Mahasiswa
Kapolres Langkat Hadiri Pembukaan Muscab SEMMI, Ajak Mahasiswa Jaga Stabilitas dan Perkuat Peran Kontrol Sosial
Pasar Murah Ramadhan Medan 2026: Antara Kebijakan Pro-Rakyat dan Bayang-Bayang Mafia Pangan
komentar
beritaTerbaru