Remaja 15 Tahun Ditangkap! Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan Ganja dari Panyabungan ke Jakarta
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja dari Penyabungan ke Jakarta.
Peristiwa 4 menit lalu
POSMETRO MEDAN– Polemik masuknya truk over tonase di Jl. Sederhana, Desa Sambirejo Timur, memicu ketegangan antara warga dan pelaku usaha. Warga secara tegas menyuarakan penolakan terhadap kendaraan berat yang melintas di jalan lingkungan yang baru saja dibangun menggunakan anggaran APBD Pemkab Deli Serdang.
Musyawarah yang digelar di Aula Kantor Desa Sambirejo Timur, Rabu (04/03/2026) pukul 10.00 WIB itu dihadiri Kepala Desa, perwakilan masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan Kecamatan Percut Sei Tuan (Kasi Trantib), Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta tiga pengusaha yang menjalankan usaha penglong, botot, dan besi di sepanjang jalan tersebut.
Baca Juga:
Warga: Jangan Korbankan Jalan Demi Kepentingan Usaha
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan kekecewaan dan kekhawatiran mereka. Jalan yang sudah lama dinantikan perbaikannya kini terancam rusak akibat aktivitas truk bermuatan berat.
Baca Juga:
Warga menilai, pembangunan jalan menggunakan dana publik seharusnya dijaga, bukan justru dibebani dengan kendaraan over tonase yang berpotensi mempercepat kerusakan. Mereka khawatir, jika jalan kembali rusak, masyarakatlah yang akan kembali merasakan dampaknya baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, hingga biaya perbaikan di kemudian hari.
Kesepakatan Bersyarat, Pengusaha Wajib Tanggung Jawab
Setelah perdebatan yang cukup alot dan berlangsung dalam suasana tegang, musyawarah akhirnya menghasilkan keputusan kompromi:
Truk tetap diperbolehkan melintas di Jl. Sederhana.
Namun, jika terjadi kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan berat, para pengusaha wajib bertanggung jawab penuh untuk memperbaiki jalan tersebut.
Pengusaha juga diminta ikut bertanggung jawab terhadap penerangan jalan apabila terjadi kerusakan atau membutuhkan penambahan fasilitas.
Meski demikian, keputusan ini tidak sepenuhnya diterima semua pihak. Salah seorang warga bahkan memilih keluar dari ruang rapat sebagai bentuk penolakan terhadap hasil musyawarah tersebut.

Pengawasan Jadi Kunci
Keputusan ini dinilai menjadi ujian komitmen bagi para pengusaha. Tanpa pengawasan ketat dari pemerintah desa, kecamatan, serta dinas terkait, kesepakatan tersebut dikhawatirkan hanya akan menjadi formalitas.
Masyarakat kini menunggu realisasi tanggung jawab tersebut apabila di kemudian hari ditemukan kerusakan jalan. Warga berharap jangan sampai infrastruktur yang dibangun dari uang rakyat justru menjadi korban kepentingan usaha tanpa pengawasan yang tegas.
Musyawarah ini menegaskan satu hal kepentingan ekonomi dan kepentingan masyarakat harus berjalan seimbang. Jika tidak, konflik serupa bisa kembali muncul dengan eskalasi yang lebih besar.(Rez)
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja dari Penyabungan ke Jakarta.
Peristiwa 4 menit lalu
Wali Kota Tanjungbalai Launching Penerapan ASN BerAKHLAK, ASN Pemko Tanjungbalai Harus Memiliki Semangat "Bangga Melayani Bangsa".
Sumut satu jam lalu
Pasha Ungu Desak Polri Bertindak Promo Miras Pakai Ayat AlQuran.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Sat Binmas Polres Pematangsiantar Aksi Sosial ke Panti Sosial dan Warga Kurang Mampu.
Sumut 2 jam lalu
Danramil dan Forkopimcam Siantar Marihat Tanam Pohon di Pinggir Sungai, Dorong Kepedulian Lingkungan.
Global 3 jam lalu
Pulang Berjualan Tak Kunjung Tiba, Penjual Tahu 73 Tahun Ditemukan Meninggal Bersandar di Motor
Peristiwa 3 jam lalu
Bupati Humbang Hasundutan Beri Semangat, Paskibraka Kabupaten Diminta Jaga Kesehatan
Sumut 4 jam lalu
Peduli Kesehatan, DWP Samosir Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Pap Smear
Sumut 4 jam lalu
Polsek Siantar Selatan turun mendampingi Petani Binaan Jual Jagung ke Bulog Cabang Pematangsiantar.
Bisnis 5 jam lalu
2 Korban Penyerangan Bersenjata di tanjung morawa Dirawat, polisi buru pelaku.
Peristiwa 5 jam lalu