Hal ini menyusul meningkatkan ketegangan dan permusuhan di kawasan.
Melalui siaran televisi nasional Iran, seperti diberitakan JPNN, Markas Besar Khatam Al-Anbiya mengatakan, jalur laut yang strategis tersebut ditutup untuk semua, termasuk kapal tanker dan kapal dagang, karena apa yang mereka sebut sebagai ketidakamanan di kawasan.
Baca Juga:
Militer Iran mengingatkan 'pergerakan apa pun' di Selat Hormuz akan menjadi sasaran tembak.
Keputusan ini akibat berlanjutnya 'agresi Amerika' serta serangan AS baru-baru ini terhadap Provinsi Hormozgan di Iran selatan.
Baca Juga:
Markas Besar Khatam Al-Anbiya juga membantah klaim AS bahwa kapal-kapal masih bisa melintasi Selat Hormuz.
Adapun sebelumnya media Iran melaporkan terjadinya ledakan, aktivasi sistem pertahanan udara, dan serangan udara di sejumlah titik di Iran selatan, termasuk Bandar Abbas, Minab, Jask, Qeshm, dan Sirik. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan 'membela diri' tambahan terhadap target-target di Iran.***
Tags
beritaTerkait
komentar