Kamis, 04 Juni 2026
Program MBG Diduga Jadi Pemicu

Harga Ayam di Pasar Gelugur Labuhanbatu Bertahan Rp40 Ribu per Kg

Faliruddin Lubis - Jumat, 10 April 2026 18:07 WIB
Harga Ayam di Pasar Gelugur Labuhanbatu Bertahan Rp40 Ribu per Kg
Habibi
Ayam Potong di Pasar Gelugur, Rantauprapat, Labuhanbatu.

POSMETRO MEDANLabuhanbatu – Harga komoditas ayam potong (broiler) dan ayam kampung di Pasar Gelugur, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, terpantau stabil namun tetap bertahan di level tinggi pasca Hari Raya Idul Fitri 2026.

Meski tidak mengalami fluktuasi tajam, para pedagang mengeluhkan harga yang tak kunjung turun ke level normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (10/4/2026), harga ayam potong bervariasi berdasarkan klasifikasi bagian tubuh. Bagian paha dibanderol seharga Rp39.000 per kilogram, sedangkan bagian dada menyentuh angka Rp40.000 per kilogram.

Baca Juga:

Alim, salah seorang pedagang di Pasar Gelugur, mengungkapkan bahwa tren harga tinggi ini sudah bertahan sejak berakhirnya masa Lebaran. Menurutnya, pergeseran harga dasar ayam potong mulai terasa signifikan sejak implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Harga melonjak sejak ada program MBG itu. Sekarang ini belum pernah lagi harga ayam turun di bawah Rp35.000 per kilogram. Biasanya bertahan di kisaran Rp40.000 sampai Rp42.000," ujar Alim.

Baca Juga:

Senada dengan ayam potong, komoditas ayam kampung juga tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Regar, pedagang ayam kampung setempat, menyebutkan harga masih stagnan di angka Rp80.000 per kilogram.

"Belum ada perubahan sejak Lebaran, masih tetap di harga yang sama," tambahnya.

Kondisi harga yang bertahan di level tinggi ini mulai menekan margin keuntungan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner.

Ani, seorang pengusaha ayam geprek, mengaku terpaksa melakukan penyesuaian teknis guna menghindari kerugian tanpa harus menaikkan harga jual ke konsumen.

"Jika biasanya satu kilogram ayam dibagi menjadi 12 potong, kini Ani membaginya menjadi 13 sampai 14 potong," akunya.

Tingginya harga pangan ini memicu kekhawatiran terkait penurunan daya beli masyarakat secara luas. Baik pedagang maupun konsumen di Labuhanbatu berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat melakukan intervensi pasar atau meninjau kembali rantai pasok guna menekan harga ke level yang lebih terjangkau. (HBB)

Tags
beritaTerkait
Perhatian! Harga Eceran MinyaKita Naik di Pasaran
Operasi Antik 2026: Polres Labusel Ungkap 30 Kasus Narkoba dan Bekuk 36 Tersangka
Gulung 91 Bandit Sabu, Sita Kiloan Narkoba
Ditahan Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Ternyata! Sony Sonjaya Purnawirawan Jenderal Polisi Reserse
Ditahan Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Lodewyk Pusung Ternyata Pernah jadi Pangdam I/BB
Dadan Cs Dapat Rp1 M per Hari, Begini Cara Mainnya...
komentar
beritaTerbaru