Mengenal Lebih Dekat Sosok Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Sang Jenderal dari Tanah Karo
Sang Jenderal dari Tanah Karo Kini Jadi Danrem di Pekanbaru.
Profil 17 detik lalu
POSMETRO MEDAN,Pekanbaru- Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi tersebut dinilai tak boleh lagi dianggap sebagai persoalan musiman yang berulang setiap kemarau.
Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Riau II, Mafirion, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI). Perusahaan yang terbukti terlibat pembakaran lahan, menurutnya, harus dijatuhi sanksi tegas hingga pencabutan izin.
Mafirion mengaku mendukung ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang meminta aparat penegak hukum mengusut indikasi keterlibatan korporasi dalam karhutla.
Baca Juga:
"Saya mendukung ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang meminta aparat penegak hukum menyelidiki indikasi keterlibatan korporasi dan memastikan izin perusahaan apa pun akan dicabut jika terbukti terlibat menyuruh membakar lahan," kata Mafirion, Selasa (25/08/2026).
Ia juga menyinggung arahan Presiden agar tiga tersangka karhutla yang disebut tidak memiliki kebun di lokasi terbakar dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut dengan melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN).
Baca Juga:
Berdasarkan data BPBD Riau yang disampaikan Mafirion, sejak Januari hingga Agustus 2026 luas lahan terbakar telah mencapai sekitar 16.277,50 hektare. Dari 10.514 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 521 titik disebut telah menjadi titik kebakaran.
Hingga 24 Agustus 2026, sekitar 900 hektare lahan dilaporkan masih terbakar di empat kabupaten.
Mafirion menilai penanganan karhutla tidak boleh berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Penegakan hukum harus berjalan terhadap pihak yang terbukti sengaja membakar maupun lalai hingga menyebabkan kebakaran.
"Kalau ada perusahaan perkebunan maupun HTI yang terbukti melakukan pembakaran lahan, izin usahanya harus dicabut. Jangan sampai setiap tahun masyarakat Riau menjadi korban, sementara perusahaan yang bertanggung jawab tetap menjalankan usahanya," tegas Mafirion.
Menurut dia, pencabutan izin harus menjadi pilihan serius apabila penyelidikan dan proses pembuktian hukum menemukan kebakaran terjadi akibat kesengajaan maupun kelalaian perusahaan dalam mengelola areal konsesinya.
Sang Jenderal dari Tanah Karo Kini Jadi Danrem di Pekanbaru.
Profil 17 detik lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu mend
Peristiwa 58 menit lalu
Jambret Maut di Perumnas Mandala Yang Menewaskan Korbannya Akhirnya Ditangkap, Pelaku Masih Berusia 17 Tahun.
Peristiwa 60 menit lalu
Bupati Taput Salurkan Bantuan Pangan ke Ribuan Keluarga di Sipoholon, Dorong Warga Manfaatkan Sistem Perlinsos Digital
Sumut 2 jam lalu
Waka Polres Karo menghadiri Pelantikan Perkumpulan Terang Kebenaran Firman (PTKF) Kabupaten Karo.
Sumut 2 jam lalu
Inspektorat Langkat Disorot, Pengaduan Dugaan Kelalaian Pelayanan di Desa Paya Rengas Langkat Belum Ada Kejelasan.
Sumut 2 jam lalu
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Tinjau Beberapa Kondisi Jalan Drainase Bersama Wakil Ketua DPRD Kota Medan.
Medan 3 jam lalu
Hercules Minta Massa Tertib, GRIB Jaya Siap Siaga 24 Jam.
Inter-Nasional 3 jam lalu
DPD GMNI Sumut mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membongkar indikasi kejahatan terorganisir di Rutan Kelas I A Medan.
Medan 3 jam lalu
Satresnarkoba Polres Tanjungbalai menggagalkan dugaan peredaran narkotika jenis sabu seberat 100,45 gram.
Kriminal 4 jam lalu