Jumat, 20 Februari 2026

Sidang Korupsi Rp 263 M, Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Sempat Menolak Kerjasama PTPN II dan Ciputra

Evi Tanjung - Jumat, 20 Februari 2026 15:23 WIB
Sidang Korupsi Rp 263 M, Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Sempat Menolak Kerjasama PTPN II dan Ciputra
ist
Kamaruzzaman, Wisnu Prasetyo, JM Silalahi, Daniel dan Indah Siregar saat jadi saksi di Pengadilan Tipikor Medan

POSMETRO MEDAN,Medan - Kerjasama antara PTPN II sekarang PTPN I Regional I dengan PT Ciputra Land untuk mewujudkan Kota Deli Metropolitan (KDM) ternyata menemui masalah.Diantaranya eks Meneg BUMN Rini Soemarno sempat menolak kerjasama itu sekaligus minta ditinjau ulang.

Eks Direktur SDM PTPN II Kamaruzzaman mengatakan hal itu saat menjadi saksi dalam perkara korupsi penjualan aset PTPN II kepada Ciputra Land yang menjerat 4 terdakwa yakni 2 pejabat PTPN II dan PT NDP serta 2 pejabat BPN di Pengadilan Tipikor Medan, kemarin

Kamaruzzaman tidak bisa menjelaskan alasan rinci kenapa kerjasama tersebut minta ditinjau ulang padahal eks Meneg BUMN sebelumnya Dahlan Iskan telah menyetujuinya

Baca Juga:

" Saya tidak tahu persis alasan Menteri Rini Soemarno tidak melanjutkan kerjasama tersebut, "ujar pria berambut putih itu

Namun kerjasama tersebut akhirnya berlanjut setelah Meneg BUMN berganti dan dijabat Erick Thohir

Baca Juga:

Menurut Kamaruzzama, KDM dirintis sejak 2010 semasa Dirut PTPN II dijabat Batara Muda dan Menteri BUMN Dahlan Iskan

Alasannya, kata Kamaruzzaman saat itu kondisi keuangan PTPN II merugikan dan banyak karyawan tertunggak gajinya.Makanya 8077 hektar lahan PTPN II di kawasan Medan dan Deliserdang yang tidak produktif dan dijarah penggarap segera dialihkan ke Ciputra untuk dibangun kota baru, kawasan hijau dan properti dengan bagi hasil 25 persen untuk PTPN II dan 75 persen untuk Ciputra

Sementara Eks Kabag Pelayanan PTPN II Indah Sari Siregar mengakui sebelumnya PTPN II menunjuk mitra strategis untuk mewujudkan KDM adalah PT Danayasa bukan Ciputra.Tapi belakangan Tim mengalihkan ke Ciputra karena perusahaan swasta itu menyanggupi lahan 10 ribu hektar berada diluar Sumatera

" Iya benar Ciputra menyanggupi lahan 10 ribu hektar untuk PTPN II sehingga Tim memilih mitra strategis," ujar Indah

Sedangkan eks Kabag Tanaman JM Silalahi tidak sependapat jika lahan PTPN II disebut tidak produktif.Buktinya setiap hektar tebu,sawit dan tembakau bisa menghasilkan 15 ton setiap hektarnya

" Saya rasa produksi tanaman milik PTPN II masih tergolong baik- baik saja," ujar Silalahi

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum( JPU) Hendri Sipahutar dari Kejaksaan Tinggi Sumut menghadirkan 5 orang saksi dalam perkara korupsi penjualan aset PTPN II sehingga merugikan negara Rp 263 miliar

Kelima saksi tersebut eks Direktur Operasi PTPN II Wisnu Budi Prasetyo, eks Direktur SDM Kamarudzaman, eks Kabag Tanaman JM Silalahi, eks Kabag Hukum Jhon Ismet, Eks Kabag Pelayanan Indah Sari Siregar dan Daniel

Persidangan terhadap terdakwa Irwan Peranginangin selaku eks Dirut PTPN II, eks Dirut NDP Iman Subakti, eks Kepala BPN Deliserdang Abdul Rahim Lubis dan Askani eks Kakanwil BPN Sumut masih berlanjut Senin 23 Februari 2026 untuk mendengar keterangan saksi-saksi.

Keempat terdakwa tersebut didakwa JPU mengalihkan aset PTPN II ke Ciputra Land tanpa menyertakan kewajiban 20 persen ke negara sehingga terjadi kerugian sebesar Rp 263 miliar.(red)

Tags
beritaTerkait
Rumah Manager PKS PTPN IV PalmCo Regional II Perkebunan Ajamu Dilempar OTK
Aksi Cepat Tanggap PTPN I Lanjutkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh
Aksi Cepat Tanggap PTPN I Lanjutkan Bantuan untuk Korban  Banjir di Aceh
Forwaka Sumut, Kejati, PTPN I Regional I dan Donatur Bantu Korban Banjir
Tokoh Pemuda Sumut, M.Wilza Adha Mengapresiasi Kinerja Manager PTPN IV Regional II Kebun Tanjung Jati, "Sosok Manager  Bertangan Dingin Dan Pemurah"
PTPN IV Salurkan Bantuan TJSL untuk Korban Bencana di Sumut Melalui DPD Gerindra Sumut
komentar
beritaTerbaru