Proses Panjang Legislasi yang Berjalan Sampai ke Pelosok
POSMETRO MEDANDi gedung dewan, kerja legislasi sering tampak seperti urusan yang seolah senyap. Rapat demi rapat, naskah akademik dalam baha
Editorial satu jam lalu
Di gedung dewan, kerja legislasi sering tampak seperti urusan yang seolah senyap. Rapat demi rapat, naskah akademik dalam bahasa hukum yang kaku, dan pasal-pasal yang dibahas satu per satu. Hasilnya baru dikenal publik ketika sebuah rancangan sudah diketuk menjadi peraturan daerah.
Karena itu, kita perlu menghargai wakil rakyat yang mau mengubah stigma itu, dengan memastikan keterlibatan dan peran serta segenap lapisan masyarakat, sekaligus berikhtiar agar hasilnya sampai ke warga. Salah satun Darma Putra Rangkuti, S.Hut, M.Si.
Baca Juga:
Sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumatera Utara, ia terlibat penuh di ruang dapur legislasi provinsi. Jejak kerjanya terlihat dari ritme yang konsisten. Di rapat paripurna 19 Maret 2025, ia membacakan keputusan bersama atas Ranperda Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum, inisiatif DPRD yang telah diusulkan sejak 2021. Rancangan itu menunggu empat tahun, dan ia membawanya sampai ke garis akhir. 
Pada April 2025 sosok yang juga merupakan Ketua MKGR Sumut itu memimpin Bapemperda berkunjung ke Banten untuk memperdalam Perda fasilitasi pesantren, rujukan bagi pembahasan Ranperda inisiatif DPRD.
Baca Juga:
Kegiatan yang sama tampak sepanjang tahun. Bapemperda berkunjung ke Tebingtinggi pada 22 September 2025 untuk memperkaya Ranperda Kepemudaan dengan masukan dari daerah. Pada 2 Oktober 2025 rombongannya turun ke Asahan menemui kelompok tani hutan sebagai bahan Ranperda Perhutanan Sosial.
Di sana ia mengingatkan bahwa regulasi tidak boleh tumpang tindih. Ia ingin perda itu tidak berhenti "di atas kertas" dan benar-benar dirasakan rakyat. Kalimat itu menggambarkan cara pandangnya: peraturan dinilai dari manfaatnya bagi warga, bukan dari jumlah pasalnya.
Ketelitian teknis juga tampak di meja pembahasan. Dalam FGD 12 November 2025 tentang penguatan Bank Sumut, ia menekankan kesesuaian rancangan dengan UU Pemerintahan Daerah dan PP tentang BUMD, serta menargetkan harmonisasi di tingkat kementerian selesai sebelum akhir bulan. Kerja semacam ini jarang menjadi berita besar, tetapi menentukan apakah sebuah perda kuat atau mudah digugat.
Fraksi PDI Perjuangan, dalam rapat paripurna 29 Desember 2025 membahas Propemperda 2026, secara terbuka mengapresiasi kajian Bapemperda dan mencatat sembilan Ranperda disahkan menjadi perda sepanjang 2025. Apresiasi lintas fraksi seperti itu tidak datang sebagai basa-basi dan seremoni, tetapi dari kerja nyata yang bisa dilihat.
Yang membuat sosoknya terasa berbeda, ia tidak berhenti di ruang rapat. Sebagai wakil dari Dapil Simalungun dan Kota Pematangsiantar, ia terbiasa menemui warga. Pada Pileg 2024 ia memperoleh 59.735 suara di dapilnya. Ia menjawab mandat itu dengan selalu hadir, sering-sering berada di antara masyarakat.
Di Simalungun, ia mensosialisasikan Ranperda Kepemudaan agar masyarakat, terutama anak muda, ikut menyempurnakan isinya sebelum ditetapkan, dan berharap terbangun sinergi antara legislatif dan generasi muda. Warga tidak hanya menerima aturan jadi, tetapi diajak ikut membentuknya.
Pada Reses I Masa Sidang III 2026–2027, 21–31 September lalu, ia menyambangi sejumlah nagori dan kelurahan di Simalungun dan Pematangsiantar, ikut jalan santai bersama Karang Taruna, serta mengajak warga memahami perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan mewaspadai bahaya narkotika. Tema-tema itu mungkin tampak sederhana, tetapi bagi pekerja harian, petani, atau pedagang kecil, pengetahuan tentang hak perlindungan bisa menentukan nasib sebuah keluarga ketika musibah datang.
Dua dunia itu, naskah perda di Medan dan percakapan di kampung, sebenarnya saling menguatkan. Aspirasi dari lapangan memperkaya rancangan, dan rancangan yang matang lebih mudah dipahami ketika disosialisasikan. Darma Putra memilih menjaga kedua ujung itu sekaligus.
Tentu kerja legislasi akan terus diuji oleh waktu, dan masyarakat berhak menagih kualitas serta dampak setiap perda. Namun untuk dedikasi dan kegigihan yang telah ditunjukkan, penghargaan memang layak diberikan. Semoga semangat itu terus terjaga, agar setiap peraturan daerah lahir terarah, berkualitas, dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan rakyat.
POSMETRO MEDANDi gedung dewan, kerja legislasi sering tampak seperti urusan yang seolah senyap. Rapat demi rapat, naskah akademik dalam baha
Editorial satu jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Mewakili Wali Kota Binjai, Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sofyan Syahputra Siregar, S.STP., M.AP., menghadir
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Galang Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengambil langkah cepat menangani dampak banjir yang menyebabkan erosi
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN Sejumlah agen kapal menyebut tagihan jasa pandu dan tunda kapal telah dibayarkan kepada Pelindo melalui sistem Phinnisi. Hal
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN Ketua Harian DPP Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM Nezar Djoeli, menyikapi peristiwa penggerebekan Pondok Pes
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Sumatera Utara (Forwaka Sumut) , Irfandi, mengajak para wartawan bersama keluarga meng
Medan 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang mendorong Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Deli Serdang untuk mengembang
Sumut 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN DPP Lembaga Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (LMP MBG) mendukung langkah penertiban administrasi harian yang wajib d
Sumut 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) I Harian Analisa, Rizal Rudi Surya, SH menyatakan siap maju untuk menjadi bakal cal
Medan 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN Kiprah aktif Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Kota Binjai mendapat apresiasi dari Dedy
Sumut 18 jam lalu