Selain itu, ekspektasi publik terhadap penanganan perkara besar, terutama yang menyangkut korupsi dan kejahatan terorganisir, akan terus menguji kepemimpinannya. Publik tidak hanya menunggu kinerja, tetapi juga transparansi dan akuntabilitas.
Momentum pelantikan dan serah terima jabatan yang berlangsung di Medan beberapa waktu lalu sejatinya bukan sekadar seremoni. Ia adalah titik awal dari sebuah komitmen baru: bahwa Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara harus tampil lebih profesional, lebih bersih, dan lebih dipercaya.
Baca Juga:
Kini, semua mata tertuju pada langkah-langkah konkret berikutnya. Apakah pesan tegas tentang integritas akan benar-benar menjelma menjadi budaya kerja? Apakah pengalaman panjang sang Kajati mampu diterjemahkan menjadi kinerja nyata di lapangan?
Waktu akan menjawab. Namun satu hal jelas: publik tidak lagi menilai dari janji, melainkan dari bukti. Dan di situlah, kepemimpinan Muhibuddin akan benar-benar diuji. (Toga Nainggolan, Pemimpin Redaksi Posmetro Medan)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar