Senin, 11 Mei 2026

Labuhanbatu Tabuh Genderang Perang Lawan Kekerasan Anak, Perempuan dan Darurat Gadget

Faliruddin Lubis - Senin, 11 Mei 2026 11:30 WIB
Labuhanbatu Tabuh Genderang Perang Lawan Kekerasan Anak, Perempuan dan Darurat Gadget
IST
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Sarimpunan Ritonga saat Pimpin Apel Gabungan yang digelar di Lapangan BKPP Labuhanbatu, Senin (11/5/2026).

POSMETRO MEDAN, LabuhanbatuPemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu mengambil langkah tegas dalam menghadapi ancaman serius yang mengintai generasi muda, kaum perempuan dan darurat gadget.

Dalam apel gabungan yang digelar di Lapangan BKPP Labuhanbatu, Senin (11/5/2026), Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Sarimpunan Ritonga membongkar sederet isu krusial yang menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Bukan sekadar seremonial, apel kali ini menjadi momentum penguatan strategi lintas sektor untuk meruntuhkan tembok budaya patriarki dan memutus rantai kekerasan yang selama ini menghantui masyarakat.

Baca Juga:

Salah satu poin paling tajam yang ditegaskan Sarimpunan adalah mengenai keamanan ruang digital. Mengacu pada Peraturan Kementerian KOMDIGI Nomor 9 Tahun 2026, Pemkab Labuhanbatu menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penutupan akses akun media sosial bagi anak di bawah umur 16 tahun.

"Problema gadget anak hanya bisa teratasi bila peran keluarga dan orang tua maksimal dalam mengawasi anak-anaknya saat beraktivitas secara online," tegas Sarimpunan di hadapan ratusan ASN.

Baca Juga:

Ia memperingatkan bahwa akses media sosial yang tidak bijak telah membawa dampak buruk bagi tumbuh kembang anak, sehingga kolaborasi keluarga menjadi benteng terakhir dalam melindungi anak di dunia maya.

Pemkab Labuhanbatu telah menyusun peta jalan (roadmap) strategis untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak melalui dua jalur utama.

Pertama, Fokus pada peningkatan kewirausahaan berspektif gender, kesehatan responsif gender, serta peningkatan partisipasi masyarakat guna mendongkrak ekonomi keluarga.

Kedua, Target mati pada penurunan angka kekerasan dan eksploitasi, pencegahan pernikahan dini, serta penjaminan hak pendidikan.

Sarimpunan tidak menampik bahwa tantangan yang dihadapi sangat kompleks, mulai dari masalah ekonomi hingga keterbatasan layanan.

Tags
beritaTerkait
Diduga Telantarkan Anak dan Istri, Oknum Ketua Bawaslu Labuhanbatu Dipolisikan
Slogan "Labuhanbatu Cerdas Bersinar-Menata Kota Membangun Desa” Hanya Jargon Politik dan Pencitraan?
‘Dusun Hantu’ Di Labura Tak Berpenghuni 3 Tahun, Anggaran Dana Desa Diduga Terus Mengalir
Usai Apel, Kalapas Lhokseumawe Ajak Kepala BNN dan Kapolres Razia Kamar Napi
Gebrakan Perdana Kajari Labuhanbatu, Jeffry Paultje Sidak dan Pimpin Rapat Staf Strategis
Awas! Narkoba Jenis Baru Masuk Labuhan Batu
komentar
beritaTerbaru