Program Sahabat Jumat Perdana, Camat Medan Johor Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Jamaah
POSMETRO MEDAN Pemerintah Kecamatan Medan Johor memulai langkah nyata dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui progr
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Perang melawan narkoba di Sumatera Utara tidak boleh berhenti di lorong-lorong sempit, pelabuhan, atau kawasan rawan kriminal. Ia juga harus menjangkau ruang-ruang publik tempat kebijakan dibuat.
Pesan itu mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Sumatera Utara yang membahas situasi keamanan di kawasan Belawan bersama Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, unsur TNI, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut), tokoh masyarakat, serta tokoh agama, Kamis (5/3/2025).
Rapat tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Sekretaris Komisi A DPRD Sumut, Henry Dumanter Tampubolon, serta anggota DPRD Sumut Hefriansyah, M. Yusuf, Megawati Zebua, dan Landen Marbun
Baca Juga:
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga mengapresiasi langkah kepolisian yang berkomitmen memberantas jaringan narkoba hingga ke tingkat bandar.
"Kami mendukung langkah tegas kepolisian. Pemberantasan narkoba tidak boleh hanya menyasar pengguna atau pengedar kecil. Para bandar harus berani ditangkap agar ada efek jera," kata Ihwan.
Baca Juga:
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi menjelaskan pihaknya telah mengantongi data sejumlah bandar narkoba yang beroperasi di kawasan Belawan.
"Kami sudah memiliki data nama-nama bandar narkoba di Belawan. Semua laporan akan kami tindaklanjuti," ujarnya.
Belawan sendiri bukan wilayah yang sederhana.
Berdasarkan pemetaan kepolisian, kawasan itu memiliki 10 titik rawan tawuran, sementara Medan Labuhan memiliki tiga titik konflik, sehingga total terdapat 13 titik yang menjadi perhatian aparat keamanan.
Sejak menjabat sekitar dua bulan terakhir, Rosef mengatakan fokus penanganan diarahkan pada peredaran narkoba, kejahatan jalanan, tawuran, perjudian, dan sabung ayam.
Data kepolisian juga mencatat 14 pelaku tawuran berhasil diamankan dari tiga kejadian pada awal tahun ini, sementara pengungkapan jaringan narkoba terus berjalan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumut Kombes Pol Charles P. Sinaga mengungkapkan peredaran narkoba kerap berkembang melalui Tempat Penggunaan Sabu (TPS) yang sering kembali muncul meskipun telah beberapa kali digerebek aparat.
Beberapa wilayah seperti Sei Mencirim dan Jermal disebut pernah menjadi titik perhatian aparat karena aktivitas serupa.
Para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir dalam rapat tersebut menegaskan bahwa narkoba tidak hanya menjadi persoalan kriminal, tetapi juga ancaman sosial yang dapat memicu berbagai kejahatan seperti begal, jambret, dan tawuran.
Karena itu, forum bersama DPRD Sumut dan aparat penegak hukum menyepakati sejumlah langkah strategis, termasuk razia besar-besaran terhadap jaringan narkoba, peningkatan patroli rutin, serta pembentukan tim terpadu pemberantasan kejahatan di Belawan.
Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga juga mengungkapkan Wali Kota Medan Rico Waas telah menyatakan kesediaannya memimpin pembentukan tim tersebut.
Menurut Ihwan, kondisi keamanan di Belawan memang membutuhkan langkah yang lebih terintegrasi.
"Narkoba sering menjadi pemicu berbagai tindak kriminal seperti tawuran dan begal. Ini harus menjadi perhatian bersama," katanya.
Namun, perang melawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan di jalanan. Ia juga membutuhkan keteladanan dari institusi publik, termasuk lembaga-lembaga pemerintahan.
Dalam konteks itu, sejumlah kalangan menilai lembaga publik seperti DPRD juga perlu menunjukkan komitmen moral yang sama, misalnya melalui program pencegahan dan pemeriksaan urine rutin bagi aparatur dan pejabat publik.
Langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk mencurigai pihak tertentu, melainkan sebagai simbol komitmen bahwa perang terhadap narkoba harus dimulai dari lingkungan sendiri.
Apalagi penyalahgunaan narkoba kerap membawa dampak sosial luas. Selain merusak kesehatan individu, ia juga dapat memicu berbagai bentuk kekerasan dan kriminalitas yang meresahkan masyarakat.
Karena itu, penguatan komitmen lembaga publik menjadi penting agar pesan pemberantasan narkoba tidak hanya terdengar keras di jalanan, tetapi juga terlihat nyata di ruang-ruang kekuasaan tempat kebijakan publik dilahirkan.
Jika perang terhadap narkoba adalah perjuangan bersama, maka setiap institusi negara, termasuk legislatif, memiliki tanggung jawab moral yang sama, menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton.
Wartawan telah mencoba konfirmasi kepada tiga Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara untuk meminta tanggapan mengenai wacana pemeriksaan urine rutin di lingkungan legislatif. Namun hingga berita ini diterbitkan, ketiganya belum memberikan jawaban konfirmasi (erni).
POSMETRO MEDAN Pemerintah Kecamatan Medan Johor memulai langkah nyata dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui progr
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pancur Batu Di tengah suasana umat Muslim menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, praktik perjudia
Kriminal 13 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pemerintah Kota (Pemko) Medan membuka peluang kerja sama strategis dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk
Medan 13 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan mendatangi PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut),
Medan 13 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Joni Gultom Ketua Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, menggelar bagi bagi takjil ke
Medan 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Deli Serdang Bulan suci Ramadan memberi kesempatan seluasluasnya untuk berbuat baik dan beramal.Selain menjadi momen terb
Medan 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Rabu, 25 Februari 2026, palu sidang diketuk. Bukan sek
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Perang melawan narkoba di Sumatera Utara tidak boleh berhenti di loronglorong sempit, pelabuhan, atau kawasan rawa
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Bak merasa kebal hukum, seorang pengusaha berinisial A alias Albert bertindak arogan.Tak hanya diduga mengangkangid Pemko
Peristiwa 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kasus dugaan kredit fiktif di Bank Mandiri Cabang Jalan Imam Bonjol Medan memasuki babak Baru. Badan Pemeriksa Keuanga
Kriminal 16 jam lalu