Austria Imbang Lawan Aljazair, Iran Pulang Kampung
Hasil Imbang Austria vs Aljazair Buat Iran Tersingkir dan Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Sport 22 menit lalu
POSMETRO MEDAN,DI PENGHUJUNG tahun 2025, Pulau Sumatera kembali menjadi saksi atas satu tragedi alam terparah di dalam sejarah modern Indonesia. Kehancuran masif akibat Banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat telah meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi jutaan penduduk terdampak sejak akhir November lalu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 10 Desember 2025 mencatat; 969 korban dinyatakan meninggal dunia, sementara 252 orang masih hilang dan lebih dari 894.501 warga mengungsi di tenda-tenda darurat serta posko sementara. Total penduduk yang terdampak dari bencana ini mencapai 3,3 juta jiwa. Infrastruktur rusak parah: ratusan jembatan putus, ribuan rumah hanyut dan akses jalan masih terisolir di wilayah pegunungan.
Bencana ini bukan hanya sekadar fenomena alam, namun ia adalah akibat kumulatif dari proses deforestasi dan pengelolaan tata ruang yang tidak maksimal.
Baca Juga:
Di tengah puing-puing dan air bah itu, realita kemanusiaan kemudian muncul sebagai panggilan tertinggi, sebagai jawaban atas kewajiban untuk menegakkan nilai-nilai empati, solidaritas dan penyelamatan nyawa di atas segala pertimbangan administratif dan birokratis. Karena "kemanusiaan" bukanlah pilihan, melainkan moral imperatif yang harus ditegakkan untuk mengingatkan generasi kita bahwa di balik angka-angka statistik selalu ada cerita manusia yang bersedih—keluarga yang kehilangan tempat berteduh, anak-anak yang trauma, dan lansia yang rentan.
Pada saat negara sedang menghadapi ujian seperti ini, maka prinsip kemanusiaan kemudian menjadi fondasi utama dalam membangun kembali wilayah yang terdampak untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan prioritas selalu dapat mengacu pada aspek keselamatan dan martabat kemanusiaan.
Baca Juga:
Dampak kemanusiaan dari bencana yang begitu mendalam ini telah menyentuh segala lapisan masyarakat hingga "memaksa" diterbitkannya sebuah keputusan ekstrem pada sektor pemasyarakatan. Di Aceh Tamiang, Lapas Kelas IIB Kuala Simpang yang telah terendam banjir hingga mencapai atap bangunan, meninggalkan tidak ada pilihan "selain" mengeluarkan sekitar 425 warga binaan untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan bahwa langkah ini diambil "murni" atas dasar kemanusiaan, karena kondisi lapas yang tidak lagi aman dan ketiadaan penampungan alternatif di tengah kondisi banjir parah.
Hingga kini, keberadaan sebagian besar warga binaan tersebut belum sepenuhnya terpantau akibat situasi darurat yang belum sepenuhnya kondusif, tetapi keputusan ini menekankan bahwa nyawa manusia lebih utama daripada tembok penjara. Ini sejalan dengan pepatah latin "Humanitas super omnia," yang berarti "Kemanusiaan di atas segala-galanya"—sebuah prinsip filosofis yang mengingatkan kita bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi prioritas tertinggi, melampaui hukum, aturan, atau kepentingan institusional.
Prinsip ini terwujud secara dramatis dalam kisah nyata seorang hakim dari Pengadilan Negeri Kuala Simpang, Qisthi Widyastuti (atau dikenal sebagai Kisty Widyastuti), yang terjebak banjir selama enam hari bersama rekan-rekannya. Dalam kondisi putus asa, dengan air yang telah mencapai dada, ia dan rombongannya diselamatkan oleh empat warga binaan yang pernah divonisnya sendiri.
Para warga binaan ini, dengan perahu yang sederhana "berjuang" sekuat tenaga untuk membantu mengevakuasi hakim dan timnya melalui arus deras hingga mencapai posko sementara. Kisah ini bukan hanya tentang penyelamatan fisik, tetapi merupakan simbol rekonsiliasi atas kemanusiaan itu sendiri. Mantan terpidana yang pernah dihukum justru menjadi pahlawan.
Hasil Imbang Austria vs Aljazair Buat Iran Tersingkir dan Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Sport 22 menit lalu
Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan NilaiNilai Tribrata, Perkuat Integritas Personel Sambut Hari Bhayangkara ke80.
Medan 27 menit lalu
Pungli di SidebukDebuk Disikat, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Personel Jaga 24 Jam
Sumut 4 jam lalu
Bertambah! Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Jadi 1.430 Orang.
Inter-Nasional 4 jam lalu
Hasil Piala Dunia 2026 Imbang vs Kolombia, Portugal di Jalur Neraka.
Sport 5 jam lalu
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polrestabes Medan menggelar Lomba Cipta Lagu Musisi Jalanan di Aula
Medan 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Rumah Zakat imeresmikan masjid yang telah dibangun di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapan
Sumut 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Achiruddin Hasibuan membantah melakukan pemukulan terhadap warga bernama Fauzi di Jalan Guru Sinumba, Medan Helvetia
Peristiwa 17 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kesempatan kerja bagi masyarakat terus menjadi perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Melalui berbagai
Medan 17 jam lalu