Cetak Gol Lagi, Lionel Messi Makin Tak Terkejar Perebutan Top Skor
Lionel Messi Makin Tak Terkejar! Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Berubah, Erling Haaland dan Kylian Mbappe Tertinggal.
Sport 57 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta - Pemerintah Indonesia akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M. Jadwal sidang isbat tersebut telah diagendakan oleh Kementerian Agama (Kemenag).
Dilansir dari laman resminya, Kemenag akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026. Adapun agenda dalam sidang ini yakni untuk menentukan secara resmi kapan umat Islam di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Sidang isbat akan dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB dan bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Hal itu berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag.
Baca Juga:
Baca Juga:
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan dalam menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk awal Ramadan, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan integrasi antara metode hisab dan rukyatul hilal.
"Pendekatan ini dinilai penting untuk menjembatani perbedaan metode penentuan awal bulan yang digunakan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia," ujar Abu Rokhmad.
Banyak pihak lintas institusi akan dilibatkan dalam sidang isbat Ramadan 1447 H. Sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam dijadwalkan hadir, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Hidayatullah, serta Persatuan Umat Islam (PUI).
Selain itu, pakar falak dan astronomi dari berbagai lembaga, seperti BMKG, BRIN, Planetarium Jakarta, serta sejumlah observatorium astronomi di berbagai daerah, turut dihadirkan dalam sidang tersebut.
Kehadiran para ahli ini menjadi bagian penting dalam memastikan data astronomi yang digunakan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Ada beberapa tahapan utama yang akan dilalui dalam pelaksanaan sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 H, yaitu:
Pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan hisab
Penerimaan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia
Sidang penetapan awal Ramadan secara tertutup
Pengumuman hasil sidang melalui konferensi pers
Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan ormas Islam, hingga duta besar negara sahabat, rencananya akan menghadiri sidang ini.
Berdasarkan hasil perhitungan awal, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Hal itu apabila posisi hilal telah memenuhi kriteria visibilitas dan berhasil teramati saat rukyat.
Namun demikian, apabila hilal belum dapat terlihat, maka awal puasa Ramadan berpotensi dimulai pada 19 Februari 2026. Sehingga kepastian tanggal tersebut sepenuhnya menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah.
Keputusan final mengenai awal Ramadan 2026 akan disampaikan pemerintah melalui konferensi pers usai sidang isbat selesai digelar. Hasil ini nantinya menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa secara serentak.
Sementara, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo menjelaskan, penetapan 18 Februari 2026 sebagai awal puasa Ramadan ini berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dia menjelaskan, KHGT dibangun di atas prinsip utama keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia (one day, one date globally).
Prinsip ini hanya dapat terwujud apabila bumi dipandang sebagai satu kesatuan matla', tanpa pembagian zona-zona regional, serta tetap mengikuti garis tanggal internasional.
"Kalau bumi dibagi ke dalam zona-zona penanggalan, maka tidak mungkin terjadi keseragaman hari dan tanggal. Karena bisa terjadi kawasan barat sudah masuk tanggal baru, sementara kawasan timur belum," jelasnya seperti dilansir dari laman Muhammadiyah or.id, yang dikutip Rabu (4/3/2026).
Rahmadi memaparkan, kalender apa pun pada dasarnya hanya bisa disusun dengan metode hisab (perhitungan astronomi). Rukyah, menurutnya, hanya mampu memastikan satu bulan ke depan, sehingga tidak mungkin melahirkan sistem kalender jangka panjang.
Karena itu, KHGT menggunakan prinsip ittihadul mathali' (kesatuan matla') dan parameter global, bukan kriteria lokal. Dia menerangkan, berdasarkan keputusan Majelis Tarjih, seluruh kawasan dunia dipandang sebagai satu kesatuan.
Bulan baru dimulai secara serentak apabila sebelum pukul 24.00 GMT terdapat wilayah daratan di bumi yang memenuhi dua syarat astronomis berikut: Elongasi bulan–matahari minimal 8 derajat Ketinggian hilal saat matahari terbenam minimal 5 derajat.
Apabila kriteria ini belum terpenuhi sebelum pukul 24.00 GMT, masih tersedia parameter lanjutan, yakni Ijtimak (konjungsi) harus terjadi di Selandia Baru sebelum fajar, karena wilayah ini merupakan kawasan berpenduduk paling awal menyambut hari baru di bumi.
Pada saat yang sama, parameter 5 derajat dan 8 derajat harus terpenuhi di daratan benua Amerika, yang menjadi patokan akhir siklus 24 jam global.
"Fajar dipilih karena ia menjadi batas awal puasa. Ini untuk memastikan tidak ada satu pun wilayah di bumi yang tertinggal atau mendahului kalender global," terang Rahmadi.
Berdasarkan hasil hisab, konjungsi bulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 GMT. Namun, hingga sebelum pukul 24.00 GMT di hari tersebut, tidak ada wilayah dunia yang memenuhi secara langsung kriteria elongasi 8 derajat dan ketinggian hilal 5 derajat.
Artinya, syarat utama belum terpenuhi. Karena itu, Majelis Tarjih kemudian menggunakan parameter lanjutan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ijtimak di Selandia Baru terjadi sebelum waktu fajar setempat.
Pada Februari, Selandia Baru menggunakan waktu musim panas (UTC +13), sehingga konjungsi berlangsung sekitar pukul 01.00 dini hari waktu lokal, sementara fajar terjadi setelahnya. Dengan demikian, syarat pertama terpenuhi.
Selanjutnya ditinjau kondisi di benua Amerika. Berdasarkan perhitungan geosentrik (berbasis pusat bumi), wilayah Bethel, Alaska, menunjukkan elongasi telah mencapai lebih dari 8 derajat dan ketinggian hilal melampaui 5 derajat.
"Artinya, parameter global telah terpenuhi di daratan Amerika. Meski wilayahnya kecil dan penduduknya sedikit, ia tetap sah karena yang dijadikan acuan adalah daratan, bukan jumlah populasi," tegas Rahmadi.
Dengan terpenuhinya dua syarat lanjutan tersebut, maka awal bulan Ramadan ditetapkan secara global pada keesokan harinya. Rahmadi menegaskan bahwa dalam KHGT, wujud atau tidaknya hilal di Indonesia tidak menjadi penentu.
Data menunjukkan bahwa pada saat itu, hilal di Indonesia, Makkah, maupun Turki masih berada di bawah ufuk. Namun karena KHGT menganut kesatuan matla', terpenuhinya parameter di satu wilayah dunia otomatis berlaku untuk seluruh bumi.
"Kalau masih memakai wujudul hilal lokal, Indonesia memang akan memulai Ramadan pada 19 Februari. Tetapi karena kita sudah menggunakan KHGT, maka keterpenuhan parameter di Alaska itu ditransfer secara global," jelasnya.
Ia menyebut konsep ini sebenarnya mirip dengan "transfer wujud" dalam sistem lama, hanya saja KHGT menerapkannya secara global, bukan terbatas wilayah hukum nasional. Berdasarkan seluruh rangkaian perhitungan dan parameter tersebut, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Rahmadi berharap umat Islam diberi umur panjang dan kesehatan untuk dapat menyambut Ramadan serta menjalankan ibadah dengan sempurna.
"Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadan dan mampu menjalaninya sampai akhir dengan sebaik-baiknya," ujarnya. (DetikNews/Sindo)
Lionel Messi Makin Tak Terkejar! Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Berubah, Erling Haaland dan Kylian Mbappe Tertinggal.
Sport 57 menit lalu
Hasil Moto3 Belanda 2026 Maximo Quiles Jadi Pemenang, Veda Ega Crash
Sport satu jam lalu
Hasil MotoGP Belanda 2026 Ai Ogura Juara.
Sport 2 jam lalu
3 Komplotan Pencuri Motor Modus Pesan Hotel di Medan Diringkus, 1 Remaja Wanita
Kriminal 2 jam lalu
Wakapolda Sulsel Tinjau Satkamling Sipakainga di Gowa, Apresiasi Peran Warga Jaga Kamtibmas.
Inter-Nasional 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sikap pejabat publik dalam merespons kritik dan pemberitaan kembali menjadi perhatian. Founder Ethics of Care, Far
Editorial 3 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai DPC PDI Perjuangan Kota Binjai menggelar Musyawarah Cabang SeKota Binjai serta Pendidikan Politik Bagi Pengurus A
Politik 6 jam lalu
Hasil Imbang Austria vs Aljazair Buat Iran Tersingkir dan Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Sport 11 jam lalu
Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan NilaiNilai Tribrata, Perkuat Integritas Personel Sambut Hari Bhayangkara ke80.
Medan 11 jam lalu
Pungli di SidebukDebuk Disikat, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Personel Jaga 24 Jam
Sumut 14 jam lalu