Minggu, 21 Juni 2026

Community Gathering SATU Indonesia Awards 2026, Rifqi Dorong Peran Strategis Pemuda Desa

Faliruddin Lubis - Minggu, 21 Juni 2026 15:07 WIB
Community Gathering SATU Indonesia Awards 2026, Rifqi Dorong Peran Strategis Pemuda Desa
Ikhsan Fadil
Peserta dan narasumber sesi foto bersama pada kegiatan Community SATU Indonesia Awards 2026 di Melting Pot, M Bloc Space, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2026).

POSMETRO MEDAN,Jakarta- Ketua Umum Akar Desa Indonesia, Rifqi Nuril Huda menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak akan pernah mencapai keadilan yang sesungguhnya, apabila pemuda desa masih ditempatkan sebagai objek pembangunan, bukan sebagai pelaku utama pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Rifqi dalam Community Gathering 17Th SATU Indonesia Awards 2026 bertajuk, "Terhubung Lewat Aksi: Mengubah Langkah Kecil Komunitas Menjadi Dampak Nyata Nasional", di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Rifqi, selama ini banyak pihak berbicara mengenai bonus demografi Indonesia, namun belum cukup banyak yang memberikan perhatian terhadap potensi besar pemuda desa yang sesungguhnya menjadi fondasi sosial, ekonomi, dan budaya bangsa.

Baca Juga:

"Indonesia tidak kekurangan anak muda hebat. Indonesia tidak kekurangan ide besar. Yang masih kurang adalah keberanian untuk melihat desa sebagai pusat solusi dan pemuda desa sebagai penggerak perubahan," ujar Rifqi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pemuda Indonesia mencapai 64,22 juta jiwa pada tahun 2024 atau sekitar 22,99 persen dari total penduduk Indonesia.

Baca Juga:

Data yang sama menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda Indonesia berada pada usia produktif yang akan menentukan arah pembangunan nasional dalam beberapa dekade mendatang.

Rifqi menilai bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan kekuatan sosial yang sangat besar apabila dikelola melalui pendidikan, pemberdayaan, kolaborasi, dan penguatan kepemimpinan di tingkat akar rumput.

"Kalau kita berbicara tentang masa depan Indonesia, maka kita harus berbicara tentang desa. Dan kalau kita berbicara tentang desa, maka kita harus berbicara tentang pemuda desa," katanya.

Melalui Akar Desa Indonesia, Rifqi bersama jaringan pemuda desa dari berbagai daerah terus mendorong berbagai gerakan pemberdayaan masyarakat, pendidikan publik, penguatan ketahanan pangan, transisi energi, keadilan iklim, pengembangan kepemimpinan pemuda desa, hingga promosi tokoh-tokoh inspiratif dari desa.

Bagi Rifqi, desa bukanlah wilayah pinggiran yang menunggu bantuan dari luar, melainkan ruang tumbuh lahirnya inovasi dan solusi atas berbagai persoalan bangsa. "Desa bukan halaman belakang Indonesia. Desa adalah halaman depan masa depan Indonesia," sambungnya.

Dalam forum yang dihadiri ratusan penggerak komunitas dari berbagai daerah tersebut, Rifqi juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kolaborasi antar komunitas dan organisasi kepemudaan.

Menurutnya, banyak program sosial berhenti bukan karena kekurangan ide ataupun kekurangan semangat, tetapi karena para penggeraknya bekerja sendiri-sendiri dan tidak memiliki ekosistem yang saling menguatkan.

"Dampak besar tidak lahir dari kompetisi antar komunitas. Dampak besar lahir dari gotong royong. Gotong royong adalah teknologi sosial paling canggih yang dimiliki bangsa Indonesia," katanya.

Sebagai organisasi yang mengusung semangat "Dari Pemuda Desa untuk Indonesia", Akar Desa Indonesia meyakini bahwa kemajuan Indonesia pada tahun 2045 tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan bangsa dalam melahirkan generasi muda desa yang berdaya, berpengetahuan, dan memiliki keberanian untuk memimpin perubahan.

Menutup pemaparannya, Rifqi mengajak seluruh komunitas dan anak muda Indonesia untuk tidak meremehkan langkah kecil yang mereka lakukan di lingkungan masing-masing.

"Jangan pernah merasa programmu terlalu kecil. Indonesia dibangun oleh jutaan langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Ketika pemuda desa bergerak, desa akan maju. Ketika desa maju, Indonesia akan berubah," tutupnya. (DIL)

Tags
beritaTerkait
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija untuk Musim 2026/2027, Dapat Kontrak 3 Musim
Shin Tae Yong Masuk Target Calon Pelatih Baru Persija Jakarta
Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya
Pakar Koperasi: BNI Tidak Bisa Dipaksa Ganti Rugi Kasus Koperasi Swadharma
Ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza, Jurnalis Indonesia Diculik Tentara Israel!
Ternyata! 7 Korban Kecelakaan KA-KRL Berulang Tahun Saat Hari Kejadian
komentar
beritaTerbaru